tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Rabu, 31 Juli 2013

Gambar kain kebaya 2

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA
Ini adalah gambar hasil karyaku yang lain. Dibuat dengan ballpoint hitam diatas kertas putih.  Yang dibawah digambar dibalik kertas bekas kalender harian, jadi samar-samar terlihat angka 22 terbalik.  Nuansanya yang semu merah karena waktu mengambil foto, gambar kuletakkan diatas dasar merah. Sepintas berkesan kuno, tapi memang sudah lama.

Motif jarik yang kugambar itu sebetulnya motif jarik yang pertama kali kubeli. Jarik itu sekarang sudah sobek dan kujadikan rok span panjang atau sarimbit seperti di foto postingku yang berjudul "lari-lari kecil".

Ada cerita lucu soal jarik itu. Jarik itu sobeknya waktu kupakai dan aku sengaja menendang-nendang untuk lucu-lucuan dan seru-seruan. Tau-tau terdengar bunyi  bréét, ternyata jariknya sobek. Cuma waktu itu aku sudah punya beberapa lembar jarik. Jadi aku tidak begitu menyesal.

Selasa, 30 Juli 2013

Muka atau belakang ?

Kamera pada handphone sudah umum jika ada 2. Yaitu dimuka dan dibelakang. Kamera di muka lebih enak dipakai kalau untuk mengambil photo  sendiri pada jarak yang relatif cukup dekat dan bila di dekat kita tidak ada cermin. Sehingga kita bisa mengetahui pose kita di dalam frame foto. Sedangkan kamera yang ada dibelakang cocok untuk mengambil foto obyek lain selain diri kita sendiri dan kitapun dapat mengetahui posisi obyek didalam frame foto.

Didunia bondage kita mengenal hal yang hampir sama dengan posisi kamera di handphone yaitu  posisi tangan terikat. Ada yang terikat dibelakang, terikat dimuka dan ada pula yang terikat disamping.  Untuk posisi tangan dibelakang dan dimuka, kedua pergelangan tangan bisa diikat menjadi satu. Sedangkan untuk posisi tangan disamping, masing-masing pergelangan tangan diikatkan ke pinggang. Tapi disamping itu ada pula variasi yang lain.

Ke 3 posisi diatas mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri bagi si korban ( submissive ). Kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut :
  1. Untuk posisi tangan yang diikat didepan, si korban relatif masih bisa berbuat lebih banyak, lebih mudah  dan lebih bebas serta lebih leluasa melakukan sesuatu dengan tangan mereka bila dibandingkan dengan jika tangan diikat disamping atau dibelakang.
  2. Untuk posisi tangan diikat disamping relatif lebih sulit melakukan sesuatu dengan tangan mereka  bila dibandingkan dengan posisi tangan diikat didepan, tapi lebih mudah bila dibandingkan dengan jika tangan diikat dibelakang.
  3. Untuk posisi tangan diikat dibelakang relatif paling sulit untuk melakukan sesuatu dengan tangan mereka bila dibandingkan jika tangan diikat dimuka atau disamping. Tapi juga ada kelebihannya bila dibandingkan dengan tangan diikat disamping yaitu kedua tangan bisa bekerja dengan bersama-sama dan bersatu.
Kalau aku sendiri lebih menyukai posisi tangan terikat kebelakang. Bahkan aku sampai tidak gairah dan kurang selera jika melihat  video  atau gambar dengan korban tangannya terikat kedepan atau kesamping.  Biasanya begitu tahu kalau video tersebut berisi bondage dengan korban tangannya terikat kedepan atau kesamping, maka aku langsung batal melanjutkan untuk menontonnya.

Posisi tangan terikat kebelakang yang menjadi  favoritku adalah tangan terikat kebelakang punggung dalam posisi menurun ke arah kaki seperti mau dihogtie dengan sikap tangan bukan berlawanan seperti sedekap, tapi menyilang kebawah membentuk huruf X atau kedua tangan sama-sama lurus kebawah.
bondage back cross
tangan diikat kebelakang dengan posisi tangan menyilang kebawah membentuk huruf X
bondage back down
tangan diikat kebelakang dengan posisi tangan lurus kebawah

bondage hand folded
tangan diikat kebelakang dengan posisi tangan sedekap
bondage to waist
tangan diikat kesamping







bondagefront
tangan diikat kemuka

Rabu, 24 Juli 2013

BDSM : Bila Diikat Semakin Merangsang ?

Ada beberapa kepanjangan dari BDSM, tapi kurang lebih  artinya  sama. Ada yang menyebutnya sebagai  Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Ada pula yang menyebutnya sebagai Bondage Domination Sado Masochism. Atau mungkin juga bisa disebut sebagai Biar Dapat Semakin Mesra ? Atau Bila Diikat Semakin Merangsang ?

Tapi pada intinya adalah suatu hobby, perilaku atau bagi orang awam yang tidak menyukainya bisa menganggapnya sebagai suatu kelainan. Yaitu kelainan atau perilaku  dalam melakukan hubungan sexual atau dalam memenuhi kesenangan yang kearah sexual dengan seorang entah wanita atau prianya atau bisa juga homo atau  lesbi bertindak sebagai submissive dan pihak yang lain bertindak sebagai dominant.

Submissive hampir sama dengan budak / slave akan selalu patuh pada pasangannya. Dominant atau master bersifat mendominasi pasangannya dan sebagai prakteknya bisa menjurus ke arah perlakuan yang tidak lazim atau bahkan sadis.

Biasanya untuk pasangan atau 2 orang yang mempunyai rhubungan intim, seorang selalu berperan sebagai submissive dan yang lain berperan sebagai dominant.

Dalam pelaksanaannya si submissive selalu dibondage (diperbudak ) yang dalam visualisasinya si submissive selalu diberi hambatan yang bersifat mengungkung atau membatasi dengan sangat ketat baik dalam hal pakaian seperti korset yang dipakai dengan sangat ketat, sepatu higheels dengan ketinggian tungkak / sol yang sedemikian tingginya sehingga kaki yang memakainya hampir  membentuk sudut 90 derajat dengan tanah atau sampai ke alat-alat bantu seperti tali, rantai dan borgol bahkan sampai alat-alat  khusus yang memang diciptakan untuk keperluan itu.

Salah satu posisi yang sangat terkenal dalam BDSM adalah hogtie yaitu posisi dimana kedua tangan submissive diikat kebelakang menurun mendekati kaki yang juga diikat dan dalam posisi naik mendekati pantat. Selain itu posisi tangan diikat kebelakang pada sebuah tiang serta masih banyak posisi-posisi lainnya.

Perlakuan yang tidak lazim atau sadis dapat berupa menggelitiki si submissive yang di bondage, memukul, mencambuk, menjepit bagian tubuh tertentu dengan jepitan dan lain sebagainya.

Penyebab dari ini ditengarai karena trauma. Seseorang yang di masa kecilnya diperlakukan dengan disiplin yang ketat dan keras serta menjurus ke fisik  oleh orang tuanya bisa jadi di masa dewasanya akan menyukai BDSM dan bertindak sebagai dominant.

Bagi orang yang berperilaku sexual yang normal bisa jadi ngeri atau malah  jijik dengan cara-cara seperti BDSM. Karena dalam pikiran orang yang berperilaku sexual yang normal bukankah tujuan berhubungan antara pasangan adalah untuk menjalin suatu hubungan yang semakin intim dan mesra yang merupakan perwujudan dari cinta dan kasih ? Dan apakah dengan cara-cara seperti ini hubungan antara pasangan bisa semakin mesra ?

Rabu, 17 Juli 2013

Bond age



Trailer diatas diambil dari film James Bond yang sudah sangat terkenal yaitu Casino Royale. Bahkan sudah sampai dibuat dua kali dengan pemeran tokoh James Bond yang berbeda.

Sedangkan gambar yang dibawahnya diambil dari trailer tersebut pada waktu 2:19. Seorang gadis yang biasanya disebut sebagai gadis Bond sedang tergeletak dengan tangan terikat kebelakang. Dan James Bond sendiri sedang mengendarai  mobil dengan kecepatan tinggi dengan arah menuju si gadis. Adegan yang betul-betul menyentuh, setidaknya bagiku.

Menyentuh bisa dalam 2 arti. Pertama, orang akan kaget dan miris melihat gadis yang tergeletak tidak berdaya ditengah jalan dan akan terlindas mobil. Kedua, khusus bagi penggemar  bondage atau BDSM melihat gadis yang tangannya terikat kebelakang dan nyaris akan terlindas mobil tentu adegan tersebut menjadi menarik. Baik bagi yang bermain sebagai master ( dominant ) ataupun sebagai submissive.

Aku sendiri mempunyai cerita tentang bondage sejak waktu aku masih kecil.  Ketika masih kecil dulu aku pun sering bermain seperti layaknya anak-anak pada umumnya. Termasuk bermain lakon-lakonan. Kami bermain  kadang dengan tetangga dan kadang cuma dengan saudara sendiri. Biasanya waktu permainan lakon-lakonan tersebut, seseorang akan bermain sebagai lakon dan yang sisanya bermain sebagai penjahat. Atau mungkin juga sebaliknya, seseorang akan bermain sebagai penjahat dan yang sisanya bermain sebagai polisi atau orang baik-baik.  Diwaktu bermain tersebut selalu ada waktu dimana seseorang ditangkap beramai-ramai dan tangannya diikat kebelakang. Aku tidak pernah bermain sebagai seorang yang ditangkap tersebut melainkan sebagai yang menangkap dan cenderung sebagai pupuk bawang, karena aku waktu itu termasuk yang paling kecil. Pada waktu seseorang ditangkap dan tangannya diikat kebelakang itulah aku menikmati adegan itu. Pernah suatu ketika kakakku karena mungkin dia sudah kebagian jadi orang yang ditangkap, meminta aku menjadi orang yang ditangkap. Tapi aku menolak.

Kemudian kesenanganku melihat orang yang diikat  jadi berkembang dengan melihat film-film action di televisi. Karena boleh dikata sering atau biasanya si lakon pemeran utama pada serial action televisi selalu tertangkap terlebih dahulu dan tangannya diikat ke belakang. Walaupun pada akhirnya tentu berhasil melepaskan diri dan ganti menangkap si penjahat. Kakakku agaknya juga mengetahui hobbyku itu dan pernah bilang begini, "hayo, hayo, ngeliat orang diikat ya".

Kesenanganku akan bondage lalu aku kombinasikan dengan kecanduanku akan kain kebaya. Pada waktu awal-awalnya dulu seperti yang kuceritakan di posting yang berjudul "Gara-gara selimut", aku selalu memakai selimut sebagai kain jarik tanpa memakai stagen. Pada waktu itulah kedua tanganku aku masukkan kedalam selimut yang kupakai sebagai jarik dibelakang punggung. Tentu saja selimut yang melingkar di pinggangku jadi semakin sesak, karena dimasuki kedua tanganku. Jadi seperti orang yang tangannya terikat kebelakang. Aku melakukannya sambil bersimpuh.

Ketika beranjak remaja, kesenanganku akan bondage berkurang bahkan mungkin bisa dikatakan menghilang dan tertutup kecanduanku akan kain kebaya. Seingatku aku tidak pernah melakukan hal itu lagi. Aku hanya melakukan ngadi salira ngadi busana tanpa memasukkan tanganku kebelakang punggung.

Tapi beberapa tahun belakangan ini setelah aku bisa ngadi salira ngadi busana  lengkap dengan kain, kebaya dan sanggul seperti di postingku yang berjudul "Metamorfosa yang sempurna" aku kembali kepikiran untuk memvariasikannya dengan bondage. Tapi tidak dengan cara memasukkan tanganku kedalam jarik atau stagen, melainkan dengan seutas tali elastik. Selang beberapa waktu kemudian aku membeli borgol mainan.

Sayangnya borgol mainan itu tidak lama kemudian rusak dan sering membuka sendiri. Aku pun jadi tidak puas dan mencari-cari di internet cara untuk self bondage. Akhirnya ketemu juga, walaupun tentu saja tidak sesempurna jika diikat oleh orang lain. Cara itu pada prinsipnya adalah dengan membuat tali lasso dan mengencangkannya setelah kedua tangan dimasukkan kedalam lubang tali lasso.

Namun akhir-akhir ini seperti sedang terjadi perubahan selera pada diri adikku. Kalau dulu waktu melihat wanita cantik dengan tubuh aduhai dan memakai kain kebaya,  adikku bisa langsung berdiri.  Maka sekarang adikku seperti sudah kebal dan susah berdiri. Tapi anehnya kalau lihat wanita cantik dengan tubuh aduhai yang dibondage dengan tangan terikat ke belakang apalagi kalau dalam posisi hogtie, maka adikku jadi bisa berdiri. Padahal semua gambar atau video tentang  gadis dibondage di internet yang pernah aku lihat tidak pernah ada yang memakai kain kebaya. Tapi tetap saja adikku bisa berdiri. Mungkin ini yang namanya perubahan iklim atau pancaroba. Separti cuaca yang sedang kita hadapi di Indonesia tercinta ini.






Senin, 15 Juli 2013

Gambar kain kebaya

Ini adalah gambar hasil karyaku sendiri  dengan ballpoint hitam diatas kertas HVS. Seperti yang kuceritakan di posting yang berjudul "Kenangan hari wisuda yang sangat membahagiakan", dulu aku sering menggambar wanita pakai kain kebaya. Saking banyaknya sampai lebih dari seratus lembar. Cuma sekarang hampir semuanya sudah aku buang. Entah kenapa.  Dulu waktu  menyobek-nyobek dan membuang gambar-gambar itu, aku berpikiran kalau aku sekarang sudah bisa mengambil foto-fotoku sendiri dalam pakaian kain kebaya lengkap dengan sanggulnya.
Tapi sekarang aku mulai kepikiran lagi untuk mulai menggambar lagi. Entah gambar apa yang akan aku gambar.
NB : Di gambar diatas ada tulisanku yang berbunyi : "iki aku kesrimpet tenan lho mas, orak éksyen".

Rabu, 03 Juli 2013

School's out


In this era, promiscuity is already everywhere. All parents who have children that grown up into adolescent should be beware. Especially girls. Because they can be pregnant before get married. Parents should choose a good school for them. Beside that, proper discipline should be enforced to educate our children.

For all parents to make sure your girls arrive at school on time, please deliver them safely. By this way your girls sure arrive at school and not going anywhere else.
bdsm3


That's how a school for girls should be to discipline their pupils. Tie their hands and feet, so they can't run and walk during the lessons. More than this, they will pay more attention to what the teacher said. Good school for girls.
bdsm1


This is surely a lesson of marching to female students. Say "ready", girl ! and give salute to your commander.
bdsm2


All this photos I take from  "I love bondage". All the credits should go to "I love bondage". I just add some comments. Thank you.