tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Jumat, 19 Agustus 2011

Busana nasional, sebuah renungan

Melihat perkembangan busana nasional kita sekarang ini semestinya kita tidak perlu merasa terlalu kuatir. Melihat desainer-desainer seperti Anne Avantie,  Adjie Notonegoro,  Ramli dan lain-lainnya sepertinya busana nasional kita, kebaya tidak akan pernah mati. Modelnyapun semakin berkembang. Mulai dari yang masih tradisional asli seperti kebaya dengan kutubaru, kebaya Kartini, kebaya encim  sampai kebaya Sunda. Kemudian dimodifikasi dari sedikit demi sedikit seperti menjadi kebaya dengan ekor putri duyung, kebaya Shanghai, kebaya offshoulder  sampai  tidak terlihat  seperti kebaya lagi.
Bawahannya pun juga tidak mesti kain batik asli yang dipakai dengan meruncing ke bawah dan di wiru dibagian depannya ataupun sarung batik.  Tapi sudah berkembang, mulai yang pemakaiannya tidak diwiru dan dipakai dengan longgar. Kemudian kain batik yang sudah dijahit sehingga pemakaiannya lebih praktis.  Ada pula yang lebih terang-terangan dibuat sebagai rok dengan potongan melebar kebawah. Atau malah dipadu padankan dengan rok sampai dengan celana panjang. Pelengkapnya dibagian kepala pun tidak harus sanggul tradisional lagi, tapi sudah sanggul  modern atau bahkan tanpa sanggul.
Dengan kondisi seperti diatas sebetulnya busana nasional kita seperti dipersimpangan jalan. Disatu sisi mengalami perkembangan dan bisa mengikuti jaman sehingga tidak perlu kuatir kalau ditinggal oleh pemakainya yaitu para wanita Indonesia. Disisi lain sepertinya semakin menjauh dari akar atau pakemnya. Sudah tidak tradisional lagi. Terus apakah istilah "nguri-uri busana tradisional" masih sesuai dengan keadaaan ini ?.
Kalau dulu setiap perayaan hari Kartini di sekolah-sekolah selalu ramai dengan para siswi yang berpakaian tradisional, sekarang boleh dikatakan sepi. Bahkan di suatu sekolah akhir-akhir ini kalau perayaan Kartini siswinya cukup memakai baju batik. Demikian juga kalau dulu kontes pemilihan putri Kartini yang diadakan di supermarket selalu banyak pesertanya dan juga penontonnya, belakangan ini kelihatannya juga sudah berkurang baik peserta maupun penontonnya. Ssebuah superamarket bahkan meniadakan acara ini di suatu tahun.
Di acara-acara pernikahan yang mengusung adat Jawa pun akhir-akhir ini para penerima tamu yang cewek  sudah memakai busana kebaya modifikasi dengan bawahan yang tidak berupa kain wiron asli tapi sudah berupa rok.  Lucunya saya pernah melihat para penerima tamu di suatu acara pernikahan yang cewek memakai kebaya modern dengan rok batik tapi yang cowok masih memakai blangkon, beskap dan kain wiron. Bagaimana ini ? Cowoknya masih tradisional asli, tapi ceweknya sudah setengah modern. Tidak matching, kalau menurut saya.
Yang lebih parah lagi saya pernah melihat di televisi swasta, dimana mc atau pembawa acaranya berpasangan dua orang  satu cewek satu cowok.  Cowoknya berbusana tradisional Jawa asli, blangkon, beskap dan kain wiron. Ceweknya berbusana kebaya modern dengan sanggul modern dan bawahan long dress dan kesannya jauh dari tradisional. Padahal acara ini  ditonton oleh seluruh pemirsa di nusantara.
Yang paling saya kuatirkan nantinya adalah kalau suatu ketika nanti di acara tertentu akan ada kejadian seperti ini.  Cowoknya berbusana tradisional Jawa dengan blangkon, beskap dan kain wiron,  tapi ceweknya berbusana kebaya modern dengan bawahan berupa celana panjang. Kalau kita bayangkan keadaannya  jadi seperti  terbalik. Cowoknya memakai kain wiron, tapi ceweknya memakai celana panjang. Crossdressing in public ?

Kamis, 11 Agustus 2011

Kepribadian ganda

Segala sesuatu yang ada di dunia ini, sepertinya oleh sang Penciptanya diciptakan berpasang-pasangan. Untuk mahluk hidup, ada laki-laki ada wanita. Ada hewan jantan ada hewan betina. Untuk musim,  di negara tropis ada musim kemarau ada musim hujan.  Ada gelap ada terang.  Dalam filosofi Cina pun dikenal yin dan yang. Keduanya bersifat saling melengkapi. Jika salah satu ditiadakan, maka akan menimbulkan ketidak seimbangan yang pada gilirannya akan berakibat tidak baik. Sebaliknya jika keduanya berjalan seimbang akan menimbulkan keharmonisan. Laki-laki tanpa wanita ataupun sebaliknya wanita tanpa laki-laki akan hidup kesepian.  Demikian juga hewan jantan tanpa betina dan sebaliknya tidak akan bisa menghasilkan keturunan. Untuk musim , jika yang ada hanya musim kemarau, maka bisa timbul kekeringan. Dan sebaliknya jika hanya ada musim hujan,  maka tanaman-tanaman bisa jadi gagal panen dan rawan banjir. Begitulah keduamya saling melengkapi. Bahkan di dunia seni seperti seni musik, jika dua elemen yang kontras dipersatukan dengan baik, maka akan menimbulkan keharmonisan yang baru. Di Indonesia, kita mengenal Jaduk Ferianto dengan kelompoknya Kua Etnika yang mempersatukan dua elemen :  musik pentatonis dengan musik diatonis menjadi musik yang indah. Begitulah dua hal yang kontras  dapat bersatu dengan indah dan harmonis. Saling membutuhkan dan melengkapi.
Didalam diri seseorang pun sebenarnya ada dualisme yang juga berpasangan.  Setiap orang normal di dunia ini tentu mempunyai kelemahan dan kekuatan didalam dirinya. Kelebihan dan kekurangan. Kebaikan dan keburukan. Juga mempunyai sisi yang lembut dan keras. Itu adalah hal yang wajar-wajar saja. Bahkan untuk setiap orang normal baik ia pria maupun wanita tentulah mempunyai sisi kebalikan di dalam dirinya. Seorang pria yang normal seberapapun kecil porsinya tentu mempunyai sisi feminim dalam dirinya. Demikian juga untuk seorang wanita yang normal seberapapun kecil porsinya dalam dirinya tentu mempunyai sisi maskulin. Itupun hal yang wajar di dunia ini.
Yang tidak wajar adalah jika seseorang pria bukan hanya menyukai wanita. Tapi juga menyukai benda-benda atau hal-hal yang bersifat wanita sedemikian kuatnya sehingga ingin memakai atau melakukannya sekalipun dengan sembunyi-senbunyi ataupun sampai  dengan terang-terangan melakukannya.  Atau yang lebih ekstrim yaitu jika seseorang pria tidak merasa bahagia dilahirkan sebagai seorang pria tapi memilih menjadi wanita hingga bersedia melakukan operasi kelamin. Yang disebut terakhir ini sebetulnya sudah tidak mengarah ke dualisme lagi tapi sudah total ingin menjadi wanita.
Seorang pria yang bukan hanya menyukai wanita tapi juga ingin berdandan seperti wanita sering disebut sebagai crossdresser. Pada seorang crossdresser inilah terdapat dualisme, masih senang sebagai laki-laki dan juga menyukai wanita tapi juga ingin berdandan dan mungkin juga berperilaku sebagai wanita.
Apakah ini ada hubungannya dengan kepribadian ganda, pemecahan kepribadian atau alter ego ? Yaitu  suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya. ( Wikipedia ).
Kalau di nalar kelihatannya memang ada hubungan erat antara crossdresser dengan kepribadian ganda. Seorang lelaki yang tidak kesampaian keinginannya untuk mendapatkan wanita idamannya akhirnya bisa jadi berpenampilan dan berperilaku seperti wanita yang diidam-idamkan. Atau seorang lelaki yang patah hati atau disakiti wanita juga bisa menjadi penyebabnya. Atau merasa dirinya kurang menarik sebagai lelaki dan postur tubuh juga kurang mendukung sebagai lelaki. Atau bahkan lantaran hanya sekedar iseng. Keadaan-keadaan inilah yang menyebabkan munculnya kepribadian kedua sebagai sosok wanita, karena pribadi utamanya yang lelaki tidak dapat mengakomodasi keinginan untuk mendapatkan seorang wanita atau menjadi seorang wanita.  Dengan kata lain bisa juga merupakan ekspresi dari pribadi utama yang lelaki.  Dan memang kedua pribadi yaitu yang lelaki dan wanita saling bertolak belakang.
Saya sendiri sebagai seorang crossdresser merasakan hal itu akhir-akhir ini.  Ketika saya melihat foto-foto saya yang berdandan seperti wanita, saya seperti tidak sadar kalau itu adalah saya sendiri. Bahkan saya kadang sampai mengagumi foto-foto itu saperti saya mengagumi orang lain yang berkelamin wanita. Kadang saya sampai terbuai oleh foto-foto itu. Saya jadi jatuh cinta pada pribadi saya yang kedua.  Saya seperti hidup di dua dunia.
Kalau memang ini merupakan kepribadian ganda, bagi saya ini sepertinya tidak menjadi masalah. Malah menyenangkan kelihatannya. Setelah seminggu hidup sebagai pribadi yang laki, maka pada akhir pekan dapat hidup sebagai pribadi yang kedua untuk variasi sekaligus menghilangkan kejenuhan. Kepribadian ganda, rumah pribadi ganda, mobil pribadi ganda,  pesawat pribadi ganda, kapal pribadi ganda. Éh, kok malah jadi plesetan.

Selasa, 09 Agustus 2011

Paddock girl



Grafik (saham)ku ?

Kalau cerita ini terjadi kemarin siang. Waktu itu saya baru membuka situs blog saya sendiri dibagian statistik pengunjung yang ada grafik diagram batangnya.. Tau-tau teman sebelah saya nanya grafiknya saham apa itu kok naik turunnya tajam mengerikan. Kebetulan memang grafik saya naik turunnya tajam. Teman saya ini, suaminya dan juga keluarganya sangat familiar dengan saham. Dia juga sering cerita ke saya soal saham dan kebetulan juga hari Jumat kemarin saham-saham lokal rontok berguguran kena imbas saham Amerika.Sayapun diam saja. No comment. Cuma dalam hati saya geli saja. Itu grafik kan grafik statistik pengunjung situs blog saya, masak dikira grafik saham.