tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Kamis, 11 April 2013

What’s in a name ?

What’s in a name ?
That which we call a rose by any other name would smell as sweet
What’s in a name ?
A lady  which named "Di" by any other name would smile as sweet
What’s in a name ?
A lady  which named "Boy" by any other name would smile as sweet ?
What’s in a name ?
A lady  which named "Boy" in Thailand by any other name would smile sweeter and more perfect  ?
What’s in a name ?
A lady  which named "Boy" in Thailand by any other name would look more perfect  and more gorgeous ?
So, what's in a name ?
If she's more beautiful than a lady, she must be  a ladyboy !

Selasa, 09 April 2013

Erika Linder & Andrej Pejic




I read about this couple on internet. If it's true, so it would make us confused. Because the woman is so handsome and the gentleman is so pretty.

This will make us asking. Which one is the lady ? And which one is the gentleman ? More over, Andre Pejic often posed and photographed as a woman. While in opposite, Erika Linder often posed and photographed as a gentleman.

This situation reminds me of an old Javanese saying that says "wolak walik ing jaman". In English means "the upside down of the era". A man turns to be a woman and a woman turns to be a man. Is the end of the world already near ?


Minggu, 31 Maret 2013

Silver Boys




Silver Boys adalah group tari semacam kabaret yang didirikan oleh Tata Dado yang baru saja meninggal. Sesuai dengan namanya, maka semua anggotanya adalah laki-laki yang selalu berdandan dan menari serta bertingkah laku sebagai wanita ketika tampil di panggung. Mereka menganggap diri mereka mereka sendiri sebagai drag queen.

Maka tidak heran jika hal ini mengundang kontroversi pro dan kontra. Selain itu ada pemikiran dari orang awam, apakah mereka itu tidak akan keterusan menerapkan apa yang mereka lakukan di panggung dalam kehidupan sehari-hari. Berlenggang lenggok, berdandan dan berkata-kata seperti seorang wanita. Dan jika mereka adalah lelaki yang normal, apakah mereka tidak akan kesulitan dalam mencari pacar ?


Semua hal diatas dijawab langsung oleh para anggota dalam acara Hitam Putih. Ternyata mereka masih terlihat seperti lelaki normal begitu tidak berdandan seperti diatas panggung. Demikian juga dengan lenggang lenggok dan ucapan mereka. Cuma kebetulan para anggota Silver Boys masih belum mempunyai gandengan semua.

Episode Hitam Putih kali ini memang merupakan tribute untuk Tata Dado.  Ternyata masih ada satu cita-cita dari almarhum Tata Dado yang belum kesampaian yaitu ingin mendirikan panggung di Batam seperti panggung kabaret yang megah di Thailand. Semoga dengan berjalannya waktu, apa yang dicita-citakan almarhum bisa terwujud.

English

Silver Boys is a kind of cabaret dance group founded by Tata Dado who had just died. As the name implies, all the members are men who always dress up and dance as well as act as a woman when they appeared on stage. They consider themselves as drag queen.

So do not be surprised if it invites controversy pros and cons. In addition there is the thought of ordinary people, whether they would not be continuity to apply what they are doing on stage in everyday life. Wiggle catwalk, dress and speak like a lady. And if they are normal men, whether they will have no trouble in finding a girlfriend ?

All of the above answered directly by the members in the event of  Hitam Putih. Apparently they still look like a normal guy when they do not dress up like the stage. Likewise, sway and swing and also their speech. Just coincidentally all of  the members of the Silver Boys do not have girlfriends.

This episode of Hitam Putih is indeed a tribute to Tata Dado. It turns out there is one of the ideals of the late Tata Dado that has not accomplished that is want to build a stage in Batam like a magnificent  cabaret stage in Thailand. Hopefully, over time, what is aspired deceased can be realized.

Minggu, 24 Maret 2013

Anne Advantie


anne-avantie
Kemarin Anne Advantie muncul di Hitam Putih Trans7 sebagai bintang tamu. Tentu saja hampir semua orang mengenalnya. Khususnya para wanita yamg selalu uptodate dalam mengikuti mode.

Ia seperti yang kita ketahui bersama adalah perancang busana khususnya busana wanita. Kemarin ia sempat mengklarifikasi mengenai satu  hal yaitu bahwa rancangannya yang oleh umum dianggap sebagai kebaya. Ternyata ia tidak mengiyakan kalau itu adalah kebaya, tapi juga tidak menolak kalau rancangannya oleh umum dianggap sebagai kebaya. Cuma ia berkata bahwa sebetulnya ia tidak merancang kebaya, tapi jadinya seperti itu. Memang sebagian rancangannya menurut pandangan saya sangat jauh dari bentuk kebaya, tapi sebagian yang lain masih kelihatan seperti kebaya.

Ternyata pendidikannya hanya sampai SMP saja dan tidak ada latar belakang pendidikan perancang busana serta takut untuk bepergian dengan pesawat terbang. Tapi hebatnya lagi  ia mempunyai jiwa sosial. Pernah suatu ketika busana rancangannya dibeli oleh seorang ibu dengan CD lagu rohani sabagai pembayarannya. Selain itu ia juga mempunyai sebuah yayasan sosial yang bernama Yayasan Wisma Kasih Bunda yang berlokasi di Semarang. Yayasan ini membantu pasien dengan penyakit tertentu seperti hidrocephalus.

Tapi selain itu ia juga memberikan suatu statement yang cukup mengejutkan. Yaitu bahwa ia adalah ibu dari para waria dan para waria itu sangat berpengaruh besar dalam model pakaian dan rancangan busananya serta ia juga mempunyai kelompok persekutuan doa yang anggotanya terdiri dari para waria. Bahkan mungkin untuk bukti, di acara tersebut ditampilkan peragaan busana rancangannya dengan model para waria. Memang para waria itu tidak kalah dengan model-model yang asli wanita.

Untuk semakin  melengkapi acara ini, ada juga bintang tamu transgender Miss Waria Hukum dan HAM Lucky Dyah Pitaloka dan ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia Yulianus Rettoblaut.

Mudah-mudahan dengan tayangan ini semakin menyadarkan masyarakat bahwa waria itu tidak sejelek yang mereka kira dan dengan demikian para waria bisa semakin diterima di masyarakat.

NB : Untuk mami Yuli, semoga berkenan dengan artikel ini dan tidak tersinggung atau marah. Salam !