tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label Hitam Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hitam Putih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Silver Boys




Silver Boys adalah group tari semacam kabaret yang didirikan oleh Tata Dado yang baru saja meninggal. Sesuai dengan namanya, maka semua anggotanya adalah laki-laki yang selalu berdandan dan menari serta bertingkah laku sebagai wanita ketika tampil di panggung. Mereka menganggap diri mereka mereka sendiri sebagai drag queen.

Maka tidak heran jika hal ini mengundang kontroversi pro dan kontra. Selain itu ada pemikiran dari orang awam, apakah mereka itu tidak akan keterusan menerapkan apa yang mereka lakukan di panggung dalam kehidupan sehari-hari. Berlenggang lenggok, berdandan dan berkata-kata seperti seorang wanita. Dan jika mereka adalah lelaki yang normal, apakah mereka tidak akan kesulitan dalam mencari pacar ?


Semua hal diatas dijawab langsung oleh para anggota dalam acara Hitam Putih. Ternyata mereka masih terlihat seperti lelaki normal begitu tidak berdandan seperti diatas panggung. Demikian juga dengan lenggang lenggok dan ucapan mereka. Cuma kebetulan para anggota Silver Boys masih belum mempunyai gandengan semua.

Episode Hitam Putih kali ini memang merupakan tribute untuk Tata Dado.  Ternyata masih ada satu cita-cita dari almarhum Tata Dado yang belum kesampaian yaitu ingin mendirikan panggung di Batam seperti panggung kabaret yang megah di Thailand. Semoga dengan berjalannya waktu, apa yang dicita-citakan almarhum bisa terwujud.

English

Silver Boys is a kind of cabaret dance group founded by Tata Dado who had just died. As the name implies, all the members are men who always dress up and dance as well as act as a woman when they appeared on stage. They consider themselves as drag queen.

So do not be surprised if it invites controversy pros and cons. In addition there is the thought of ordinary people, whether they would not be continuity to apply what they are doing on stage in everyday life. Wiggle catwalk, dress and speak like a lady. And if they are normal men, whether they will have no trouble in finding a girlfriend ?

All of the above answered directly by the members in the event of  Hitam Putih. Apparently they still look like a normal guy when they do not dress up like the stage. Likewise, sway and swing and also their speech. Just coincidentally all of  the members of the Silver Boys do not have girlfriends.

This episode of Hitam Putih is indeed a tribute to Tata Dado. It turns out there is one of the ideals of the late Tata Dado that has not accomplished that is want to build a stage in Batam like a magnificent  cabaret stage in Thailand. Hopefully, over time, what is aspired deceased can be realized.

Minggu, 24 Maret 2013

Anne Advantie


anne-avantie
Kemarin Anne Advantie muncul di Hitam Putih Trans7 sebagai bintang tamu. Tentu saja hampir semua orang mengenalnya. Khususnya para wanita yamg selalu uptodate dalam mengikuti mode.

Ia seperti yang kita ketahui bersama adalah perancang busana khususnya busana wanita. Kemarin ia sempat mengklarifikasi mengenai satu  hal yaitu bahwa rancangannya yang oleh umum dianggap sebagai kebaya. Ternyata ia tidak mengiyakan kalau itu adalah kebaya, tapi juga tidak menolak kalau rancangannya oleh umum dianggap sebagai kebaya. Cuma ia berkata bahwa sebetulnya ia tidak merancang kebaya, tapi jadinya seperti itu. Memang sebagian rancangannya menurut pandangan saya sangat jauh dari bentuk kebaya, tapi sebagian yang lain masih kelihatan seperti kebaya.

Ternyata pendidikannya hanya sampai SMP saja dan tidak ada latar belakang pendidikan perancang busana serta takut untuk bepergian dengan pesawat terbang. Tapi hebatnya lagi  ia mempunyai jiwa sosial. Pernah suatu ketika busana rancangannya dibeli oleh seorang ibu dengan CD lagu rohani sabagai pembayarannya. Selain itu ia juga mempunyai sebuah yayasan sosial yang bernama Yayasan Wisma Kasih Bunda yang berlokasi di Semarang. Yayasan ini membantu pasien dengan penyakit tertentu seperti hidrocephalus.

Tapi selain itu ia juga memberikan suatu statement yang cukup mengejutkan. Yaitu bahwa ia adalah ibu dari para waria dan para waria itu sangat berpengaruh besar dalam model pakaian dan rancangan busananya serta ia juga mempunyai kelompok persekutuan doa yang anggotanya terdiri dari para waria. Bahkan mungkin untuk bukti, di acara tersebut ditampilkan peragaan busana rancangannya dengan model para waria. Memang para waria itu tidak kalah dengan model-model yang asli wanita.

Untuk semakin  melengkapi acara ini, ada juga bintang tamu transgender Miss Waria Hukum dan HAM Lucky Dyah Pitaloka dan ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia Yulianus Rettoblaut.

Mudah-mudahan dengan tayangan ini semakin menyadarkan masyarakat bahwa waria itu tidak sejelek yang mereka kira dan dengan demikian para waria bisa semakin diterima di masyarakat.

NB : Untuk mami Yuli, semoga berkenan dengan artikel ini dan tidak tersinggung atau marah. Salam !

Minggu, 30 Desember 2012

Lintas busana di televisi

Beberapa tahun kemarin ada kritik tentang pembawa acara lelaki di televisi yang tampil sebagai wanita atau tampil kewanita-wanitaan. Para pengritik yang umumnya dari kalangan orang tua, pendidik dan agamawan kuatir kalau acara yang dibawakan oleh host yang bersangkutan ditonton oleh anak-anak kecil. Padahal anak kecil adalah peniru yang hebat dari apa yang dilihat.

Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.

Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.

Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.

Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.

Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Anu berdandan ala Syahrini
Anu berdandan ala Syahrini

Selasa, 06 Maret 2012

Junior Rorimpandey

This article is written in 2 languages : English and Indonesian. Artikel ini ditulis dalam 2 bahasa : Inggris dan Bahasa Indonesia.


English

After for a long time, I didn't see him on tv. Recently I saw him on tv. First in "Just Alvin" on Metrotv, then in "Hitam putih" on Trans7. His face looks very different. He has moustache and beard and looks very macho. The last time when he was still a jury in a cook competition "Master Chef Indonesia", his face looked very clean. He had no moustache and beard.

When he appeared on "Hitam Putih", he was interviewed by the host, Dedy Corbusier. Here is the summary.

He was from a broken family. He ever used drugs. Even almost died because of it. Several times he entered a rehabilitation center, but he escaped from there. He also almost died because of persecution. But finally, he succeeded to recover from the drugs by locking himself in his room for eight days.

When he was asked how he could recover from drugs by locking himself in a room for eight days, he answered "Strong will" But then the host added his answer with this word "It was God's miracle"

After that he left for America. Learned to be a pilot. Unfortunately, when he just got two certificates. Before he got the third certificate that permitted him to be a commercial pilot, his money ran out.

During his study to become a pilot, he also worked part time as a restaurant servant. He worked dilligently, By that time, a sushi guy in the restaurant where he worked often didn't go to work. So he took his place temporarily. Until the sushi guy who he replaced finally got out of the restaurant, he took his place permanently as sushi guy. And from there he started to become famous as a cook or a chef.

When I was discussing about this with my female coworker, she said "How can he do it ? Changing job from a pilot to a chef. Pilot is a world that familiar with male and cooking is a world that familiar with female". In my opinion, she was not exactly right. Yes, most of the pilots are male, but many of famous chefs are male as well in my observation. Though there are also many female chefs who are famous.

About sushi, there is a very unique fact. In sushi restaurant, male gender  is an unwritten requisite to be a sushi master. It is said that body temperature of a male is lower than a female. So a male surely sweat less than a female. Maybe the logic is because one of the sushi main ingredient is rice which needs to be processed directly by hand.

So let me ask you once again like in my older posting "Is cooking a crossworking or men emancipation or cooking doesn't see gender ?"


Bahasa Indonesia

Setelah untuk waktu yang lama, saya tidak melihatnya di tv. Akhir-akhir ini saya melihatnya di tv. Pertama di "Just Alvin"  MetroTV, kemudian di "Hitam putih" Trans7. Wajahnya terlihat sangat berbeda. Dia berkumis dan jenggot dan terlihat sangat macho.Terakhir kali ketika ia masih menjadi juri dalam kompetisi masak "Master Chef Indonesia", wajahnya tampak sangat bersih. Tidak memiliki kumis dan jenggot.

Ketika ia muncul di "Hitam Putih", ia diwawancarai oleh host, Dedy Corbusier. Berikut adalah ringkasannya.

Ia berasal dari keluarga yang berantakan. Dia pernah menggunakan narkoba. Bahkan hampir mati karena itu. Beberapa kali ia masuk pusat rehabilitasi, tapi dia melarikan diri dari sana. Dia juga pernah hampir meninggal karena penganiayaan. Tapi akhirnya, ia berhasil pulih dari narkoba dengan mengunci diri di kamarnya selama delapan hari.

Ketika ia ditanya bagaimana ia bisa pulih dari obat dengan cara mengunci dirinya di kamar selama delapan hari, ia menjawab "Keinginan yang kuat" Tapi host acara ini menambah jawabannya dengan kata "Ini adalah keajaiban Tuhan"

Setelah itu ia berangkat ke Amerika. Belajar untuk menjadi pilot. Sayangnya, ketika ia baru saja mendapat dua sertifikat. Sebelum ia mendapat sertifikat ketiga yang mengizinkannya untuk menjadi pilot komersial, uangnya habis.

Selama belajar menjadi pilot, ia juga bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran.Dia bekerja dengan rajin, Pada saat itu, seorang sushi guy di restoran tempat ia bekerja sering tidak masuk kerja. Jadi ia menggantikannya untuk sementara. Sampai sushi guy yang dia gantikan  akhirnya keluar dari restoran itu, ia menggantikannya secara permanen sebagai sushi guy. Dan dari sana ia mulai menjadi terkenal sebagai juru masak atau koki.

Ketika saya mendiskusikan hal ini dengan rekan kerja wanita saya, dia berkata "Bagaimana dia bisa melakukannya? Berganti pekerjaan dari pilot menjadi koki. Pilot dunia yang akrab dengan laki-laki dan memasak adalah dunia yang akrab dengan perempuan". Menurut pendapat saya, dia kurang tepat. Ya, sebagian besar pilot adalah pria, tapi banyak dari koki terkenal adalah laki-laki juga dalam pengamatan saya. Meskipun ada banyak juga koki wanita yang terkenal.

Tentang sushi, ada fakta yang sangat unik. Di restoran sushi, jenis kelamin laki-laki adalah syarat tidak tertulis untuk menjadi master sushi. Dikatakan bahwa suhu tubuh dari laki-laki lebih rendah dari perempuan. Jadi laki-laki pasti berkeringat lebih sedikit dari perempuan. Mungkin logikanya adalah karena salah satu bahan utama sushi adalah beras yang perlu diproses langsung dengan tangan.

Jadi biarkan saya bertanya sekali lagi seperti di posting lama saya "Apakah memasak adalah crossworking atau emansipasi pria atau memasak tidak memandang gender ?"


Senin, 19 Desember 2011

Raminten

Kemarin malam di acara  "Hitam Puth" Trans7 tampil seorang pengusaha yang juga concern dengan kesenian  tradisional. Jika hanya itu  tentu saja hal yang biasa. Yang tidak biasa adalah dia seorang lelaki tapi berpakaian layaknya seperti seorang wanita. Istilah populernya "crossdresser". Nama laki-lakinya Hamzah dan nama femininnya Raminten. Dia punya tempat usaha di Yogya yang bernama " The House of Raminten". Alamatnya di Jl. Jalan Faridan Muridan Noto no.7, Kotabaru, Yogyakarta. Tempat wisata kuliner plus. Tempat ini sangat kondusif bagi  para crossdreser. Kemarin malam dia tampil bersama Yati Pesek dan Nirina serta co host Aming yang juga berpakaian wanita. Dengan pakaian tradisional Jawa. Kain kebaya. Ternayata dia juga sering manggung bersama Yati Pesek.

Episode ini bisa jadi  terasa istimewa terutama bagi para crossdresser. Karena dengan begitu maka kaum crossdresser seperti mendapat kesempatan untuk tampil lebih terbuka di depan umum dengan diwakili ibu Raminten. Dalam hal ini di depan audience baik yang di studio maupun yang menonton televisi dari rumah dengan skala lingkup nasional. Dan dengan sudut pandang yang positif, dalam hal ini untuk memajukan kesenian tradisional ketoprak dan wayang orang.Semoga ini bisa menjadi lampu hijau bagi kaum crossdresser, menyusul kaum waria.

Ternyata yang tampil di Hitam Putih tidak hanya yang hitam atau yang putih saja. Yang abu-abu atau yang loréng-loréng juga bisa tampil. Bravo !