tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label Make Over. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Make Over. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Festival kuil / Temple festival


Begitu melihat dan tahu festival ini di acara Suka-suka Kompastv, saya langsung terkejut. Ternyata acara yang berlangsung di India ini diikuti oleh para pria yang berdandan persis seperti perempuan India dengan sari dan makeupnya. Dandanan dan pakaian merekapun tidak asal-asalan saja, tapi betul-betul rapi dan sempurna seperti layaknya kalau seorang pria di makeover oleh ahli kecantikan. Hingga menjelma menjadi wanita sempurna. Mereka pun tidak ada yang senyum-senyum atau tertawa-tawa  karena geli dengan pakaian dan dandanan mereka sendiri. Ataupun saling mengejek satu sama lain. Tapi layaknya sebuah upacara ritual agama, semua dan segala sesuatunya berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Tujuannya adalah untuk memenuhi nazar dan menyenangkan dewi. Prinsipnya adalah kalau dewi yang disembah bahagia, maka ia akan meluluskan permintaan kita. Jadi acara ini mestinya berlangsung secara sakral. Tapi komentar pembawa acaranya lain. Begitu mulai ditayangkan langsung berkomentar kalau ini bukan di Taman Lawang. Untuk diketahui bahwa Taman Lawang adalah nama sebuah tempat prostitusi untuk waria di Jakarta. Kemudian masih ditambah kalau selain bisa membahagiakan dewi juga bisa memenuhi hasrat dan keinginan sendiri.

English

One look and knew this festival in Suka-suka KompasTV event, I was immediately shocked. It turns out that the event took place in India is followed by the men who dress exactly like the Indian women with saree and  their makeup. Their dress and clothing also do not perfunctory, but really neat and perfect like when a man in a makeover by beauty experts. Until transformed into a perfect woman. None of them  smiles or laughs because it amused with their own clothes and makeup. Or teasing each other. But like a religious ritual, all and everything takes place in an orderly and solemn.

The goal is to fulfill their vows  and to please the goddess. The principle is if the Goddess who we worship happy, then she will pass our request. So this event should occured  sacred. But the host's comments are different. When began airing immediately commented that this was not at Taman Lawang.  Please be aware that Taman Lawang is the name of a place of prostitution for transvestites in Jakarta. Then they added that beside it can pleases their goddess, they can also fulfill their own desires and wishes.

Sabtu, 19 Mei 2012

sebelum dan sesudah menjadi ladyboy cantik

sebelum


sesudah


Di Kompastv akhir-akhir ini baru ramai-ramainya acara yang bernuansa humor standup comedy. Ada lebih dari 1 acara, bahkan sampai ada 4 acara. Kelakar, Ala Ryan, Comic Action dan 189 Derajat.  Masing-masing punya host yang seorang komik.

Kemarin di acara Ala Ryan, temanya adalah Make Over. Begitu aku mendengar tema  dan bintang tamunya adalah dokter Boyke serta dokter Sonia Wibisono. Aku langsung jadi tertarik dan tv pun tidak jadi aku matikan.

Aku pikir temanya saja sudah nyerempet-nyerempet salah satu hobiku dan hobi kaumku. Apalagi bintang tamunya yang seorang juga mirip-mirip dengan kita. Gaya bicaranya dan gerak-geriknya. Sebenarnya bukan cuma salah satu bintang tamunya yang mirip dengan kita, tapi yang seorang memang asli cewek kayak kita. Lagi pula cantik. Jadi bisa dikatakan kedua bintang tamunya sama dengan kita.

Betul juga begitu mendapat kesempatan open mic, dokter yang pakai kacamata itu bicaranya langsung nyerempet-nyerempet. Katanya kalau pasien yang datang cowok, seringnya mengeluh perihal persenjataannya. Mulai dari kurang panjang, kurang besar sampai kurang hitam.  Kalau pasien yang datang cewek, seringnya mengeluh kalau sekarang jadi kayak jalan tol yang kelebaran.

Sampai akhirnya waktu giliran game speak up, si dokter itu bilang "percuma kalau sudah di make over, tapi masih nggak bisa berdiri". Kalau kalimat itu sih buat aku, memang cocok. Kalau sudah di make over, harusnya sudah tidak bisa berdiri. Masak sudah di make over mahal-mahal, masih bisa berdiri juga.

Omong-omong si dokter yang satu ini, tepatnya si  doktor  ini memang sesuai dengan namanya,  sukanya ngodok yang kotor-kotor. Meminjam lawakannya warkop DKI dulu.

Tapi si dokter yang satu ini walaupun ngomongnya sudah dibantu sampai nyerempet-nyerempet, akhirnya masih kalah juga di game speak up dan harus masuk ke wall of shame.