No pain no gain artinya kurang lebih jika tidak ada pengorbanan, maka
tidak akan ada hasil yang dicapai. Sepertinya pepatah itu cocok
untukku jika sedang ngadi salira ngadi busono dengan kain kebaya.
Tapi kurang cocok untukku jika sedang berlintas busana dengan pakaian
mini.
Mengapa demikian ? Karena ketika sedang berlintas busana
dengan pakaian mini, boleh dikata kalau hawa nafsuku hampir menghilang
sama sekali atau kalau masih ada bisa dikatakan melemah sekali. Pada
keadaan itu boleh dikata aku bisa merasa senang, rileks dan nyaman. Si
adik pun bisa tenang-tenang saja, tidak tegang meronta-ronta atau
ngiler bahkan sampai basah kuyup. Cuma dulu waktu pertama kalinya aku
pakai pakaian mini, adikku ngiler. Tapi cuma sebatas itu, kemudian hawa
nafsuku menghilang sendiri. Akibat selanjutnya karena hawa nafsuku
tidak menggebu-gebu bankan boleh dibilang menghilang, maka akupun tidak
cepat menjadi capai. Karena tidak terjadi perang pertempuran antara aku
dan adikku. Jadi bisa dikata kalau aku tidak mengeluarkan pengorbanan
tenaga ekstra untuk memenuhi tuntutan adikku tersayang. Tapi tetap saja
aku bisa memperoleh kesenangan dan kebahagiaan serta perasaan rileks
dan nyaman. Memang aku perlu berkorban waktu untuk makeup dan
berpakaian, tapi pengorbanan itu boleh dikatakan sangat minim dan hasil
yang didapat ternyata juga maksimal.
Tapi lain cerita waktu aku
ngadi salira ngadi busono dengan kain kebaya. Biasanya begitu aku sudah
berpakaian lengkap kain kebaya dan bersanggul, maka aku terpancing
untuk menggoda adikku supaya bisa terangsang dan menegang. Kadang-kadang
begitu sudah nyaris sampai dipuncak, sengaja ku tahan malahan aku rem
supaya si adik tidak cepat sampai ke puncak. Dengan begitu aku bisa
berlama-lama menikmati kesenangan ini. Akibat selanjutnya aku akan
menjadi capai, karena hawa nafsuku yang menggebu-gebu menuntut untuk
dilampiaskan. Jadi memang aku harus mengeluarkan pengorbanan yang
maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula.
Tampilkan postingan dengan label lintas busana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lintas busana. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Januari 2013
No pain no gain ?
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
kain kebaya
,
ladyboy
,
lintas busana
,
No pain no gain
,
shemale
,
si buyung
,
waria
Minggu, 30 Desember 2012
Lintas busana di televisi
Beberapa tahun kemarin ada kritik tentang pembawa acara lelaki di
televisi yang tampil sebagai wanita atau tampil kewanita-wanitaan. Para
pengritik yang umumnya dari kalangan orang tua, pendidik dan agamawan
kuatir kalau acara yang dibawakan oleh host yang bersangkutan ditonton
oleh anak-anak kecil. Padahal anak kecil adalah peniru yang hebat dari
apa yang dilihat.
Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.
Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.
Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.
Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.
Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.
Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.
Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.
Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.
Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
Hitam Putih
,
kain panjang
,
kebaya
,
kepo quiz
,
konde
,
lintas busana
,
sanggul
,
Trans7
Jumat, 28 Desember 2012
Orbituary : indocrossdresser.lefora.com
Tak dapat dipungkiri lagi kalau situs ini telah sangat berjasa
terhadap diriku khususnya terhadap hobbyku berlintas busana. Harus
kuakui kalau sebelum aku menemukan situs itu, aku sama sekali tidak tahu
istilah cding, cder dan mungkin juga crossdresser. Dulu sewaktu kecil
dan internet belum semarak sekarang memang aku pernah tahu dan membaca
istilah itu, crossdress. Tapi kemudian karena tidak pernah dipakai,
setelah sekian lama akhirnya aku lupa dengan istilah itu. Baru setelah
aku membaca itu di internet dan juga di situs itu akhirnya ingatanku
kembali lagi.
Selain itu lewat situs ini juga aku juga mengetahui kalau orang-orang yang mempunyai hobby crossdressing ternyata juga banyak. Bukan itu saja, orang-orang yang hobbynya lebih khusus dan lebih jarang yaiu berlintas busana khusus busana Jawa kain kebaya ternyata juga tidak sedikit.
Awal mulanya aku mengetahui situs ini adalah lewat google.com. Waktu itu Sabtu malam Minggu dan seperti kebiasaanku dulu aku selalu berlintas busana sambil online mencari artikel dan gambar yang berhubungan dengan "kain, kebaya dan jarik" serta yang semacamnya. Biasanya aku tidak pernah mendapatkan situs indocrossdresser.lefora.com. Tapi malah situs-situs lain yang bukan pelintas busana yang isinya juga gambar-gambar wanita memakai kain kebaya dan artikel-artikel yang berhubungan dengan itu. Sampai suatu saat akhirnya aku mendapatkan situs itu lewat google.com dengan kata kunci pencarian yang kurang lebih sama. Pertama kali waktu itu aku jadi heran. Ternyata ada juga cowok yang hobby pakai kain kebaya sampai masturbasi. Kemudian karena tertarik maka aku ikut mendaftarkan diri menjadi member di situs itu.
Setelah disetujui menjadi member, aku pun menulis postingan di situs itu dan juga mengupload foto-fotoku. Setelah kulakukan beberapa kali, aku jadi kepikiran untuk membuat blog sendiri. Aku ingat waktu itu beberapa artikel awal ku antara lain trilogiku "Gara-gara selimut", "Dari selimut menjadi kain kebaya" dan "Metamorfosa yang sempurna". Di situs itu dulu ada bagian yang kurang lebih isinya top posts atau beberapa postingan yang paling banyak dilihat oleh pengunjung dan postinganku ternyata juga ikut masuk kedalam daftar top posts. Tentu saja aku merasa senang bukan main.
Suatu ketika di situs itu dimuat pendaftaran untuk menjadi member premium dengan harga promosi. Karena ongkosnya tidak mahal, maka iseng-iseng aku mentransfer sejumlah uang untuk pendaftarannya. Selang beberapa hari aku mendapat email yang menyatakan kalau aku sudah menjadi member premium. Maka aku pun semakin semangat untuk membuat postingan dan mengupload foto-fotoku.
Sampai suatu saat ketika hendak login, aku mendapat pesan aneh di layar monitor. Isinya kurang lebih aku tidak bisa login, karena keanggotaanku sedang menunggu persetujuan dari admin. Ini terjadi beberapa hari. Kemudian sesudah itu aku bisa login lagi. Dan kebetulan di situs itu ada yang membicarakan soal keanggotaan premium dan keistimewaannya. Maka aku pun juga ikut nimbrung dan mengkritik kejadian yang aku alami selama beberapa hari. Tak dinyana selang beberapa hari ketika aku browsing di situs itu, namaku tertera menjadi salah satu moderator di situs itu. Ternyata itu sebagai kompensasi atas gangguan yang aku alami. Maka aku pun mengucapkan terimakasih kepada administrator situs itu.
Selang beberapa lama, aku mendapat respon dari salah satu member atas salah satu postinganku. Isinya kurang lebih postinganku kurang menarik, mungkin saja kurang sensasional. Maka sejak itu aku mulai kurang aktif hingga akhirnya aku tidak aktif lagi membuat postingan dan mengupload foto. Di samping itu blogku juga sudah mulai berkembang, maka aku pikir lebih baik aku mengurus blogku sendiri.
Tapi setelah untuk waktu yang lama, aku sekali-kali masih menyempatkan diri untuk melihat situs itu walaupun untuk sepintas saja. Dan aku masih terus secara berkala mendapatkan email dari situs itu. Hingga suatu saat ketika aku ingin melihat situs itu, browser komputerku bukannya mengakses alamat itu, tapi malah mengakses alamat lefora.com dan di layar monitor ada tulisan yang isinya kurang lebih menyatakan kalau alamat itu sudah tidak ada lagi. Karena masih penasaran, maka aku berulang-ulang mengulang hal itu dan itu kulakukan selama beberapa hari. Hingga akhirnya aku dapat kesimpulan kalau situs itu memang sudah tidak ada lagi. Maka aku iseng-iseng menulis di facebook dan twitterku, isinya "rest in peace indocrossdresser.lefora.com ..."
Tapi selang beberapa hari kemudian ketika aku iseng-iseng mengakses indocrossdresser.lefora.com
, ternyata alamat itu bisa diakses lagi untuk beberapa waktu dan aku kembali mendapat email secara berkala dari situs itu. Tapi kemudian selama beberapa hari atau minggu aku tidak mendapat email dari situs itu, maka aku pun jadi penasaran. Aku pun mencoba mengakses situs itu dan kembali situs itu tidak bisa diakses. Sebagai gantinya ada situs lain yang namanya kalau tidak salah forum.indocrossdresser.com. Dan juga ada beberapa nama dari member yang sama dengan member di situs yang lama. Selain itu lewat sebuah blog yang merupakan milik dari administrator situs indocrossdresser,lefora.com juga dimuat sebuah tulisan yang mengatakan kalau forum sekarang pindah di alamat baru tersebut. Maka aku pun menarik kesimpulan kalau sekarang benar-benar situs indocrossdresser,lefora.com sudah tamat. Kalau betul memang begitu keadaannya, maka aku ingin ( kembali ) mengucapkan "Rest in peace indocrossdresser.lefora.com. May God forgive you and accept you at His side. Ashes to ashes. Dust to dust". Beristirahatlah dengan tenang indocrossdresser.lefora.com. Biarlah tunas-tunas muda bermunculan untuk menggantikanmu. Long live crossdresser !
Lewar posting ini aku juga ingin mengucapkan salam kepada member di indocrossdresser.lefora.com. Bagaimana kabarnya ? Sis Andini, Desi Sukaff, Devina Angelina, Jenny Id, Yuanita dan semuanya saja termasuk yang aku sudah lupa namanya.
Selain itu lewat situs ini juga aku juga mengetahui kalau orang-orang yang mempunyai hobby crossdressing ternyata juga banyak. Bukan itu saja, orang-orang yang hobbynya lebih khusus dan lebih jarang yaiu berlintas busana khusus busana Jawa kain kebaya ternyata juga tidak sedikit.
Awal mulanya aku mengetahui situs ini adalah lewat google.com. Waktu itu Sabtu malam Minggu dan seperti kebiasaanku dulu aku selalu berlintas busana sambil online mencari artikel dan gambar yang berhubungan dengan "kain, kebaya dan jarik" serta yang semacamnya. Biasanya aku tidak pernah mendapatkan situs indocrossdresser.lefora.com. Tapi malah situs-situs lain yang bukan pelintas busana yang isinya juga gambar-gambar wanita memakai kain kebaya dan artikel-artikel yang berhubungan dengan itu. Sampai suatu saat akhirnya aku mendapatkan situs itu lewat google.com dengan kata kunci pencarian yang kurang lebih sama. Pertama kali waktu itu aku jadi heran. Ternyata ada juga cowok yang hobby pakai kain kebaya sampai masturbasi. Kemudian karena tertarik maka aku ikut mendaftarkan diri menjadi member di situs itu.
Setelah disetujui menjadi member, aku pun menulis postingan di situs itu dan juga mengupload foto-fotoku. Setelah kulakukan beberapa kali, aku jadi kepikiran untuk membuat blog sendiri. Aku ingat waktu itu beberapa artikel awal ku antara lain trilogiku "Gara-gara selimut", "Dari selimut menjadi kain kebaya" dan "Metamorfosa yang sempurna". Di situs itu dulu ada bagian yang kurang lebih isinya top posts atau beberapa postingan yang paling banyak dilihat oleh pengunjung dan postinganku ternyata juga ikut masuk kedalam daftar top posts. Tentu saja aku merasa senang bukan main.
Suatu ketika di situs itu dimuat pendaftaran untuk menjadi member premium dengan harga promosi. Karena ongkosnya tidak mahal, maka iseng-iseng aku mentransfer sejumlah uang untuk pendaftarannya. Selang beberapa hari aku mendapat email yang menyatakan kalau aku sudah menjadi member premium. Maka aku pun semakin semangat untuk membuat postingan dan mengupload foto-fotoku.
Sampai suatu saat ketika hendak login, aku mendapat pesan aneh di layar monitor. Isinya kurang lebih aku tidak bisa login, karena keanggotaanku sedang menunggu persetujuan dari admin. Ini terjadi beberapa hari. Kemudian sesudah itu aku bisa login lagi. Dan kebetulan di situs itu ada yang membicarakan soal keanggotaan premium dan keistimewaannya. Maka aku pun juga ikut nimbrung dan mengkritik kejadian yang aku alami selama beberapa hari. Tak dinyana selang beberapa hari ketika aku browsing di situs itu, namaku tertera menjadi salah satu moderator di situs itu. Ternyata itu sebagai kompensasi atas gangguan yang aku alami. Maka aku pun mengucapkan terimakasih kepada administrator situs itu.
Selang beberapa lama, aku mendapat respon dari salah satu member atas salah satu postinganku. Isinya kurang lebih postinganku kurang menarik, mungkin saja kurang sensasional. Maka sejak itu aku mulai kurang aktif hingga akhirnya aku tidak aktif lagi membuat postingan dan mengupload foto. Di samping itu blogku juga sudah mulai berkembang, maka aku pikir lebih baik aku mengurus blogku sendiri.
Tapi setelah untuk waktu yang lama, aku sekali-kali masih menyempatkan diri untuk melihat situs itu walaupun untuk sepintas saja. Dan aku masih terus secara berkala mendapatkan email dari situs itu. Hingga suatu saat ketika aku ingin melihat situs itu, browser komputerku bukannya mengakses alamat itu, tapi malah mengakses alamat lefora.com dan di layar monitor ada tulisan yang isinya kurang lebih menyatakan kalau alamat itu sudah tidak ada lagi. Karena masih penasaran, maka aku berulang-ulang mengulang hal itu dan itu kulakukan selama beberapa hari. Hingga akhirnya aku dapat kesimpulan kalau situs itu memang sudah tidak ada lagi. Maka aku iseng-iseng menulis di facebook dan twitterku, isinya "rest in peace indocrossdresser.lefora.com ..."
Tapi selang beberapa hari kemudian ketika aku iseng-iseng mengakses indocrossdresser.lefora.com
, ternyata alamat itu bisa diakses lagi untuk beberapa waktu dan aku kembali mendapat email secara berkala dari situs itu. Tapi kemudian selama beberapa hari atau minggu aku tidak mendapat email dari situs itu, maka aku pun jadi penasaran. Aku pun mencoba mengakses situs itu dan kembali situs itu tidak bisa diakses. Sebagai gantinya ada situs lain yang namanya kalau tidak salah forum.indocrossdresser.com. Dan juga ada beberapa nama dari member yang sama dengan member di situs yang lama. Selain itu lewat sebuah blog yang merupakan milik dari administrator situs indocrossdresser,lefora.com juga dimuat sebuah tulisan yang mengatakan kalau forum sekarang pindah di alamat baru tersebut. Maka aku pun menarik kesimpulan kalau sekarang benar-benar situs indocrossdresser,lefora.com sudah tamat. Kalau betul memang begitu keadaannya, maka aku ingin ( kembali ) mengucapkan "Rest in peace indocrossdresser.lefora.com. May God forgive you and accept you at His side. Ashes to ashes. Dust to dust". Beristirahatlah dengan tenang indocrossdresser.lefora.com. Biarlah tunas-tunas muda bermunculan untuk menggantikanmu. Long live crossdresser !
Lewar posting ini aku juga ingin mengucapkan salam kepada member di indocrossdresser.lefora.com. Bagaimana kabarnya ? Sis Andini, Desi Sukaff, Devina Angelina, Jenny Id, Yuanita dan semuanya saja termasuk yang aku sudah lupa namanya.
Label:
crossdresser
,
indocrossdresser
,
jarik
,
kain kebaya
,
lintas busana
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
