tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label Youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Youtube. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Susi vs Suzi

Pada pelantikan menteri Kabinet Kerja Jokowi tanggal 27 Oktober lalu tampak ada beberapa hal yang menonjol. Ada 8 orang menteri wanita. Ada seorang guru besar perempuan pertama dari Papua yang bernama Yohana Susana Yembise. Tapi selain itu disaat para menteri wanita yang lain memakai baju batik dan  celana panjang atau rok panjang, ternyata ada juga  seorang menteri yang memakai kebaya dan kain jarik serta memakai sanggul. Ia memakai kaca mata warna gelap pula. Dia adalah Susi Pudjiastuti. Menteri kelautan dan perikanan kita.

Tak ayal sehabis pelantikan itu, media pun segera menyoroti penampilan dan dandanannya. Tidak berhenti sampai disitu saja, tapi media juga mengulas kembali kehidupan dan gaya hidupnya yang nyentrik serta suka merokok. Bisa dibilang kalau ia jadi sasaran empuk pers media. Apalagi kehidupannya  seperti seorang "pemberontak", pendobrak norma-norma yang ada.


Tapi jauh sebelum itu, beberapa dekade sebelumnya ternyata ada juga seorang Susi yang juga pemberontak. Tapi nama Susi nya memakai huruf  "z" di huruf ketiganya. Ia adalah Suzi Quatro. Tapi ia tidak hidup di Indonesia, ia hidup di Amerika. Suzi yang ini juga seorang pemberontak dan pendobrak di masanya. Ia adalah seorang penyanyi dan pamain bass rock dimasa itu. Dimasa dimana masih jarang ada seorang wanita menyanyi rock.


Walaupun  Suzi Quatro ini adalah seorang rocker, tapi kecantikannya tidak diragukan lagi dan tidak kalah bila dibandingkan dengan artis-artis cewek pada umumnya. Demikian pula dengan Susi Pudjiastuti walaupun usianya hampir setengah abad, tapi kecantikannya juga masih terpancar dari wajahnya.

Tubuh si rocker Suzi ini pun mungil bukannya gagah perkasa seperti rocker pria. Demikian pula dengan Sri Pudjiastuti, walaupun tidak mungil tapi tubuhnya cukup singset. Apalagi waktu beliau memakai kebaya.

Suara kedua wanita ini pun berbeda dan punya kekhasannya sendiri-sendiri. Suzi Quatro walaupun seorang rocker, suaranya tidak berat dan serak. Tapi melengking tinggi. Sebaliknya walaupun Susi Pudjiastuti adalah seorang executive dan bukan seorang rocker, tapi suaranya berat dan serak.

Suzi Quatro dikenal  nyentrik dalam hal berbusana. Karena hampir selalu memakai outfit pullover tertutup dari kulit yang menutup tangan dan kakinya, sehingga sebagian orang menduga kalau tubuhnya tidak mulus dan perlu ditutup dengan pakaian. Walaupun pada akhirnya Suzi membuktikan kalau tubuhnya mulus dengan mamakai pakaian minim.
Suzi in leather outfit
Suzi wore bra and panty
 
Maka sebaliknya dengan Susi Pudjiastuti, dalam hal berbusana ia  tidak eksentrik tapi malah menunjukkan keanggunannya dengan sering berkain kebaya.  Busana tertutup dan sopan, seolah-olah mau menutupi tubuhnya. Memang  ternyata tubuhnya tidak mulus, tapi bertattoo dikakinya. Dan ia malah menunjukkan tattoo yang ada dikakinya dengan memakai jarik yang tersingkap tinggi.
Tato-Susi-Pudjiastuti
Kalau Suzi Quatro lebih sering memakai celana panjang, karena memang sesuai dengan bidang musik rock yang digelutinya yang pada umumnya lebih sering digeluti para pria. Maka Susi Pudjiastuti lebih sering memakai kebaya pada acara-acara formal yang dihadirinya. disaat yang bersamaan dimana para executive lebih sering menghindari memakai kebaya.

Kalau dulu Suzi Quatro merupakan satu salah perintis  penyanyi rock wanita dan sekaligus seorang pejuang emansipasi wanita di bidang musik rock, tapi sekalipun begitu tidak ada suara-suara minor  yang mengatakannya sebagai orang gila. Maka Susi Pudjiastuti walaupun bukan seorang menteri wanita yang pertama di Indonesia, tapi sebagian orang mengatakannya sebagai "orang gila" termasuk dirinya sendiri sewaktu ia ditawari untuk menjadi menteri oleh Jokowi. Karena tingkah lakunya yang nyentrik. belum lagi kebiasaannya merokok. Nada-nada sumbang pun terdengar seiring pengangkatannya menjadi menteri. Apalagi latar belakang pendidikannya cuma SMP.

Kalau dulu Suzi Quatro boleh dibilang sebagai revolusi mental untuk seorang wanita sebagai penyanyi rock, maka Susi Pudjiastuti boleh dibilang sebagai hasil revolusi mental dari Jokowi. Begitulah paling tidak pandangan  minor dari pers. Bahkan seorang gembong juru kampanye koalisi KMP yang jadi rival Jokowi sewaktu Pilpres ikut mengatakan kalau perlu ada menteri yang bertattoo.

Tapi diluar semuanya itu seperti halnya Suzi Quatro yang pernah meraih beberapa penghargaan di masanya, Susi Pudjiastuti pun adalah seorang wanita yang berprestasi tinggi khsususnya di bidang bisnis dan pernah meraih berbagai penghargaan di Indonesia. Gebrakannya sangat diharapkan untuk menata kembali kelautan dan perikanan di Indonesia. Semoga bapak presiden kita tidak salah pilih orang untuk diangkat menjadi menteri kelautan dan perikanan. Selamat bekerja sambil menguri-uri busana nasional kita. Salam tiga jari ! SelamA-LAManya Tetap Ingin GAya dengan  JARIk !

Rabu, 29 Oktober 2014

Tips memasang jarik jawa


Sedikit catatan untuk judul posting yang kelihatannya aneh.  Judul saya samakan dengan judul videonya untuk mengapresiasi videonya. Walaupun saya sendiri kurang sreg dengan judul itu. Kelihatannya lebih tepat dan sesuai  jika judulnya diganti dengan "Tips memakai jarik jawa". Karena kata "memasang" lebih cocok untuk memasang lampu, memasang sanggul. Dan jarik  tidak dipasang, tapi dipakai.

Senin, 07 April 2014

Agnes mo jarikan

Itu kata-kata gaul yang dipakai jika Agnes mau pakai kain kebaya. Tapi yang ini, Agnse Mo jarikan betulan. Artinya Agnes Monica pakai jarik  betulan entah jarik itu  asli kain batik lembaran atau sudah dijahit menjadi rok panjang.  Jariknya berupa batik prada atau keemasan. Sekilas mirip dengan busana tradisional Thai. Tapi Agnes tidak memakai kebaya sebagai atasannya, melainkan hanya memakai kemben. Pantas  dan sexy juga melihat Agnes memakai pakaian demikian.

Lucunya waktu tampil di acara Hitam Putih, Agnes bilang kalau dia memakai kebaya di video tersebut. Padahal yang dipakai bukan kebaya tapi kemben. Mungkin ia tidak bisa membedakan mana yang  kebaya mana yang kemben.  Asalkan busana daerah wanita Jawa, maka dibilang kebaya. Menurut pandangan  saya, seabsurd-absurdnya kebaya modern pasti masih mempunyai lengan entah itu panjang atau pendek dan masih mempunyai bahu sekalipun hanya sedikit seperti pakaian off shoulder. Tapi jika dianggap sebagai langkah awal dalam hal belajar mengenal dan mencintai busana tradisional kita, Agnes perlu diacungi jempol.

Foto-foto ini saya ambil dari video Agnes Monica yang berjudul Coke Bottle. Sayangnya adegan dimana Agnes Monica memakai jarik hanya ada beberapa shoot saja.





Selasa, 17 September 2013

Resepsi

Adalah 2 saudara, keduanya sama-sama perempuan dan masih gadis. Umur mereka tidak berbeda jauh, hanya berselisih 3 tahun. Keduanya sama-sama cantiknya dan ukuran badan mereka juga sama. Suatu hari mereka mau pergi ke pesta pernikahan mewakili orang tua mereka. Karena kedua orang tua mereka berhalangan dan tidak bisa ikut pergi bersama mereka.

Kebetulan pakaian yang siap dipakai untuk pergi ke pesta hanya ada dua macam. Celakanya yang satu berupa kain kebaya, sedangkan yang lainnya adalah strapless mini dress. Tentu mereka berdua berebut untuk memilih memakai rok mini daripada memakai kain kebaya, karena selera mereka yang seperti pada umumnya seorang gadis modern.

Si adik merasa di atas angin, karena lebih muda. Maka ia usul begini pada kakaknya, "Kak, kamu saja yang pakai kain kebaya. Kakak kan lebih tua, jadi lebih pantas". Si kakak diam tidak bisa menjawab. Tapi sebentar kemudian si kakak mendapat dalih dan bisa menjawab, "Dik, kamu yang lebih muda harus mengalah sama yang lebih tua. Kamu saja yang pakai kain kebaya. Tidak apa-apa, kok". Dia masih mengimbuhi begini, "Kamu pantas kok  pakai kain kebaya. Nanti kakak sama mama  bantu kamu memakaikan kainnya sama menyanggul rambutmu. Kalau kamu takut jatuh, jalannya pelan-pelan saja, nanti kakak pegangi ". Tapi tetap saja keduanya tidak ada yang mengalah.

Setelah berselisih lama. Usul punya usul,  mereka pingsut. Yang kalah harus memakai kain kebaya. Hasilnya si adik kalah, maka ia pun harus memakai kain kebaya. Kebetulan si ibu datang, maka ia pun membantu anaknya yang kecil memakai sanggul serta kain kebaya. Si adik walau cemberut dan tidak terima, tapi hanya bisa pasrah dan cemberut.

Tak lama kemudian kedua anak itu sudah selesai berdandan dan siap pergi ke pesta. Tapi si adik yang sudah bersanggul dan berkain kebaya mulai rewel dan ngambek, karena sudah merasakan bagaimana rasanya bersanggul serta berkain kebaya. Sekali lagi ia mengeluh, "Mam, biar kakak saja yang berkain kebaya. Kakak kan sudah tua, jadi lebih pantas pakai kain kebaya".

Ceritanya cukup sampai disini. Sekarang seandainya anda berada di posisi  salah satu dari 2 bersaudara itu. Pakaian manakah yang akan anda pilih ? Kain kebaya yang dulu pernah menjadi pakaian pesta nasional dan sekarang masih menjadi busana nasional serta merupakan sebuah pakaian yang menunjukkan kesopanan dan keanggunan bangsa Indonesia sebagai bangsa Timur. Atau strapless mini dress yang merupakan pakaian pesta modern dan praktis serta menunjukkan era globalisasi ?

Seandainya anda berada pada posisi si adik apakah anda akan mengalah kepada si kakak dan memakai kain kebaya meskipun anda sendiri tidak menyukainya ? Atau anda akan memakai strapless mini dress dengan berdalih bahwa anda lebih muda dan yang lebih tua lah yang pantas memakai kain kebaya ?

Seandainya anda berada pada posisi si kakak apakah anda akan menerima dalih si adik dan memakai kain kebaya meskipun anda sendiri tidak menyukainya ? Atau anda akan memakai strapless mini dress dengan berdalih bahwa yang muda harus mengalah pada yang lebih tua ?


kondangan

Minggu, 15 September 2013

Ketawa sampai mati ala BDSM ( Die laughing ala BDSM )




Digelitik adalah merupakan suatu kenikmatan bagi mereka yang tidak tahan geli. Tapi bagi mereka yang tahan geli, tentu saja ini tidak ada artinya sama sekali.

Bagi mereka yang tidak tahan geli, digelitik dapat merangsang syaraf mereka hingga akhirnya sampai ke pusat syaraf dan membuat mereka tertawa.  Sedangkan tertawa seperti yang kita ketahui adalah salah satu obat mujarab bagi stress. Tapi walaupun demikian, mereka yang tidak tahan geli pada umumnya menolak jika digelitik.

Menolak, menghindar bahkan mungkin sampai meronta-ronta melepaskan diri dari yang menggelitik. Jika pada keadaan umum dimana mereka yang tidak tahan geli digelitik dalam keadaan bebas, maka mereka dengan mudah dapat melepaskan diri. Tapi bagaimana jika mereka yang tidak tahan geli digelitik dalam keadaan terikat dan tidak bisa melarikan diri ? Itulah yang terjadi di video-video diatas.

Kalau pada permainan BDSM umumnya si submissive diikat dan berusaha melepaskan diri dari ikatan atau mungkin juga hanya pasrah diam tapi senang. Maka bagaimana jika si submissive yang tidak tahan geli diikat kemudian digelitik ? Bagi si submissive yang pada mulanya meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri dari ikatan, maka usahanya untuk melepaskan diri dari ikatan akan terhenti dan berganti dengan kegelian dan tertawa-tawa. Sedangkan bagi si submissive yang pada mulanya hanya pasrah diam tapi senang, maka kegelian ini bisa jadi menambah kenikmatan pada waktu diikat.


English

Tickled is a delight for those who can not stand ticklish. But for those who can hold ticklish, of course this has no meaning at all.

For those who can not stand ticklish, tickled can stimulate their nerve to finally get to the central nervous and make them laugh. While laughing as we all know is one panacea for stress. But even so, those who can not stand ticklish generally refuse to be tickled.

Refused, perhaps even  avoid,  thrashing to escape from the tickling. If in the general circumstances in which those who can not stand being tickled in a free state, then they can easily escape. But what if they who are not resistant amused tickled in a bound state and can not escape? That's what happens in the videos above.

If in  BDSM  game  generally the submissive tied up and tried to break away from the bonds or might as well just surrender keep silent but happy. So what if the submissive who can not stand the ticklish tied then tickled ? For the submissive who initially struggled and tried to break away from the bonds, then the attempt to break away from the bonds will be stopped and replaced with tickled and laughing. As for the submissive who just resigned initially silent but happy, then this  tickled could be add pleasure when tied.

Rabu, 11 September 2013

Pahlawan tanpa nama ( Hero without a name )


Melihat video animasi diatas, kita tidak tahu apakah yang tergantung dan terikat itu adalah si baik atau si jahat. Kita juga tidak tahu apakah penembak menembakkan pelurunya ke tali atau ke tubuh yang tergantung.

Kita mungkin akan bersimpati jika yang tergantung dan terikat adalah si baik dan bukan si jahat. Istilah lainnya adalah pahlawan. Sekalipun tidak dikenal. Dan memang Indonesia mempunyai beberapa pahlawan wanita. Kalau Perancis mempunyai Joan of Arc yang mati dibakar, maka Indonesia juga punya pahlawan-pahlawan wanita seperti Cut Nyak Din, Kartini dan Dewi Sartika. Dari yang secara fisik mengangkat senjata melawan penjajah sampai yang lebih mengutamakan pendidikan dan persamaan derajat.

Hasilnya seperti  sekarang ini sebagaimana sudah kita ketahui bersama. Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan dan wanita memang sudah mempunyai kedudukan yang sama dengan pria.

Itu yang terlihat  secara umum, di Indonesia wanita  sudah mempunyai kedudukan yang sama dengan pria.  Tapi kasus-kasus Kekerasan  Dalam Rumah Tangga masih saja terjadi. Dan itu umumnya menimpa pihak wanita dan anak-anak. Belum lagi wanita yang memang punya kelainan sexual dan cenderung menyukai kekerasan dalam menjalin percintaan. Nah, apakah mereka juga layak disebut sebagai pahlawan-pahlawan tanpa nama ?

English
Watch animation video above, we do not know whether the person who hanged and bound it is the good or the evil one. We also do not know whether the shooter fired a bullet to the rope or into the body who hanged.

We may be sympathetic if the person who hanged  and bound is the good and not the evil. Other term is hero. Although it is not known. And indeed Indonesia has  heroines. If France have Joan of Arc who was burned to death, then Indonesia also have female heroines such as Cut Nyak Din, Kartini and Dewi Sartika. Of the physically take up arms against the invaders until  more concentrated on education and equality.

The result is like  now, as we all know. Indonesia is already free from colonialism and women already have equal footing with men.

It is that  seen  in general, women in Indonesia already has an equal footing with men. But cases of domestic violence still happened. And  generally afflict the women and children. Not to mention the women who did have a sexual disorder and tend to like violence  in making romance braid. Well, if they are also worth mentioning as heroes without a name?


Which one do you prefer if you’re in the position of the picture above ? The dominant in mini dress or the submissive in Javanese traditional costume ?

Rabu, 04 September 2013

Chain reaction





One thing that I don't understand when I watch a video of BDSM.  When the submissive  didn't being tied up yet,  the submissive was very sweet and romantic with the dominant. Sometimes the submissive himself  / herself  asked to be tied up by the dominant. But after being tied up, some different reactions might appear.

The reaction varies from spoiled and teased reaction until angry and wild reaction.  Like this :
  1. The submissive smiled and seduced us who watched the video and even to pose so sexy on bed while being hogtied as if trying to invite us to accompany her on bed.
  2. The  submissive shows the expression of being happy although they tried to release themselves  from the bound.
  3. The submissive shows the expression of helpless, dislike and trying to release themselves  from the bound.
  4. The submissive is angry and trying hard to release themselves  from the bound.
In spite of all, isn't the beginning of this game coming from the same origin ? But how the reaction that appear can be varied ? Like the law of supply and demand in Economy.  The demand was fulfilled if there's supply that's enough to meet the demand. Otherwise the supplies also can be well channeled and not wasted in vain if there's enough demands.

The demand in this case could  be the desire to be tied  up or the desire to tie someone. And the supply in this case could be the supply to be a person that tied up or a person who could tie someone that need to be tied up. So the demand to be tied up meet the supply to tie someone. Or the demand to tie someone meet the supply in someone who needs to be tied up.

Theoretically, the submissive who bears the burden to be tied up and suffer from the action that the dominant does must not complain or even angry, because the demand was fulfilled. But the fact, like in economy the customer can complain, because of the quality of the supply.  Likewise  in the videos that I watched. Whether it's real or they just act as if. They complain and even angry. There's some reasons why the submissive complain and even angry :
  1. The submissive is just beginner who even never do this before.
  2. The submissive gets excessive treatment from the dominant.
  3. The submissive just act like an actor / actress in movie.
That's the similarity between bondage game and economy. Both have demand and supply. And the reaction of one side can be varied depend on the response of the other side.

I myself have  my favorite scenes of BDSM videos. That is  :
  1. The submissive  thrashing and whining meanwhile trying to escape from bondage.
  2. The submissive  moaning pleasure and tease and surrender not try to escape.
  3. The submissive tickled by the dominant.

Bahasa Indonesia

Satu hal yang saya tidak mengerti ketika saya menonton video BDSM. Ketika si submissive belum diikat,  si submissive  sangat manis dan romantis dengan si dominan. Kadang-kadang si submissive sendiri yang  minta untuk diikat oleh si dominan. Tapi setelah diikat, beberapa reaksi yang berbeda bisa muncul.

Reaksi bervariasi dari manja dan menggoda sampai reaksi marah dan liar. Seperti ini:
  1. Si submissive  tersenyum dan menggoda kita yang menonton video dan bahkan berpose sangat seksi di tempat tidur sambil dihogtied seakan mencoba mengajak kita untuk menemaninya di tempat tidur.
  2. Si submissive  menunjukkan ekspresi bahagia meskipun mereka mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan.
  3. Si submissive  menunjukkan ekspresi tak berdaya, tidak suka dan berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan.
  4. Si submissive  marah dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari ikatan.
Terlepas dari semua ini, bukankah  awal permainan ini berasal dari asal yang sama? Tapi bagaimana reaksi yang muncul bisa bervariasi? Seperti hukum penawaran dan permintaan di Ekonomi. Permintaan itu dipenuhi jika ada pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan. Sebaliknya  supplies juga dapat disalurkan dengan baik dan tidak terbuang sia-sia jika ada cukup permintaan.

Permintaan dalam hal ini bisa menjadi keinginan untuk diikat atau keinginan untuk mengikat seseorang. Dan pasokan dalam hal ini bisa menjadi pasokan untuk menjadi orang yang diikat atau orang yang bisa mengikat seseorang yang perlu diikat. Sehingga permintaan untuk diikat memenuhi penawaran untuk mengikat seseorang. Atau permintaan untuk mengikat seseorang memenuhi panawaran pada seseorang yang perlu diikat.

Secara teoritis, si submissive yang menanggung beban  harus diikat dan menderita dari tindakan dominan tidak harus mengeluh atau bahkan marah, karena permintaannya terpenuhi. Tapi kenyataannya, seperti dalam ekonomi pelanggan bisa mengeluh, karena kualitas pasokan. Demikian juga dalam video yang saya tonton. Apakah itu nyata atau mereka hanya bertindak seolah-olah. Mereka mengeluh dan bahkan marah. Ada beberapa alasan mengapa si submissive mengeluh dan bahkan marah:
  1. Si submissive hanya seorang pemula yang bahkan tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.
  2. Si submissive mendapat perlakuan berlebihan dari dominan.
  3. Si submissive hanya bertindak seperti seorang aktor / aktris dalam film.
Itulah kesamaan antara permainan bondage dan ekonomi. Keduanya memiliki permintaan dan penawaran. Dan reaksi dari satu pihak dapat bervariasi tergantung pada respon dari pihak lain.

Saya sendiri memiliki  adegan  favoritku dari video BDSM. Yaitu :
  1.  Si korban yang meronta-ronta sambil merintih-rintih dan berusaha melepaskan diri dari ikatan.
  2. Si korban yang malah merintih kenikmatan dan menggoda serta pasrah tidak berusaha melepaskan diri.
  3. Si korban digelitiki oleh si dominant.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Self bondage

BDSM memang seperti  dua sisi mata uang bagi mereka yang berposisi sebagai  si submissive atau slave. Disatu sisi sudah barang tentu akan memuaskan nafsu yang bersangkutan. Tapi disisi lain bukan tak mungkin si submissive harus rela berkorban mulai dari pengorbanan yang kecil sampai pengorbanan yang besar.

Paling tidak fisiknya capai, karena harus dibondage.  Kalau hanya tangannya saja yang diikat kebelakang mungkin tidak begitu capai. Tapi kalau diikat dengan cukup atau sangat kencang, maka  bukan tidak mungkin tangan akan jadi sakit atau paling tidak sedikit sakit.  Belum lagi kalau kakinya juga ikut diikat dan terus dihogtie atau digantung. Badan bisa capai, karena harus dalam posisi seperti itu. Selain itu mulut kadang-kadang juga digagged.

Disamping itu masih ada juga perlakuan-perlakuan ekstra seperti digelitik. Itu mungkin yang paling ringan. Lalu dilelehi dengan cairan lilin. Bagian tubuh tertentu dijepit. Dicambuk. Ataupun sampai anal atau oral dimasuki sesuatu. Disinilah pengorbanan yang ekstra besar diperlukan.

Untuk itulah, maka dalam permainan BDSM si submissive harus betul-betul mengenali pasangannya yang bertindak sebagai dominant. Karena besarnya resiko yang harus ditanggung oleh si submissive. Disamping itu,  permainan ini juga rentan untuk diselewengkan menjadi permainan yang penuh kekerasan oleh si dominant, karena memang hanya beda tipis antara BDSM dan sex abuse.

Bagi seorang submissive yang belum punya pasangan dominant. Mungkin akan berpikir dua kali untuk melakukannya dengan seseorang yang belum begitu dikenal. Jika ada kelompok masyarakat yang berhobby BDSM, mungkin itu salah satu pemecahannya. Atau mungkin dengan jalan mengikat diri sendiri.

Mengikat diri sendiri atau self bondage mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Kekurangannya tentu saja tingkat kepuasan yang didapatkan kurang bila dibandingkan jika kita diikat oleh orang lain dan juga sensasi yang ditimbulkan. Karena bagaimanapun juga jika mengikat diri sendiri, maka  sesulit apapun ikatan kita, kita akan dapat melepaskan diri.  Atau justru karena takut kekencangan dan sulit untuk dibuka, maka kita membuat ikatan itu dengan tidak terlalu kencang. Dan itulah kekurangan lainnya yaitu jika  tali kekencangan atau menjadi ruwet, maka bisa jadi kita tidak dapat melepaskan diri dari ikatan. Oleh karena itulah alat-alat semacam gunting, pisau atau silet selalu disarankan untuk dipersiapkan jika sewaktu-waktu diperlukan. Alat untuk membuka ikatan dalam bentuk lainnya adalah tentu saja seorang manusia yang berposisi sebagai partner kita.  Belum lagi kita tidak bisa mendapatkan sensasi tambahan dari perlakuan tambahan si dominant.

Kelebihan dari self bondage tentu saja kita jadi tidak rentan terhadap perlakuan yang berlebihan dari si dominant. Dan jika kita tidak mengenal dengan baik partner BDSM kita,  bukan tidak mungkin bisa menjadi sex abuse.

Di video-video bawah terdapat beberapa cara untuk melakukan self bondage. Selain itu ada cara lain lagi yang mungkin cukup untuk seorang pemula yaitu dengan tali lasso. Hal ini pernah aku praktekkan sendiri. Tali lasso itu  kubuat sedemikian rupa dengan ujung yang satu lobangnya bisa membesar mengecil, karena ada penguncinya. Sedang ujung yang lain ada juga lobang dengan simpul mati sehingga tidak bisa membesar mengecil. Kedalam lasso atau lobang yang bisa membesar dan mengecil itulah kedua pergelangan tangan kita dimasukkan. Sedang ujung lain dengan lobang yang tidak bisa membesar dan mengecil kita masukkan ke dalam handle. Bisa handle pintu. Kemudian tali itu kita tarik kuat-kuat, sehingga mengecil dan pas kencangnya dikedua pergelangan tangan kita. Apabila tali yang kita gunakan licin, maka tentu saja akan lebih mudah untuk melepaskannya. Tapi bila tali yang digunakan keset dan tidak licin, maka akan lebih sulit untuk melepaskannya.

Bagi yang suka BDSM dan belum punya partner semoga video-video dibawah ini bermanfaat.

 

English


BDSM is like two sides of a coin for those who plays as the submissive or slave. On one side, of course, will satisfy the lusting of the one who concerned. But on the other hand it is quite possible the submissive must be willing to sacrifice  ranging from small to huge sacrifice.

At least  physically tired, having to be bound. If only our hands are tied backward, we may not be so tired. But if tied with tight or very strong, then it is not impossible that the hand will be at least slightly ill or sick. Not to mention that our feet also bound and hogtied or hanged. Body can be tired, because have to be in a position like that. Additionally mouth sometimes also gagged.

Besides, there are also extra treatments like being tickled. It was probably the lightest. Then poured  with liquid wax. Certain parts of the body clamped. Whipped. Through oral or anal entered something. Here is an extra large sacrifices needed.

For this reason, in BDSM games the submissive  should really recognize their  partners that act as a dominant.  Because of the magnitude of the risk to be borne by the submissive. Besides that, the game is also susceptible for being diverted into the game full of violence by the dominant, because it is only slight difference  between BDSM and sex abuse.

For  a submissive  who does not have dominant couples . Probably will think twice to do it with someone who is not so well known. If there are groups of people who have interest in BDSM, maybe that's one solution. Or perhaps by binding themselves.

Binding oneself or self bondage has its own advantages and disadvantages.

The drawback of course the level of satisfaction derived less than if we were bound by other people and also the sensations.  Because after all if we bind ourselves, then how difficult our bond, we will be able to break away. Or is it because of fear of firmness and difficult to open, then we create a bond that not too tight. And that's the other drawback is if the rope is too  tautness or too complicated, then maybe we can not break away from the bonds. Hence such tools scissors, a knife or razor blade is always advisable to be prepared at any time if necessary. Tool to open the bond in any other form is of course a man who plays as our partner. Not to mention we can not get an extra thrill from the dominant additional treatment.

The advantages of self bondage is  of course we are not prone to excessive treatment of the dominant. And if we are not familiar with our BDSM partner, it's not impossible to be a sex abuse.

In the videos below, there are several ways to do self bondage. In addition there is another way that might be enough for a beginner that is with  lasso rope.  I already practiced it myself. That lasso rope I made it with a pit can be enlarged shrink at  one end, because there is a fastening. The other end there is also a hole with knot so it can not grow or shrink. Into a lasso or hole that can expand and shrink we insert both wrists. While the other end with a hole that can not grow and shrink we enter it into the handle. Can be a door handle . Then we pull the rope tight, so shrink and fit the hardness in both our wrists. If we use the slippery rope, then of course it would be easier to let go. But when the rope is used not slippery, it will be more difficult to release it.

For those who like BDSM and still don't have partners may the videos below useful.






Kamis, 15 Agustus 2013

Debut


Ini adalah merupakan video ketigaku yang ku upload di Youtube. Tapi sebetulnya merupakan video pertamaku yang berisi gambar hidup diriku. Video pertamaku sebetulnya bukan merupakan video, tapi cuma merupakan kumpulan foto diriku dengan background lagu "Paint It Black".  Sedangkan video keduaku merupakan upload dari acara pagelaran busana Anne Avantie di MetroTV yang terlebih dahulu ku download dari situs yang bersangkutan.

Jadi, untuk itu aku mohon saran, kritik atau komentarnya baik untuk kualitas video maupun untuk gaya berjalanku dengan memakai kain kebaya. Terima kasih sebelumnya.

Sebelum ini,  sebetulnya sudah ada permintaan baik dari teman maupun pengunjung situsku untuk video cara memakai kain wiron dan aku sudah beberapa kali membuatnya. Tapi berhubung  hasilnya tidak optimal, maka tidak aku upload. Jadi aku minta maaf dan sekaligus kesabarannya.

English

This is my third video that I uploaded on  Youtube. But the fact, it is my first video that containing live images of myself. My first video actually is not a video, but it's just a collection of photos of me with the background song "Paint It Black". While my second video is uploaded from the event of Anne Avantie fashion show   at MetroTV  that  first I downloaded from the related site.

So, for that I beg suggestions, criticisms or comments for the video quality as well as for my walking  style when  wearing kain kebaya. Thanks in advance.

Before this,  actually  there's  a demand from friends and visitors of my website for a  video how to wear kain wiron and I've made ​​it several times. But since the result is not optimal, so I didn't upload it. So I apologize and also ask for your patience

Senin, 05 Agustus 2013

Watching Over You



Oh, I really understand what you need, darling. It's good to have a sleep tight and sweet dreams to accompany your sleep. With your body lies very safely  on your bed with your hands and feet nicely tied tightly. You can't toss and turn, so you can't drop out of the bed.  And you have soother in your mouth. But you forget one thing that is a lullaby to accompany your sleep. So here it is my lullaby for you. You may hum to this song, while your mouth is sucking your soother.  Sleep tight just like a baby, darling.

Good night, good night.... Look at that moon shine so bright.
And tonight he smiles especially for you.

Sleep tight, sleep tight. Know everything is alright.
And tonight I will be here watching over you.

For tonight I will be here watching over you.
Tonight I’ll be here watching over you.

Sweet dreams, sweet dreams. It is never as real as it seems.
And in the morning when you wake up I will be right here.

Sleep on, sleep on. For no matter how dark or how long
It may seem that your night is I will still be here.

I will still be here watching, watching over you.
So sleep, little darling, sleep on through.

So be still, be still For you know that I always will
Tonight and forever be watching over you.

For tonight and forever, be watching over you.
So sleep, little darling, sleep on through.

I will be watching over you.

Rabu, 24 Juli 2013

BDSM : Bila Diikat Semakin Merangsang ?

Ada beberapa kepanjangan dari BDSM, tapi kurang lebih  artinya  sama. Ada yang menyebutnya sebagai  Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Ada pula yang menyebutnya sebagai Bondage Domination Sado Masochism. Atau mungkin juga bisa disebut sebagai Biar Dapat Semakin Mesra ? Atau Bila Diikat Semakin Merangsang ?

Tapi pada intinya adalah suatu hobby, perilaku atau bagi orang awam yang tidak menyukainya bisa menganggapnya sebagai suatu kelainan. Yaitu kelainan atau perilaku  dalam melakukan hubungan sexual atau dalam memenuhi kesenangan yang kearah sexual dengan seorang entah wanita atau prianya atau bisa juga homo atau  lesbi bertindak sebagai submissive dan pihak yang lain bertindak sebagai dominant.

Submissive hampir sama dengan budak / slave akan selalu patuh pada pasangannya. Dominant atau master bersifat mendominasi pasangannya dan sebagai prakteknya bisa menjurus ke arah perlakuan yang tidak lazim atau bahkan sadis.

Biasanya untuk pasangan atau 2 orang yang mempunyai rhubungan intim, seorang selalu berperan sebagai submissive dan yang lain berperan sebagai dominant.

Dalam pelaksanaannya si submissive selalu dibondage (diperbudak ) yang dalam visualisasinya si submissive selalu diberi hambatan yang bersifat mengungkung atau membatasi dengan sangat ketat baik dalam hal pakaian seperti korset yang dipakai dengan sangat ketat, sepatu higheels dengan ketinggian tungkak / sol yang sedemikian tingginya sehingga kaki yang memakainya hampir  membentuk sudut 90 derajat dengan tanah atau sampai ke alat-alat bantu seperti tali, rantai dan borgol bahkan sampai alat-alat  khusus yang memang diciptakan untuk keperluan itu.

Salah satu posisi yang sangat terkenal dalam BDSM adalah hogtie yaitu posisi dimana kedua tangan submissive diikat kebelakang menurun mendekati kaki yang juga diikat dan dalam posisi naik mendekati pantat. Selain itu posisi tangan diikat kebelakang pada sebuah tiang serta masih banyak posisi-posisi lainnya.

Perlakuan yang tidak lazim atau sadis dapat berupa menggelitiki si submissive yang di bondage, memukul, mencambuk, menjepit bagian tubuh tertentu dengan jepitan dan lain sebagainya.

Penyebab dari ini ditengarai karena trauma. Seseorang yang di masa kecilnya diperlakukan dengan disiplin yang ketat dan keras serta menjurus ke fisik  oleh orang tuanya bisa jadi di masa dewasanya akan menyukai BDSM dan bertindak sebagai dominant.

Bagi orang yang berperilaku sexual yang normal bisa jadi ngeri atau malah  jijik dengan cara-cara seperti BDSM. Karena dalam pikiran orang yang berperilaku sexual yang normal bukankah tujuan berhubungan antara pasangan adalah untuk menjalin suatu hubungan yang semakin intim dan mesra yang merupakan perwujudan dari cinta dan kasih ? Dan apakah dengan cara-cara seperti ini hubungan antara pasangan bisa semakin mesra ?