Tampilkan postingan dengan label crossdressing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label crossdressing. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Mei 2014
Cding kebaya
Label:
cding
,
crossdresser
,
crossdressing
,
jarik
,
kain batik
,
kain kebaya
,
kain panjang
,
kain wiron
,
kebaya
Senin, 24 Maret 2014
Bondage lesbian ?
Label:
BDSM
,
bondage
,
crossdresser
,
crossdressing
,
jarik
,
kain batik
,
kain kebaya
,
kain panjang
,
kain wiron
,
kebaya
Minggu, 16 Maret 2014
Cding bondage
Label:
BDSM
,
bondage
,
crossdresser
,
crossdressing
,
jarik
,
kain batik
,
kain kebaya
,
kain panjang
,
kain wiron
,
kebaya
Rabu, 12 Maret 2014
Feminization Photoshoot
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
transgender
,
Youtube
Selasa, 14 Mei 2013
Stopcrossdressing really stop ? An orbituary
Situs
ini adalah merupakan salah satu situs yang kadang-kadang saya kunjungi.
Isinya kurang lebih mengenai crossdressing yang setuju atau tidak bisa
disebut sebagai suatu kecanduan ataupun kelainan dan cara-cara untuk
mengatasinya jika kita memang ingin berhenti atau mungkin sekedar
mengurangi kecanduan kita akan crossdressing.
Kemarin ketika saya berniat mengunjungi situs ini ternyata tidak bisa ditemukan dan setelah googling, saya berkesimpulan kalau situs ini sudah ditutup oleh yang punya.
Terakhir kali saya mengunjungi situs ini, saya sempat membaca artikel yang isinya mengatakan kalau ia, yang empunya ingin menutup situs ini. Karena bagaimanapun jika menulis atau memikirkan tentang crossdressing, kita bisa tergoda kembali untuk melakukan hal itu.
Memang sayang melihat situs ini ditutup, karena artikel-artikelnya cukup bermutu dan mungkin juga bermanfaat bagi seorang crossdresser. Selain itu, situs ini kelihatannya sudah cukup terkenal dan juga dijadikan link oleh situs-situs atau blog-blog lain.
Secara tak sengaja melihat kejadian ini , sebuah situs yang ditutup ketika sedang berjaya seakan mengingatkan kepada suatu pepatah yang mengatakan lebih baik mundur ketika masih sukses daripada mundur setelah tidak sukses atau gagal. Dalam bahasa Jawa ada pepatah yang berbunyi "lengser keprabon mandeg pandito". Dari abu kembali menjadi abu, dari debu kembali menjadi debu. Sampai jumpa lagi Jared !
English
This site is one of the sites that I visit occasionally. The content is about crossdressing that agree or not can be referred to as an addiction or disorder and the ways to overcome it if we really want to quit or maybe just reducing our addiction to crossdressing.
Yesterday when I intend to visit this site, it can not be found and after googling, I concluded that the site had been closed by the owner.
The last time I visited this site, I had read an article that it says that he, the owner wanted to close this site. Because after all, if writing or thinking about crossdressing, we could be tempted back to do that.
It's a shame to see this site shut down, because the articles are in quite good quality and may also be useful for a crossdresser. Beside that, the site looks already quite well known and linked by the other sites or blogs.
Accidentally saw this scene, a site which is closed while it is succesful as if remind us of an adage that says it's better retreat while succesful than retreat after unsuccessful. In Javanese language there is a proverb that says "resign from empire, stop as reverend". Ashes to ashes, dust to dust. See you again Jared !
Kemarin ketika saya berniat mengunjungi situs ini ternyata tidak bisa ditemukan dan setelah googling, saya berkesimpulan kalau situs ini sudah ditutup oleh yang punya.
Terakhir kali saya mengunjungi situs ini, saya sempat membaca artikel yang isinya mengatakan kalau ia, yang empunya ingin menutup situs ini. Karena bagaimanapun jika menulis atau memikirkan tentang crossdressing, kita bisa tergoda kembali untuk melakukan hal itu.
Memang sayang melihat situs ini ditutup, karena artikel-artikelnya cukup bermutu dan mungkin juga bermanfaat bagi seorang crossdresser. Selain itu, situs ini kelihatannya sudah cukup terkenal dan juga dijadikan link oleh situs-situs atau blog-blog lain.
Secara tak sengaja melihat kejadian ini , sebuah situs yang ditutup ketika sedang berjaya seakan mengingatkan kepada suatu pepatah yang mengatakan lebih baik mundur ketika masih sukses daripada mundur setelah tidak sukses atau gagal. Dalam bahasa Jawa ada pepatah yang berbunyi "lengser keprabon mandeg pandito". Dari abu kembali menjadi abu, dari debu kembali menjadi debu. Sampai jumpa lagi Jared !
English
This site is one of the sites that I visit occasionally. The content is about crossdressing that agree or not can be referred to as an addiction or disorder and the ways to overcome it if we really want to quit or maybe just reducing our addiction to crossdressing.
Yesterday when I intend to visit this site, it can not be found and after googling, I concluded that the site had been closed by the owner.
The last time I visited this site, I had read an article that it says that he, the owner wanted to close this site. Because after all, if writing or thinking about crossdressing, we could be tempted back to do that.
It's a shame to see this site shut down, because the articles are in quite good quality and may also be useful for a crossdresser. Beside that, the site looks already quite well known and linked by the other sites or blogs.
Accidentally saw this scene, a site which is closed while it is succesful as if remind us of an adage that says it's better retreat while succesful than retreat after unsuccessful. In Javanese language there is a proverb that says "resign from empire, stop as reverend". Ashes to ashes, dust to dust. See you again Jared !
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Stopcrossdressing
Senin, 29 April 2013
Festival kuil / Temple festival
Begitu melihat dan tahu festival ini di acara Suka-suka Kompastv, saya langsung terkejut. Ternyata acara yang berlangsung di India ini diikuti oleh para pria yang berdandan persis seperti perempuan India dengan sari dan makeupnya. Dandanan dan pakaian merekapun tidak asal-asalan saja, tapi betul-betul rapi dan sempurna seperti layaknya kalau seorang pria di makeover oleh ahli kecantikan. Hingga menjelma menjadi wanita sempurna. Mereka pun tidak ada yang senyum-senyum atau tertawa-tawa karena geli dengan pakaian dan dandanan mereka sendiri. Ataupun saling mengejek satu sama lain. Tapi layaknya sebuah upacara ritual agama, semua dan segala sesuatunya berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Tujuannya adalah untuk memenuhi nazar dan menyenangkan dewi. Prinsipnya adalah kalau dewi yang disembah bahagia, maka ia akan meluluskan permintaan kita. Jadi acara ini mestinya berlangsung secara sakral. Tapi komentar pembawa acaranya lain. Begitu mulai ditayangkan langsung berkomentar kalau ini bukan di Taman Lawang. Untuk diketahui bahwa Taman Lawang adalah nama sebuah tempat prostitusi untuk waria di Jakarta. Kemudian masih ditambah kalau selain bisa membahagiakan dewi juga bisa memenuhi hasrat dan keinginan sendiri.
English
One look and knew this festival in Suka-suka KompasTV event, I was immediately shocked. It turns out that the event took place in India is followed by the men who dress exactly like the Indian women with saree and their makeup. Their dress and clothing also do not perfunctory, but really neat and perfect like when a man in a makeover by beauty experts. Until transformed into a perfect woman. None of them smiles or laughs because it amused with their own clothes and makeup. Or teasing each other. But like a religious ritual, all and everything takes place in an orderly and solemn.
The goal is to fulfill their vows and to please the goddess. The principle is if the Goddess who we worship happy, then she will pass our request. So this event should occured sacred. But the host's comments are different. When began airing immediately commented that this was not at Taman Lawang. Please be aware that Taman Lawang is the name of a place of prostitution for transvestites in Jakarta. Then they added that beside it can pleases their goddess, they can also fulfill their own desires and wishes.
Label:
crossdressing
,
Kompastv
,
Make Over
,
Suka-suka
,
Youtube
Selasa, 12 Maret 2013
Mr Bean’s first crossdressing out
Mr Bean is a television film series that is very popular. Especially to the people who likes comedy. The actor's name is Rowan Atkinson. He also played in cinema movies .
But do you know that he once tried to do crossdressing in his television film series ? In the video above you can see he tried to do crossdressing in a laundry by wearing a maxi skirt.
Actually he did it incidentally. He took the wrong piece after he put of his own pants, because he took it without seeing it. Unfortunately, a man was there near him. So he tried to walk with legs so close to each other. With purpose to camouflage that he wore a maxi skirt instead of wearing a pant.
Unfortunately again, the man who near him suspected him, because of the movement that Mr Bean did is strange. So after Mr Bean sat, the man revealed the bottom ending of maxi skirt that Mr Bean wore. Alas ! And the man smiled and blinked one of his eyes to Mr Bean. Mr Bean got chills with the way the man looked at him. Not to mention his deed with stepping the underwear that Mr Bean tried to wear.
Truly a terrible experience he had to face. So, next time if you try to crossdress out again please consider the situation and the condition also the place where you try to crossdress out.
Label:
crossdressing
,
Mr Bean
,
Mr Bean’s first crossdressing out
,
Youtube
Senin, 11 Maret 2013
Help!
If in my earlier posting I discussed about an ending that can be met
in crossdressing habit and also the development of this habit. So in
this article I want to discuss what we are going to say if someone who
does crossdressing ask us an advice about how should someone do about
this habit ?
First, if someone ( he ) asks us an advice about something usually he wants to get an opinion that can solve his problem or to get a better way about something that he asks. So did with crossdressing habit that he asks us. Here, the problem begins. Problem of what advice should we give to him. Because there's more than one alternative advice that we can give him.
The first case, a young crossdresser asks us an advice about crossdressing. He's a beginner crossdresser. He crossdress only with wearing woman dress. Not using woman shoes, accessories, makeup and wig. What advice should we give to him ? Push and support him to do crossdressing more perfectly ? Suggest him to use woman shoes, accessories, makeup and wig ? Because by that way, he may look so perfectly as a woman or at least more perfect. Moreover, he already crossdressed. Even he's just a beginner. So, what else ? Already get wet, why don't bathe too ? That is what we may suggest if we consider crossdressing as a positive hobby and not a deviant behaviour that needs to be corrected.
But if we consider crossdressing as a deviant behaviour, maybe we may give him different advice. Such as divert your energy into other positive activities and so with your spare time, instead of doing crossdressing. If he is someone who believes, maybe we also remind him to approach himself to God. This advice looks like more difficult to be said and to be given than the first advice like at the earlier paragraph. Because he can say that we are hypocrite. Advise the other to decrease or leave this habit, but we ourselves do this habit too. Though we all know that nobody in the world is perfect. In Java, we say "Gajah diblangkoni. Iso kotbah, orak iso nglakoni". In English, it means "Elephant is given headcloth. Can preach, but can not do it".
More difficult case is if he is someone who is an activist of a religion, but he still does crossdressing. And according to him and the religion in his understanding, crossdressing does not conflict with his beliefs. But he asks us an advice about his crossdressing habit. What advice that we can give ? Moreover if he is an activist of a religion and if in this case, we are less obeyed in religion than him. This situation is similar to a Javanese proverb that says "kebo nusu gudel". In English, it means "buffalo breast fed from its child".
First, if someone ( he ) asks us an advice about something usually he wants to get an opinion that can solve his problem or to get a better way about something that he asks. So did with crossdressing habit that he asks us. Here, the problem begins. Problem of what advice should we give to him. Because there's more than one alternative advice that we can give him.
The first case, a young crossdresser asks us an advice about crossdressing. He's a beginner crossdresser. He crossdress only with wearing woman dress. Not using woman shoes, accessories, makeup and wig. What advice should we give to him ? Push and support him to do crossdressing more perfectly ? Suggest him to use woman shoes, accessories, makeup and wig ? Because by that way, he may look so perfectly as a woman or at least more perfect. Moreover, he already crossdressed. Even he's just a beginner. So, what else ? Already get wet, why don't bathe too ? That is what we may suggest if we consider crossdressing as a positive hobby and not a deviant behaviour that needs to be corrected.
But if we consider crossdressing as a deviant behaviour, maybe we may give him different advice. Such as divert your energy into other positive activities and so with your spare time, instead of doing crossdressing. If he is someone who believes, maybe we also remind him to approach himself to God. This advice looks like more difficult to be said and to be given than the first advice like at the earlier paragraph. Because he can say that we are hypocrite. Advise the other to decrease or leave this habit, but we ourselves do this habit too. Though we all know that nobody in the world is perfect. In Java, we say "Gajah diblangkoni. Iso kotbah, orak iso nglakoni". In English, it means "Elephant is given headcloth. Can preach, but can not do it".
More difficult case is if he is someone who is an activist of a religion, but he still does crossdressing. And according to him and the religion in his understanding, crossdressing does not conflict with his beliefs. But he asks us an advice about his crossdressing habit. What advice that we can give ? Moreover if he is an activist of a religion and if in this case, we are less obeyed in religion than him. This situation is similar to a Javanese proverb that says "kebo nusu gudel". In English, it means "buffalo breast fed from its child".
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Help
,
The Beatles
,
Youtube
Kamis, 07 Maret 2013
Happy ending
At the end they married and live happily ever after. It's a famous sentence that is usually ending a fairy tale. When I was a kid, I still remembered that I often read many comic books from the famous Hans Christian Andersen.
Habit can be a hobby if someone likes that habit. And a hobby can be someone job. If someone has or do a job that's also the hobby of this someone, it can be said that this someone is happy. Because someone can work with happy. And also not under pressure. So that someone could devote all energy and thoughts without feeling forced.
What about a habit that called as crossdressing ? This habit can be also called as hobby to some people. Although for other people, this habit can be called as deviant behaviour that needs to be corrected. Even for some people who did this habit, they also can consider it as a deviant behaviour that needs to be corrected. While for the others who also did this habit, they can consider it as a hobby that doesn't need to be corrected. But it even also needs to be improved.
Just like a hobby, then crossdressing can develop too. Maybe for the first time when doing crossdressing, we only used woman dress. Then we began to use woman shoes and accessories. Then finally we used makeup and wig too. Thus, at last we perfected this habit with things that actually belong to woman from hair to toe.
Side effect of crossdressing that perfected, someone can change the gender orientation. A funny thing about this is I ever read a comment in a social network that someone said "great, you're now a transgender !" to a person who used to be a crossdresser only. Though not certainly that someone has changed the gender orientation. Maybe someone has looked so perfectly as a woman, but in him self, he still feels as a real man. Remember an Indonesian proverb that says "dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu". In English, it means "the depth of the sea can be guessed, in heart who knows".
The reverse case of above is that someone said "Be careful, don't go any further ! You may become a woman" to a person who crossdress so perfectly. Like a friend of mine told that to me.
But if a person just does crossdressing in a simple way like just wear a woman dress but without using a woman shoes and makeup, someone else may tempt this person to perfect his crossdressing with a woman shoes and makeup.
But the other way around, crossdressing just like a hobby can end too. I ever read some blogs about someone who succeeded to stop crossdressing.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Happy ending
,
ladyboy
,
shemale
,
waria
Rabu, 30 Januari 2013
Ketiban durian runtuh
Mungkin itulah kata-kata yang tepat untukku. Ketika suatu sore aku belanja minyak dan makanan disuatu supermarket, di situ aku melihat ada obral pakaian wanita. Aku pun iseng-iseng melihat-lihat dan memilih-milih dengan cueknya. Kebetulan diskonnya 70 %, akupun akhirnya membeli kaos seperti yang dibawah ini.
Sesudah itu aku segera pergi ke bagian kebutuhan sehari-hari dan membeli apa-apa yang perlu. Kemudian aku membayar di kasir dan segera menuju ke pintu keluar. Tapi secara tak sengaja mataku menatap kotak obral dan ada kebaya warna putih disitu. Aku pun berpikir, sayang aku sudah punya kebaya warna putih lebih dari satu. Dan kebaya yang disitu pun aku lihat modelnya tidak beda jauh dari yang aku punya. Aku pun tak berniat untuk membelinya. Tapi tetap saja aku mampir ke situ. Ternyata ada kebaya lain berwarna biru hijau yang dijual disitu. Dengan segera aku lihat dan memeriksanya. Tak begitu lama aku pun segera memutuskan untuk membelinya. Karena ku pikir jika aku tidak mengambilnya saat itu juga, bisa-bisa diambil orang. Apalagi kebaya hijau itu tinggal satu kelihatannya. Diskonnya lumayan 30 %. Fotonya ada dibawah ini.
Esok paginya baru aku kepikiran kalau aku seperti mendapat durian runtuh. Tidak berniat untuk mencari apalagi berburu kebaya baru, tapi malah mendapatkan kebaya baru dengan harga diskon pula. Ini adalah kejadian kedua dimana aku secara tidak sengaja mendapatkan kebaya baru dengan harga obral tanpa bermaksud untuk berbelanja atau berburu kebaya. Kebaya yang satunya berwarna putih seperti dbawah ini.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
kebaya
,
Ketiban durian runtuh
,
ladyboy
,
shemale
,
waria
Sabtu, 19 Januari 2013
No pain no gain ?
No pain no gain artinya kurang lebih jika tidak ada pengorbanan, maka
tidak akan ada hasil yang dicapai. Sepertinya pepatah itu cocok
untukku jika sedang ngadi salira ngadi busono dengan kain kebaya.
Tapi kurang cocok untukku jika sedang berlintas busana dengan pakaian
mini.
Mengapa demikian ? Karena ketika sedang berlintas busana dengan pakaian mini, boleh dikata kalau hawa nafsuku hampir menghilang sama sekali atau kalau masih ada bisa dikatakan melemah sekali. Pada keadaan itu boleh dikata aku bisa merasa senang, rileks dan nyaman. Si adik pun bisa tenang-tenang saja, tidak tegang meronta-ronta atau ngiler bahkan sampai basah kuyup. Cuma dulu waktu pertama kalinya aku pakai pakaian mini, adikku ngiler. Tapi cuma sebatas itu, kemudian hawa nafsuku menghilang sendiri. Akibat selanjutnya karena hawa nafsuku tidak menggebu-gebu bankan boleh dibilang menghilang, maka akupun tidak cepat menjadi capai. Karena tidak terjadi perang pertempuran antara aku dan adikku. Jadi bisa dikata kalau aku tidak mengeluarkan pengorbanan tenaga ekstra untuk memenuhi tuntutan adikku tersayang. Tapi tetap saja aku bisa memperoleh kesenangan dan kebahagiaan serta perasaan rileks dan nyaman. Memang aku perlu berkorban waktu untuk makeup dan berpakaian, tapi pengorbanan itu boleh dikatakan sangat minim dan hasil yang didapat ternyata juga maksimal.
Tapi lain cerita waktu aku ngadi salira ngadi busono dengan kain kebaya. Biasanya begitu aku sudah berpakaian lengkap kain kebaya dan bersanggul, maka aku terpancing untuk menggoda adikku supaya bisa terangsang dan menegang. Kadang-kadang begitu sudah nyaris sampai dipuncak, sengaja ku tahan malahan aku rem supaya si adik tidak cepat sampai ke puncak. Dengan begitu aku bisa berlama-lama menikmati kesenangan ini. Akibat selanjutnya aku akan menjadi capai, karena hawa nafsuku yang menggebu-gebu menuntut untuk dilampiaskan. Jadi memang aku harus mengeluarkan pengorbanan yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula.
Mengapa demikian ? Karena ketika sedang berlintas busana dengan pakaian mini, boleh dikata kalau hawa nafsuku hampir menghilang sama sekali atau kalau masih ada bisa dikatakan melemah sekali. Pada keadaan itu boleh dikata aku bisa merasa senang, rileks dan nyaman. Si adik pun bisa tenang-tenang saja, tidak tegang meronta-ronta atau ngiler bahkan sampai basah kuyup. Cuma dulu waktu pertama kalinya aku pakai pakaian mini, adikku ngiler. Tapi cuma sebatas itu, kemudian hawa nafsuku menghilang sendiri. Akibat selanjutnya karena hawa nafsuku tidak menggebu-gebu bankan boleh dibilang menghilang, maka akupun tidak cepat menjadi capai. Karena tidak terjadi perang pertempuran antara aku dan adikku. Jadi bisa dikata kalau aku tidak mengeluarkan pengorbanan tenaga ekstra untuk memenuhi tuntutan adikku tersayang. Tapi tetap saja aku bisa memperoleh kesenangan dan kebahagiaan serta perasaan rileks dan nyaman. Memang aku perlu berkorban waktu untuk makeup dan berpakaian, tapi pengorbanan itu boleh dikatakan sangat minim dan hasil yang didapat ternyata juga maksimal.
Tapi lain cerita waktu aku ngadi salira ngadi busono dengan kain kebaya. Biasanya begitu aku sudah berpakaian lengkap kain kebaya dan bersanggul, maka aku terpancing untuk menggoda adikku supaya bisa terangsang dan menegang. Kadang-kadang begitu sudah nyaris sampai dipuncak, sengaja ku tahan malahan aku rem supaya si adik tidak cepat sampai ke puncak. Dengan begitu aku bisa berlama-lama menikmati kesenangan ini. Akibat selanjutnya aku akan menjadi capai, karena hawa nafsuku yang menggebu-gebu menuntut untuk dilampiaskan. Jadi memang aku harus mengeluarkan pengorbanan yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
kain kebaya
,
ladyboy
,
lintas busana
,
No pain no gain
,
shemale
,
si buyung
,
waria
Kamis, 17 Januari 2013
Serupa tapi tak sama

Apa pendapat anda jika melihat kedua gambar diatas ? Rekayasa atau foto benar-benar diambil dua kali dengan pakaian yang berbeda ?


Demikian juga dengan kedua gambar diatas yang mirip-mirip. Bedanya gambar yang dibawah tersenyum sedikit. Apakah ini rekayasa foto atau foto benar-benar diambil dua kali dengan pakaian yang berbeda ?
Jawabannya adalah foto benar-benar diambil dua kali dengan pakaian yang berbeda, tapi dalam satu hari. Sesi pertama adalah pemotretan dengan rok mini terusan hitam. Sesudah itu aku memakai kebaya dan kain terus dilanjutkan dengan pengambilan foto sesi kedua.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
ladyboy
,
pisang
,
Serupa tapi tak sama
,
shemale
,
waria
Minggu, 13 Januari 2013
Red dress and pink scarf
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
ladyboy
,
shemale
,
waria
,
woman in red
Selasa, 01 Januari 2013
Celebrating New Year in Ecuador with crossdressing ?
Yesterday when I was watching the show On the spot in Trans7, it turns out there is a unique way to celebrate the new year in Ecuador. Beside making the dolls as a symbol of the year that have passed, there is one more unique event that is the young men dressed like a woman. With dressed like that they take to the streets and act like dancing and trying to attract public attention. It can be seen in the video above at minute 1:57 to 2:57. It turns out the young man was acting as a widow abandoned by her husband and had to ask for money. Husband is a symbol of the year that has passed.
So beside the popular Halloween celebration in the United States that is very conducive for crossdressing, there was also a way for crossdressing in Ecuador in order to welcome the new year. If it was in Indonesia, you might be raided by the police
Bahasa Indonesia
Kemarin ketika aku menonton acara On the spot di Trans7, ternyata ada cara unik untuk merayakan tahun baru di Equador. Selain membuat boneka besar sebagai simbol dari tahun yang telah berlalu, ada satu acara yang lebih unik lagi yaitu para pemudanya berdandan seperti wanita. Dengan dandanan seperti itu pula mereka turun ke jalan dan beraksi seperti menari-nari serta berusaha untuk menarik perhatian publik. Hal ini dapat dilihat di video diatas pada menit 1:57 sampai 2:57. Ternyata para pemuda itu sedang berperan sebagai janda yang ditinggalkan oleh suaminya dan harus meminta-minta uang. Suami itu adalah lambang dari tahun yang telah berlalu.
Jadi selain perayaan Halloween yang populer di Amerika Serikat yang sangat kondusif untuk bercrossdressing, ternyata ada juga cara bercrossdressing di Equador dalam rangka menyambut tahun baru. Coba kalau di Indonesia, bisa-bisa di razia polisi.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Ecuador
,
New Year
,
On the spot
,
Trans7
,
Youtube
Minggu, 30 Desember 2012
Lintas busana di televisi
Beberapa tahun kemarin ada kritik tentang pembawa acara lelaki di
televisi yang tampil sebagai wanita atau tampil kewanita-wanitaan. Para
pengritik yang umumnya dari kalangan orang tua, pendidik dan agamawan
kuatir kalau acara yang dibawakan oleh host yang bersangkutan ditonton
oleh anak-anak kecil. Padahal anak kecil adalah peniru yang hebat dari
apa yang dilihat.
Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.
Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.
Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.
Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.
Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.
Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.
Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.
Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.
Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Hitam Putih
,
kain panjang
,
kebaya
,
kepo quiz
,
konde
,
lintas busana
,
sanggul
,
Trans7
Selasa, 05 Juni 2012
from chest to breast
When I was still a child, I had an unusual and strange habit beside crossdressing. It's massaging my breast while my other hand pouring it with water when I take a bath. I didn't know exactly the reason why I did it. That time I just thought that I like to have breast like a girl. In my thought it's a beautiful part of body which has beautiful and sensual curve. Not like boys who don't have a prominent part in the chest.
Yes by that time I already did crossdressing. But I couldn't access internet to search about that topic. Treatment to grow our breasts.
One funny thing according to me about it is decades after I became adult and can access internet to search topics about it. While many crossdressers do it to grow their breasts. Although they do it in different ways, but at least they still have same treatment with me that is massage. But vice versa, recently I almost never do it again.
Many of my friends suggested many different ways of therapies of treatment to grow breast. Begin with simple ways until complicated ways. Therapy with fun method like slapping our breasts and pinch our breasts. Simple and conventional method like massaging our breasts until drinking certain medicine, hormonal therapy and so on.
I like to read about it, but I just read it casually. Truly I'm just interested a bit. I prefer to choose the simple therapy like massaging our breasts. Beside, I think when we're crossdressing, we usually cover our body with bra and dress. Don't we ? So we can cover our breasts and make it look bigger than the original. Especially if we use bra that has foam or push up bra.
But whatever the method that we choose to grow our breasts, it all has the same purpose. Making our chest to become breast.
By the way, when I played the video above at my office, my female co worker who sits next to me saw it too and commented " What is it ? Excercise for breast ? ". I couldn't answered. I just smiled. Then hours later she played video about alternative medication using cupping vacuum banks. The treatment makes our skin ballooned in the place where the treatment takes place. So I commented what if our chest that get that treatment ? It surely can becomes breast. And my other friend commented that the treatment suits for girls.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
from chest to breast
,
ladyboy
,
Natalie Cranston
,
shemale
,
Youtube
Selasa, 15 Mei 2012
the show must go on
English
After I read a posting about a crossdresser who let himself get caught when he's doing crossdressing, I like to share my experience about it too.
Truly I also have a curious feeling what if someone see me in a women's dress with makeup too. I also have a thinking that I will confess it to my older sister. The one that who I already have told you many times in my postings. But I'm still not sure about telling the truth to my sister.
But several times I ever did show myself when doing crossdressing in front of my former neighbour. He's a boy who has a mental disorder, mental retardation.
First I want to say sorry to all of children who have mental disorder. I do not mean to insult, ridicule or disparage them. I even have sympathy for them. But I just think practically, because I presume that the boy will not be a valid eyewitness of me when I'm doing crossdressing.
Beside that I never bother him at all when I am showing myself in women's dress. I even never say something that ridiculed him. But the fact is the other way around of course. He ridiculed me and said that I am a sissy. He shouted among others, "sissy, sissy, beautiful, sissy !". The other time when I wore orange blouse, he shouted "yellow !, yellow !, sissy !". My feeling was not mad or angry, but I was a little glad. His words even turned me on. It burned my lust a little bit. Funny ! It happened when I was wearing traditional Javanese dress called kain kebaya.
One thing that makes me wonder is he knew that I am sissy. Thus, did he know the real me ? Did he know that I was one of his neighbours ? Did he know and recognize me when I wear my normal clothing ? Did he know that the person who wears normal clothing is the same person who wears women's dress ?
Maybe I should question myself about that and think all of the possibilities. What if he knew the real me and said it to his parents ? What if his parents believed him ? But in fact, I almost don't think about it at all. Rather than think about it, I think that the show must go on.
When I showed myself doing crossdressing in front of that boy, I did several things like this :
- I liked to walk and sway flirtatious on purpose with direction that approached him. That time we only separated by my front yard. He was on the street in front of my house.
- I smiled and waved him.
- I pretended to be shy and covered my mouth with woman handkerchief when he shouted at me " sissy ! sissy ! beautiful ! sissy !".
- I just stood in sexy position. A position that can show my curves.
Beside showing myself to a boy that I tell you above, I ever did show myself to people who pass in front of my house. That time it was still daylight. I was in front of my front door. And I did it on purpose. It happened when I was wearing traditional Javanese dress called kain kebaya.
The first one is a younger man who is an itinerant food trader. He turned his face and saw me for a while, showed me no expression except normal expression, no surprise. Then he passed my house.
The second one is a woman who looks older than me. She showed me the same expression as the first one. No expression, except normal expression, no surprise. Then she passed my house.
But the other times I also ever get caught when I was crossdressing by my neighbours. These times I didn't do it on purpose. Even I mean to do it carefully so I didn't get caught by others while I am doing crossdressing. It happened when I was wearing traditional Javanese dress called kain kebaya.
It was still early morning, I was standing on my porch. But the lights and the moon is enough to illuminate the situation around my house. Suddenly, my neighbour, a male who's older than me appear behind the wall that separate my house and his house. He seemed to look at me. Altough I was not very sure, but his face looked at my direction. My heart beat faster that time. He stared at me for a while, then he's gone. After he's gone, I dared to move and enter my house.
Then I thought, what happened the next time I meet him. In fact, he didn't change. He still talked to me as nothing happened. But when I was about to move house, he gave me advices " Don't like to be alone. Gathered with your neighbours and get married. It's not good for yourself. It can hurt yourself". Did he know the truth about me ? One funny thing about him is he advised me to get married, but he himself was not married yet. It's like an old saying that says "easier said than done".
But the show must go on. When I just moved to my new house. It was evening when I did crossdressing on my porch, but the lamp was enough to illuminate my porch. Suddenly the servant of my front house appeared and we only separated by the street. I think she saw me dressed in women's dress.
Then I worried, what will happen the next days ? But, there's nothing happened the next days.
Finally, early in this year, my crossdresser club held a gathering. But I can't attend that gathering. I feel sorry for myself, because I want to meet my friends who have the same hobby with me face to face. All this time I only knew them only via a social network on internet But I can't do it. I hope when they hold the next gathering , I will be able to attend that event.
Bahasa Indonesia
Setelah saya membaca sebuah posting tentang seorang crossdresser yang membiarkan dirinya tertangkap basah ketika dia melakukan crossdressing, saya ingin berbagi pengalaman saya tentang hal itu juga.
Sesungguhnya saya juga memiliki perasaan ingin tahu bagaimana jika seseorang melihat saya dalam pakaian perempuan dengan make up juga. Saya juga memiliki pemikiran bahwa saya akan mengaku kepada kakak perempuan saya. Seorang yang saya sudah ceritakan kepada anda banyak kali di posting-posting saya. Tapi saya masih tidak yakin tentang mengatakan yang sebenarnya kepada kakakku.
Tapi beberapa kali pernah saya melakukan menunjukkan diri ketika melakukan crossdressing di depan mantan tetangga saya. Dia anak yang memiliki gangguan mental, keterbelakangan mental.
Pertama saya ingin mengatakan maaf kepada semua anak yang mengalami gangguan mental. Saya tidak bermaksud untuk menghina, mengejek atau meremehkan mereka. Saya bahkan memiliki simpati untuk mereka. Tapi saya hanya berpikir praktis, karena saya menganggap bahwa anak itu tidak akan menjadi saksi mata yang valid dari saya ketika saya melakukan crossdressing.
Selain itu saya tidak pernah menganggu dia sama sekali ketika saya memamerkan diri dalam pakaian perempuan. Saya bahkan tidak pernah mengatakan sesuatu yang mengejek dia. Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya tentu saja. Dia mengejek saya dan berkata bahwa saya banci. Dia berteriak antara lain, "banci, banci, cantik, banci!". Waktu yang lain ketika saya mengenakan blus oranye, dia berteriak "kuning, kuning!!, Banci!". Perasaan saya tidak marah, tapi saya sedikit senang. Kata-katanya bahkan membangkitkan gairah saya di. Nafsu saya terbakar sedikit. Lucu ! Itu terjadi waktu saya mengenakan pakaian tradisional Jawa yang disebut kain kebaya.
Satu hal yang membuat saya heran adalah dia tahu bahwa saya banci. Jadi, tahukah dia diriku yang sebenarnya? Apakah dia tahu bahwa saya adalah salah satu tetangganya? Apakah ia tahu dan mengenal saya waktu saya mengenakan pakaian normal? Apakah dia tahu bahwa orang yang memakai pakaian normal adalah orang yang sama yang memakai baju perempuan?
Mungkin saya harus mempertanyakan diri sendiri tentang itu dan berpikir mengenai semua kemungkinannya. Bagaimana jika dia tahu diriku yang sebenarnya dan mengatakan kepada orang tuanya? Bagaimana jika orang tuanya percaya padanya? Namun pada kenyataannya, saya hampir tidak berpikir tentang hal itu sama sekali. Daripada berpikir tentang hal ini, saya berpikir bahwa pertunjukan harus terus berjalan.
Ketika saya menunjukkan diriku sendiri melakukan crossdressing di depan anak itu, saya melakukan beberapa hal seperti ini:
- Saya suka berjalan dan bergoyang genit dengan sengaja dengan arah yang mendekatinya. Waktu itu kami hanya dipisahkan oleh halaman depan. Dia berada di jalan di depan rumah saya.
- Saya tersenyum dan melambai padanya.
- Saya pura-pura malu dan menutup mulutku dengan sapu tangan wanita ketika dia berteriak pada saya "banci, banci! cantik! Banci!".
- Saya hanya berdiri dengan posisi seksi. Sebuah posisi yang dapat menunjukkan lekuk tubuh saya.
Selain memamerkan diri didepan anak yang saya katakan di atas, saya pernah memang menunjukkan diri kepada orang yang lewat di depan rumah saya. Waktu itu masih siang hari. Saya berada di depan pintu depan saya. Dan saya melakukannya dengan sengaja. Itu terjadi waktu saya mengenakan pakaian tradisional Jawa yang disebut kain kebaya.
Yang pertama adalah seorang pria muda yang adalah seorang pedagang makanan keliling. Dia memalingkan wajahnya dan melihat saya sebentar, tidak ada ekspresi kecuali ekspresi normal, tidak terkejut. Kemudian dia melewati rumah saya.
Yang kedua adalah seorang wanita yang terlihat lebih tua dari saya. Dia menunjukkan ekspresi yang sama seperti yang pertama. Tidak ada ekspresi, kecuali ekspresi normal, tidak terkejut. Kemudian dia melewati rumah saya.
Tapi kali lain saya juga pernah tertangkap ketika sedang crossdressing oleh tetangga saya. Kali ini saya tidak melakukannya dengan sengaja. Bahkan saya bermaksud untuk melakukannya hati-hati sehingga saya tidak tertangkap oleh orang lain saat saya melakukan crossdressing. Itu terjadi waktu saya mengenakan pakaian tradisional Jawa yang disebut kain kebaya.
Hari masih pagi, saya berdiri di beranda saya. Tapi lampu dan bulan sudah cukup untuk menerangi situasi di sekitar rumah saya. Tiba-tiba, tetangga saya, seorang laki-laki yang lebih tua dari saya muncul di belakang tembok yang memisahkan rumah saya dan rumahnya. Dia tampak menatapku. Meskipun saya tidak terlalu yakin, tapi wajahnya menatap ke arah saya. Jantungku berdetak lebih cepat waktu itu. Ia menatap padaku selama beberapa saat, kemudian dia pergi. Setelah dia pergi, saya baru berani bergerak dan masuk kedalam rumah saya kembali.
Lalu saya berpikir, apa yang terjadi lain kali saya bertemu dengannya. Ternyata, ia tidak berubah. Dia masih berbicara dengan saya seperti tidak ada yang terjadi. Tapi ketika saya hendak pindah rumah, ia memberi saya nasihat "Jangan suka menyendiri. Berkumpullah dengan tetangga dan menikahlah. Ini tidak baik untuk dirimu sendiri. Ini bisa merugikan dirimu sendiri". Apakah dia mengetahui kebenaran tentang saya? Satu hal lucu tentang dia adalah dia menyarankan saya untuk menikah, tetapi ia sendiri belum menikah. Ini seperti pepatah lama yang mengatakan "lebih mudah berkata daripada melakukan".
Tapi pertunjukan harus terus berjalan. Ketika saya baru saja pindah ke rumah baru saya.Itu adalah malam ketika saya crossdressing di teras saya, tapi lampu cukup untuk menerangi terasku. Tiba-tiba pelayan rumah depan saya muncul dan kami hanya dipisahkan oleh jalan. Saya pikir dia melihat saya mengenakan pakaian perempuan.
Lalu saya khawatir, apa yang akan terjadi hari-hari berikutnya? Tapi, tidak ada yang terjadi hari-hari berikutnya.
Akhirnya, di awal tahun ini, klub crossdresser saya menyelenggarakan acara Gathering. Tapi saya tidak bisa menghadiri pertemuan itu. Saya merasa kasihan pada diriku sendiri, karena saya ingin bertemu teman-teman saya yang memiliki hobi yang sama dengan saya muka dengan muka. Selama ini saya hanya tahu mereka hanya melalui jaringan sosial di internet Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya berharap ketika mereka menyelenggarakan pertemuan berikutnya, saya akan dapat menghadiri acara itu.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
kain kebaya
,
ladyboy
,
shemale
,
the show must go on
,
Three Dog Nite
,
Youtube
Jumat, 11 Mei 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Underneath Your Clothes
For some crossdressers, I don't know why they can say about the dress they used when they do crossdressing that they ( the dresses ) are just clothes. Here's some possibilities why they become crossdressers who can say that :
- Maybe they are not people who like to be picky.
- Maybe they like whatever dress as long as it is a women 's dress.
- Maybe they don't have so much knowledge about women's dress.
- Maybe they don't have taste about women's dress.
- Maybe they do it carelessly, because it is just a moonlighting hobby.
- Maybe they just say it carelessly
But I have different opinion about it. First time I became a crossdresser, only Javanese blouse that called kebaya that interest me. I used it with batik cloth that wrap around my leg until my waist or my hip.
I didn't know what courage that makes me dare to buy women's dress for me by myself. I did it since I was in college. The first time I bought was a batik cloth. Then I bought Javanese blouse kebaya. Maybe I was lucky that time, because the seller didn't have any suspicion about me. Or maybe I wasn't sensitive about that. The question that they asked was for whom ? And I just answered it with stereotype answer like for my sister or my friend.
But recently I also interested with other kind of women's dress such as mini skirt. I can be said as picky if it related to women's dress. I ever had an experience. I have to go back to the store the next day to exchange the dress I bought the day before. I still did it with reason to buy a dress for a friend.
I didn't know the truth whether the sellers know that I buy the dress for me or not. Maybe they just try to be polite with their customers. Maybe they didn't know the truth that I bought it for myself. But whatever happened, the transaction still went smoothly. And I didn't have to be ashamed of it. In business, maybe we can say about it as win-win solution.
But I still have admiration for crossdressers who buy women's dress by themselves and try it at the store. The almost same thing that I did it was I try women's shoes at the store. And I was lucky, because the seller didn't ask me any questions.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
ladyboy
,
Shakira
,
shemale
,
Underneath Your Clothes
,
Youtube
Jumat, 04 Mei 2012
Sexual healing
Anda semua tentu sudah mengenal pengobatan alternatif. Suatu teknik pengobatan diluar jalur pengobatan resmi seperti dokter dan obat-obatan barat.
Ada banyak macam pengobatan alternatif. Seperti pijat, gurah, tusuk jarum dan lain sebagainya. Saya sendiri kadang-kadang juga pijat refleksi untuk menghilangkan capai-capai dan katanya juga dapat mennyembuhkan penyakit-penyakit serta melancarkan peredaran darah.
Tapi disamping itu saya juga punya cara penyembuhan alternatif dengan gaya saya sendiri. Ini saya namakan sexual healing.
Pengobatan ini mungkin hanya cocok untuk diri saya sendiri. Biasanya efektif dan cocok untuk penyakit ringan seperti masuk angin, perut kembung, sakit kepala dan yang sejenisnya.
Caranya adalah waktu saya merasakan badan saya kurang enak seperti masuk angin, maka saya melakukan crossdressing khususnya dengan pakaian kain kebaya lengkap dengan sanggul dan stagennya.
Dengan pakaian serapat itu, saya akan merasa hangat dan mungkin gerah. Saya akan berkeringat dan mungkin ini yang menyebabkan pernyakit saya juga keluar bersama dengan keringat itu. Demikian juga dengan suhu badan yang agak hangat akan turun bersama dengan keluarnya keringat.
Perut kembung akan hilang karena perut dililit dengan sangat eratnya oleh stagen. Cuma sehabis terapi ini kadang perut bisa merasa lapar.
Badan yang merasa tidak enak karena penyakitpun bisa akan hilang, karena pikiran dan perasaan yang senang sewaktu crossdressing. Cuma kadang sehabis terapi ini badan bisa jadi merasa capai.
Sakit kepalapun bisa hilang juga dengan dipasangnya sanggul dibelakang kepala. Untuk yang satu ini, saya kurang tahu logikanya. Mungkin dengan diikatnya rambut belakang kita dengan kencang dan ditambah dengan jepit rambut yang tertancap dengan kencang juga di kepala, maka kepala seperti dipijat. Kemudian juga ditambah dengan pemberat sanggul.
Jadi kalau dipikir-pikir, jarikan ( istilah orang Jawa untuk menyebut orang yang memakai kain kebaya ) itu bisa dianggap seperti candu / obat / drug untuk mengobati penyakit tertentu. Logikanya, perasaan sakit dan tidak enak serta tidak nyaman sebagai akibat dari penyakit dapat dihilangkan atau dikurangi atau dialihkan dan diganti dengan perasaan senang dan hasrat serta gairah akan pakaian kain kebaya itu.
Sebagai akibatnya, saya akan merasa lebih enak dan lebih sehat serta penyakit saya pun berkurang atau malah hilang. Walaupun cuma untuk sementara waktu. Kadang besoknya penyakit itu datang kembali.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
kain
,
kebaya
,
ladyboy
,
Sexual healing
,
shemale
,
traditional sexual healing
,
Youtube
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


























