Jumat, 22 Juni 2012
Selendang emas ( golden scarf )
Label:
crossdresser
,
golden scarf
,
kain kebaya
,
kain wiron
,
ladyboy
,
selendang emas
,
shemale
Minggu, 17 Juni 2012
David Bowie
Long time before Boy George appeared and became famous, David Bowie already appeared and became famous. Both were born in England. But not like Boy George who always appears feminine, David Bowie experienced development in hair, makeup and dress style.
In certain decades ( maybe between 1970's and 1980's ), Bowie ever appeared in androgynous hair, makeup and dress that made him like a woman. But after that decades, his makeup, hair and dress style changed and he didn't appear in androgynous style again.
His androgynous appearance began in the glam rock era, when he appeared with alter ego Ziggy Stardust. "Ziggy Stardust" itself was a title of his song. I don't know which one was the origin. His song "Ziggy Stardust" that inspired him to be androgynous or his alter ego Ziggy Stardust that inspired him to write a song with the same title "Ziggy Stardust".
Glam rock is a branch of rock music that highlight the glamorous of appearance. Appearance could mean hair, makeup, dress and accessories. To appear glamour, highlighted and sensational is easier if we choose our opposite gender appearance as our appearance.
His another song "John, I'm Only Dancing" can be interpreted as his attitude as a bisexual. Especially with his voice in this song where he used falsetto voice. Like the lyrics "Well, Annie's pretty neat, she always eats her meat. Joe is awful strong, bet your life he's putting us on. Oh lordy, oh lordy, you know I need some loving. I'm moving, touch me!"
"Rebel rebel" is also his song that described the confusion of a mother to her child about its gender. Like in the lyrics "You've got your mother in a whirl. She's not sure if you're a boy or a girl". In that era, rock music seems to inspire a revolution and rebellion in almost all fields of life. It was so extreme until some people said that rock was a music of satan.
Label:
androgynous
,
bisexual
,
David Bowie
,
transgender
,
Youtube
Kungfu fighting
Label:
crossdresser
,
kain kebaya
,
kebaya
,
Kung Fu Fighting
,
ladyboy
,
shemale
Selasa, 12 Juni 2012
Paddock girl 8
Label:
crossdresser
,
ladyboy
,
paddock girl
,
shemale
Selasa, 05 Juni 2012
from chest to breast
When I was still a child, I had an unusual and strange habit beside crossdressing. It's massaging my breast while my other hand pouring it with water when I take a bath. I didn't know exactly the reason why I did it. That time I just thought that I like to have breast like a girl. In my thought it's a beautiful part of body which has beautiful and sensual curve. Not like boys who don't have a prominent part in the chest.
Yes by that time I already did crossdressing. But I couldn't access internet to search about that topic. Treatment to grow our breasts.
One funny thing according to me about it is decades after I became adult and can access internet to search topics about it. While many crossdressers do it to grow their breasts. Although they do it in different ways, but at least they still have same treatment with me that is massage. But vice versa, recently I almost never do it again.
Many of my friends suggested many different ways of therapies of treatment to grow breast. Begin with simple ways until complicated ways. Therapy with fun method like slapping our breasts and pinch our breasts. Simple and conventional method like massaging our breasts until drinking certain medicine, hormonal therapy and so on.
I like to read about it, but I just read it casually. Truly I'm just interested a bit. I prefer to choose the simple therapy like massaging our breasts. Beside, I think when we're crossdressing, we usually cover our body with bra and dress. Don't we ? So we can cover our breasts and make it look bigger than the original. Especially if we use bra that has foam or push up bra.
But whatever the method that we choose to grow our breasts, it all has the same purpose. Making our chest to become breast.
By the way, when I played the video above at my office, my female co worker who sits next to me saw it too and commented " What is it ? Excercise for breast ? ". I couldn't answered. I just smiled. Then hours later she played video about alternative medication using cupping vacuum banks. The treatment makes our skin ballooned in the place where the treatment takes place. So I commented what if our chest that get that treatment ? It surely can becomes breast. And my other friend commented that the treatment suits for girls.
Label:
crossdresser
,
crossdressing
,
from chest to breast
,
ladyboy
,
Natalie Cranston
,
shemale
,
Youtube
Minggu, 03 Juni 2012
Army green
Jumat, 01 Juni 2012
Koki feminim dan maskulin
Profesi koki seiring dengan makin maraknya dunia kuliner di Indonesia, maka juga semakin naik daun. Bisa dikatakan tidak kalah dengan profesi selebriti. Dan ini bukan hal baru lagi, tapi sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun. Salah satu stasiun televisi di Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi bahkan akan menggelar sebuah ajang kompetisi pencarian Master Chef. Ini adalah untuk yang kedua kalinya. Setelah sukses untuk kali yang pertama di tahun lalu.
Dunia yang oleh orang awam dianggap sebagai dunia milik wanita dan biasanya didalam rumah diletakkan dibagian belakang di area servis dan cenderung disembunyikan, tapi dalam bisnis ternyata banyak juga digeluti oleh kaum adam. Bahkan ada anggapan kalau profesi koki sebetulnya lebih cocok untuk pria, karena pria lebih stabil emosinya dan lebih mementingkan rasio. Jadi kemungkinan cita rasa masakannya lebih stabil akan lebih besar.
Ada suatu kejadian di suatu kompetisi memasak dimana para kontestan di putaran final diadu juga dengan seorang chef profesional. Hasilnya waktu chef profesionalnya seorang wanita, ia dikalahkan oleh seorang kontestan yang seorang pria. Sebaliknya waktu chef profesionalnya seorang pria, ia tidak bisa dikalahkan oleh para kontestan. Penilaian dilakukan oleh para chef profesional tanpa mengetahui pembuat dari masakan yang dinilai.
Para chef lelaki ini pun tidak kalah terkenalnya bila dibandingkan dengan para chef wanita. Acara show mereka di televisi juga tidak kalah menariknya bila dibandingkan dengan acara show dari para chef wanita. Gaya merekapun bermacam-macam. Mulai dari yang lucu, feminim, maskulin, macho sampai yang akrobatik.
Rudy Choirudin
Chef Harada
Chef yang orang Jepang ini menikah dengan orang Indonesia dan memiliki restauran yang bernama Ajihara di Jakarta. Gayanya genit nggak ketulungan mirip cewek selain jenaka. Bicaranya pélo dengan logat Jepang yang masih kental. Ia berusaha memadukan budaya Jepang dan Indonesia. Barusan ia punya acara tetap di stasiun televisi TransTV yang bernama Fun Cooking. Di acara ini dia selalu tampil dengan kimono.
Edwin Lau
Punya acara tetap Good Living di MetroTV. Tapi berbeda dengan kedua chef diatas, Edwin memiliki postur tubuh yang macho. Badannya kekar seperti binaragawan. Gaya bicaranya gentle, tapi tidak feminim. Bila melihat dia memasak dengan baju yang berlengan pendek akan terlihat suatu pemandangan yang kontras. Lengan yang kekar, tapi mengolah bahan makanan menjadi masakan.
Juna Rorimpandey
Tampangnya sekarang macho banget. Berkumis dan berjenggot. Lengannya bertatoo. Berbeda dengan dulu sebelum memelihara kumis dan jenggot, walaupun sudah bertatoo di lengannya. Pada waktu menjadi juri di acara Master Chef Indonesia, gayanya arogan dan sombong. Berbeda dengan gaya waktu menjadi host di acara Master Class Ramadhan yang tentu saja gentle.
Billy Kalangi
Sama dengan Juna, Billy juga memelihara kumis dan jenggot. Tapi biarpun demikian, kesannya tidak segarang Juna. Mungkin karena garis bibirnya yang cenderung seperti tersenyum. Punya acara Resep Rahasia di KompasTV yang bertema mengeksplorasi kekayaan kuliner nusantara . Sebelumnya punya acara masak yang bernama Cooking 911.
Kungfu Chef Muto
Kungfu Chef adalah salah satu acara masak yang bisa dibilang berbeda dari yang lainnya. Kokinya mengolah bahan makanan dan memasak dengan gaya akrobatik kungfu. Pakaian yang dikenakan pun bergaya China. Wajan yang dipakai memasak berbentuk meja bulat yang besar. Kesannya macho banget.
Label:
Billy Kalangi
,
Chef Harada
,
Chef Muto
,
cooking
,
Edwin Lau
,
Juna Rorimpandey
,
Koki feminim dan maskulin
,
kuliner
,
Rudy Choirudin
,
transgender
Langganan:
Postingan
(
Atom
)






















