Semenjak saya pertama kali punya hobby cding, dari dahulu pakaian saya yang saya kenakan selalu kain kebaya. Sudah sepuluh tahun lebih saya melakukannya. Sampai akhirnya tahun-tahun terakhir ini saya menjadi kurang atau sulit bernafsu. Memang kebaya saya ada cukup lumayan banyak, demikian juga dengan kainnya. Sehingga bisa dikombinasi untuk menghasilkan variasi baru dan menghilangkan kebosanan. Tapi tetap saja saya kurang bernafsu dan mulai timbul kebosanan.
Beberapa bulan kemarin saya memperhatikan sebuah gaun wanita yang bermotif polkadot putih dan lingkaran hitam yang terpajang disebuah toko pakaian. Kebetulan hampir setiap hari saya melewati toko itu. Dari memperhatikan kemudian timbul keinginan untuk memakainya. Dari hari kehari keinginan itu semakin menguat. Akhirnya saya putuskan untuk menanyakan lebih lanjut gaun itu dan bila cocok saya bermaksud untuk membelinya. Tapi pada saat saya memutuskan dan pergi ke toko tersebut, gaun tersebut sudah laku. Sayapun sedikit kecewa.
Beberapa hari kemudian rasa kecewa dan gambaran tentang gaun sudah menghilang dari pikran saya. Tapi selang beberapa hari kemudian mulai timbul lagi keinginan untuk mencoba cding dengan gaun. Dan kebetulan suatu ketika saat saya membeli lauk, disebelahnya ada toko pakaian. Maka sayapun melihat-lihat pakaian yang ada ditoko itu. Saya tertarik dengan terusan berukuran mini berwarna hitam. Tapi waktu itu tidak langsung saya beli. Baru beberapa hari kemudian waktu saya kembali kesana akhirnya saya beli. Setelah saya coba, saya jadi sedikit kecewa. Karena bawahnya ternyata agak terlalu lebar dan modelnya tidak simetris. Kemudian untuk menyempurnakan penampilan saya, sayapun membeli wig. Berkali-kali saya mencoba foto-foto dengan pakaian itu hasilnya saya selalu tidak puas. Sampai akhirnya saya sampai pada kesimpulan, kalau saya tidak cocok dengan memakai gaun. Saya lebih cocok pakai kain kebaya.
Selang kira-kira sebulan lebih mulai timbul pemikiran mungkin gaunnya yang tidak cocok atau wignya yang tidak cocok. Bagaimana kalau dengan gaun yang bawahnya span atau mungkin wignya yang agak simpel. Kemudian kebetulan juga suatu ketika saya melewati toko pakaian yang lain lagi dan saya melihat ada terusan rok mini yang bawahnya span. Seketika itu juga saya langsung melihat-lihat pakaian-pakaian yang ada ditoko itu. Setelah pilih-pilih akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya pada terusan rok mini yang berwarna putih yang bawahnya span dan sepanjang badannya ada elastiknya. Pada waktu itu sebetulnya saya masih ragu-ragu apakah pilihan saya tepat dan saya akan terlihat pantas dengan gaun ini.
Kemudian ketika tiba hari libur, maka sayapun mencoba gaun terusan mini yang berwarna putih itu dan berfoto-foto. Hasilnya menakjubkan. Saya bukan saja puas tapi betul-betul takjub dan sampai tidak percaya pada diri saya saya sendiri. Saya bukan saja terlihat pantas dengan gaun putih itu tapi betul-betul terlihat cantik dan sexy. Tidak puas-puasnya saya berkaca berulang kali. Demikian juga saya melihat hasil foto-foto saya berulang kali. Bukan itu saja, tapi saya juga merasakan gairah nafsu dalam diri saya pertama kali sewatu cding dengan tidak berkain kebaya. Ternyata dengan memakai gaunpun saya juga terlihat pantas dan bisa merasakan gairah nafsu. Foto-foto cding saya ada dalam posting yang berjudul "snow white"
Kamis, 30 Juni 2011
Rabu, 29 Juni 2011
Kamis, 23 Juni 2011
cacat kebetulan atau kebetulan cacat
Label:
artistik
,
cacat
,
Facebook
,
fotografer
,
hobby
,
juru foto
,
kamera digital
,
model
,
profil
,
upload
Selasa, 21 Juni 2011
KFC : finger lickin’ good
Selasa, 14 Juni 2011
PERSEBAYA
Dari kecil kepingin jadi pemain sepak bola, akhirnya jadi juga pemain PERSEBAYA ( PERsatuan SEpak bola berkainkeBAYA ). Tapi mesti ati-ati nih terutama kalau lari sama nendang bola, takut kalau kesrimpet jarik, apalagi kalau sampai sanggulnya lepas bisa-bisa disoraki penonton .... malu deh.
Senin, 13 Juni 2011
3 in 1
Wah, ternyata yg 3 in 1 itu bukan cuma So Klin atau Kawasan saja ya. On Line juga bisa 3 in 1. Tadi siang saya kerja sambil OL sama 3 teman saya serentak di FB. Yang 1 sama tenaga edukasi, yg 1 sama temen cewe : girls talk, yg terakhir ML. Rasanya luar biasa, bukannya kerjaan jadi kacau berantakan tapi satu kerjaan yang terbengkalai dari kemarin jadi terselesaikan hari ini. Disamping itu kerjaan berat rasanya jadi ringan, persoalan ruwet jadi hilang. Pikiran rasanya jadi terang. Terimakasih buat teman-teman saya di FB. Sebuah terobosan baru, sebuah cara pragmatis untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sabtu, 04 Juni 2011
Deja Vu atau Utopia ?
Di masa sekarang ini, komputer dan internet adalah sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk komunikasi dan informasi. Mulai dari untuk keperluan penting bisnis, informasi berita sehari-hari, kebutuhan sosial sampai untuk kesenangan. Salah satunya yang merebak untuk kebutuhan sosial adalah facebook. Dengan situs ini kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita dimanapun mereka berada.
Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto saya dari leher kebawah. Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka. Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.
Keadaan ini yang berlangsung terus menerus membuat saya seakan hidup dalam dua dunia. Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?
Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu. Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan, samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya. Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi betul-betul saya nikmati.
Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto saya dari leher kebawah. Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka. Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.
Keadaan ini yang berlangsung terus menerus membuat saya seakan hidup dalam dua dunia. Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?
Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu. Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan, samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya. Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi betul-betul saya nikmati.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


















