tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Hubungan pendek atau korsleting

Hubungan pendek atau korsleting (dari bahasa Belanda kortsluiting) adalah suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil, mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar dan bila tidak ditangani dapat mengakibatkan ledakan dan kebakaran.  ( wikipedia ) Kemungkinan yang paling tidak berbahaya untuk keadaan ini adalah listrik menjadi mati. Hubungan menjadi putus.

Kemarin saya mendapat teman  facebook cewek dari luar negeri.  Dia lebih dahulu meminta saya menjadi temannya.  Setelah  membaca sepintas informasinya, saya tahu kalau dia adalah teman dari teman saya dan  seorang lesbian.  Sayapun mengkonfirmasi permintaan pertemanannya.

Kamipun mulai chatting. Dimulai dari hal-hal yang umum dulu. Tapi tidak begitu lama, pertanyaan-pertanyaannya mulai menjurus. Pertanyaan-pertanyaan meluncur begitu cepat seperti seorang polisi sedang menginterogasi tersangka. Dimulai dengan bertanya apakah saya seorang pria atau wanita dan saya jawab sejujurnya. Ia bertanya apakah saya punya payudara. Apakah saya suka sex dan kemudian mengajak main webcam, tapi saya tolak. Lalu ia bertanya apakah saya mempunyai foto dalam keadaan bugil, saya jawab adanya dengan pakaian dalam. Sayapun memberinya link. Ia bertanya lagi apakah adik saya besar, tapi saya jawab adik saya tidak begitu besar. Dia terus bertanya apakah saya sering masturbasi dan menonton film begituan.

Setelah saya jawab, saya tanya balik bagaimana dengan kamu ? Tiba-tiba ada peringatan dari facebook kalau saya tidak mempunyai ijin untuk mengirimkan pesan kepada yang bersangkutan.  Setelah kaget dan berpikir sejenak, saya segera tahu kalau ia memblok saya. Mungkin saya tidak seperti tipe yang diinginkannya. Atau jangan-jangan saya hanya dijadikan obyek sex sekali pakainya.

Sayapun menarik kesimpulan kalau  telah terjadi hubungan pendek, korsleting  dan kamipun putus hubungan. Mungkin  pertahanan kami terlalu lemah sehingga menyebabkan aliran hawa nafsu yang terlalu besar.  Untungnya hubungan kami cuma terputus tidak sampai meledak atau terbakar.

Selasa, 01 November 2011

Panasnya Timur Tengah

Timur Tengah dari dulu sampai sekarang tidak pernah berhenti bergolak. Peperangan menelan banyak korban manusia. Suasananya benar-benar panas. Entah sampai kapan keadaan ini terus berlangsung. Entah kapan akan tercipta perdamaian abadi di sana.  Sungguh mengenaskan. Semoga keadaan ini cepat berlalu.

Cerita ini terjadi sesudah saya mengunggah foto saya di dinding suatu group di Facebook. Group khusus untuk shemale, ladyboy, crossdresser dan waria. Selang beberapa saat sesudah saya mengunggah foto, saya mendapat permintaan pertemanan dari seorang cewek Timur Tengah. Karena  tertarik dengan foto-fotonya, sayapun segera mengkonfirmasi permintaannya.

Tidak begitu lama kamipun mulai saling mengirim pesan dan saling bertanya. Dimulai dari yang umum-umum. Tempat tinggal dan pekerjaan. Cuaca disana dan disini.  Perbedaan waktu disana dan disini. Kemudian kami saling memuji kecantikan kami masing-masing.

Setelah itu perbincangan kami mengarah ke hal-hal yang lebih spesifik. Dia bertanya apakah  saya seorang shemale. Saya jawab, saya bingung dan kurang yakin. Saya merasa sebagai seorang crossdresser, tapi kok juga senang diperlakukan sebagai seorang cewek. Kemudian dia menebak kalau saya ladyboy dan menawarkan teman laki-lakinya.  Tapi saya jawab saya pikir dulu. Kemudian dia mengaku kalau dia lesbian dan menyukai crossdresser, ladyboy atau shemale. Akhirnya kami mengakui kalau kami saling tertarik satu sama lain.

Sampailah pada intinya. Dia bilang kalau mau menjalin hubungan serius, dia terlebih dulu ingin mengetahui tentang saya lebih memdalam. Maka iapun mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik lagi dan lebih mendetail seperti kapan saya mulai crossdressing, apakah pernah bermain cinta, lebih suka pria apa wanita. Maka saya jawab dengan jujur kalau saya crossdressing sejak kecil, pernah jatuh cinta pada wanita dan lebih suka wanita.

Dia bertanya lebih lanjut siapa nama saya sebenarnya. Apakah saya lebih suka dianggap sebagai teman wanitanya atau dianggap sebagai teman prianya. Saya jawab saya lebih nyaman dengan nama ini dan saya bingung apakah saya lebih suka dianggap sebagai teman wanita atau dianggap sebagai teman prianya, mungkin lebih suka dianggap sebagai teman wanitanya. Dan diapun mulai mencoleki saya. Sayapun tanya ke dia, kenapa kamu mencoleki saya terus ? Apakah saya kelihatan menggemaskan bagimu. Dia menjawab tentu saja, itulah sebabnya saya bahagia berbicara denganmu. Diapun mulai memanggil saya "honey".

Sepertinya kami akan jadi akur. Hubungan kamipun mulai menghangat. Tidak apalah yang penting jangan sampai memanas, apalagi kalau belum sampai pada waktunya.

Rabu, 26 Oktober 2011

Mabuk kepayang ala Bollywood


Anda tentu tahu ciri-ciri film India. Nyanyi dan menari, menangis dan tertawa, ceritanya membuai dan lagu-lagunya mendayu-dayu. Durasinya panjang. Betul-betul memabukkan.
Barusan saya mendapat teman cowok dari India di internet. Tidak mengira ternyata dia betul-betul tipikal seperti aktor yang di film-film India, perayu. Baru saja kenal dia sudah bilang cinta pada saya. Katanya saya cantik. Padahal kami baru saja bertemu. Itupun hanya lewat internet. Perkataan itu tidak diucapkan hanya sekali dua saja, tapi berulang-ulang. Tidak itu saja, ia pun mengobral ciuman. Katanya ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu ia bertanya balik apakah saya mencintainya dan meminta saya mengomentari fotonya. Saya jawab wajahnya seperti bintang film Bollywood. Sedangkan soal cinta sayapun menjawab realistis, bagaimana bisa saya mencintainya. Bukankah kita baru saja bertemu di internet. Saya belum mengenal anda secara mendalam. Diapun menjawab tidak apa-apa. Yang penting saya tahu dia mencintai saya. Sayapun mulai terbawa suasana.
Diapun mengajak saya untuk main webcam, tapi saya tolak karena waktu itu ditempat saya online tidak ada webcamnya. Saya juga menjelaskan bahwa foto-foto saya terlihat cantik karena makeup yang tebal. Dia menjawab kalau dirumah ada webcam apakah saya mau main webcam sampai larut malam, saya jawab kalau dirumah saya tidak biasa internetan sampai larut malam. Dan diapun mengerti.
Chatpun berlanjut.Saya bilang kalau saya punya keinginan pakai sari, tapi tidak tahu caranya. Dia bilang akan memakaikannya pada saya. Karena saya masih bertanya terus, maka diapun menerangkan dengan terperinci. Dimulai dengan bra dan panty, kemudian ditutup dengan blouse dan bawahan, baru kemudian pakai sarinya. Katanya dia malu untuk menjelaskan ini.
Malamnya ketika saya membuka facebook saya dan bilang kalau saya mau tidur,  dia memohon-mohon supaya saya tetap online  sebentar lagi.
Kemudian besoknya ketika kami chating lagi, saya tanya bagaimana cuaca di sana. Dia bilang cuacanya dingin. Sayapun menjawab dengan romantis seandainya saya ada disana untuk menghangatkannya.  Kemudian setelah berbicara tentang hal-hal lain  dia menjadi semakin menggebu-gebu. Katanya ia sudah menunjukkan foto-foto saya kepada ibunya dan bilang kepada ibunya kalau saya adalah teman wanitanya. Dia juga bilang kalau ibunya tidak keberatan. Wah bisa gawat juga kalau sudah sampai tahap ini. Bahkan dia bilang mau pergi ke tempat tinggal saya walaupun jarak tempat tinggal kami berjauhan dan berbeda negara. Sekali lagi dia menanyakan apakah saya mencintai dia dan mau menerima dia jika dia datang ke tempat saya. Karena saya merasa selalu dirayu, maka saya tanya apakah ia selalu merayu teman wanitanya. Apakah saya ini menggemaskan baginya.
Sampai pada tahap ini saya jadi bingung jangan-jangan dia mengira kalau saya wanita sejati. Sedemikian bingungnya saya sampai kemudian chat dengan teman fb saya yang lain untuk minta pendapatnya. Tapi kemudian dia mendahului dengan mengatakan bahwa dia sudah tahu kalau saya gay ( menurut istilah dia ). Maka saya jawab, kalau saya jadi lega. Karena dia sudah tahu keadaan yang sebenarnya. Kemudian saya tanya apakah dari awal dia sudah tahu soal itu. Dia menjawab kalau awalnya dia mengira saya wanita sejati, kemudian dia menambahkan saya sebagai temannya. Baru kemudian setelah mengamat-amati foto-foto saya, akhirnya dia tahu kalau saya gay . Tapi dia sudah terlanjur jatuh cinta pada saya.
Tiba-tiba dia bilang bahwa dia tahu kalau saya tidak mencintainya. Diapun seperti mengucapkan kata-kata perpisahan. Kalau saya menolaknya, dia tidak akan chat atau mengirim pesan lagi ke saya dan tidak akan mengganggu saya lagi. Katanya ia mengucapkan ini dengan menitikkan air mata. Sayapun menghiburnya, karena saya memang tidak keberatan berteman dengan dia. Saya jawab,jangan sedih. Saya tidak menolaknya. Saya tidak keberatan menjadi temannya atau teman dekatnya atau teman wanitanya. Setelah jeda sebentar, barulah ia menjawab tidak keberatan dengan itu. Katanya lagi yang penting dia menyukai saya.

Minggu, 25 September 2011

Di persimpangan jalan

Dari dahulu sejak pertama kali saya cding, pakaian yang saya kenakan selalu kain kebaya. Menurut saya, kain kebaya itu anggun jika dikenakan oleh seorang wanita, karena kain yang ketat dan kebaya yang pas di badan akan membentuk lekuk tubuh  kita,  sehingga anggun untuk dipandang. Gerak gerik yang akan terbatasi dan terhambat oleh ketatnya kain yang kita pakai adalah merupakan suatu tantangan dan gairah serta kenikmatan bagi saya. Apalagi jika si buyung ikut meronta-ronta karena ketatnya kain. Sengsara membawa nikmat itulah suatu pameo yang pantas untuk ini.  Aktivitas ini yang berlangsung bertahun-tahun walaupun selalu bervariasi dan berkembang  akhirnya juga bisa membuat saya setengahnya jadi bosan dan kurang bergairah serta bernafsu lagi untuk melakukannya. Seperti yang tertulis di posting saya yang berjudul “Sensasi baru”.

Tahun ini saya juga mulai menngenakan rok mini dan juga jeans ketat untuk cding. Bermula dari sekedar mencoba-coba, akhirnya saya senang juga dengan pakaian yang bergaya barat ini. Bahkan boleh dikata kalau kecanduan juga. Karena ternyata saya juga pantas dengan pakaian-pakaian semacam ini.

Kini saya merasa seperti di persimpangan jalan. Sejauh yang saya amati di dunia cding biasanya seorang crossdresser mempunyai spesialisasinya sendiri. Maksudnya seorang crossdresser biasanya mempunyai jenis pakaian favoritnya sendiri-sendiri. Misalnya yang suka tank top dan hot pant, maka akan sering memakai pakaian seperti itu. Yang suka rok panjang, maka seringnya akan pakai rok panjang. Yang suka busana muslimah, maka biasanya akan sering memakai busana muslimah dan seterusnya. Memang ada juga yang suka dengan kombinasi dari dua jenis pakaian. Misalnya kadang-kadang pakai rok, tapi kadang-kadang juga pakai celana. Kadang-kadang pakai jilbab, kadang-kadang tanpa jilbab. Tapi tidak seekstrim seperti saya, yaitu dari kain kebaya yang sangat tradisional dengan kainnya yang berupa lembaran kain batik asli dan diwiron serta dipakai dengan ketat meruncing kebawah kemudian menjadi rok mini dan jeans ketat. Memang ada seorang teman facebook  saya yang kadang-kadang memakai kain kebaya seperti saya dan kadang-kadang juga memakai rok, tapi rok yang dia pakai tidak semini yang saya pakai dan dia lebih sering memakai kain kebaya dari pada memakai rok.

Seorang teman facebook saya ketika sedang chat dengan saya mengatakan kalau saya sedang “switch”. Tapi saya membantah dan menjawab kalau saya sekarang kadang-kadang pakai kain kebaya dan kadang-kadang pakai rok mini untuk cding. Menurut saya cding dengan kain kebaya dan rok mini / jeans ketat sensasinya berbeda. Kalau dengan kain kebaya, akan terasa anggun dan konvensional. Sedang kalau pakai rok mini / jeans ketat akan kelihatan sexy dan modern.

Sekarang kalau mau cding saya kadang-kadang malah jadi bingung sendiri. Mau pakai apa ya ? Pakai kain kebaya, rok mini apa jeans ketat. Kadang-kadang ujung-ujungnya jadi saya buat variasi. Dimulai dengan rok mini, sesudah puas terus dirangkap pakai kain kebaya seperti di posting saya yang berjudul “Dari Barat sampai ke Timur berjajar”. Atau dimulai dengan rok mini. Kemudian setelah puas, tapi masih kepingin cding terus saya lepas dan ganti dengan kain kebaya.

Rabu, 21 September 2011

Cerita seputar LBH


Asal usul. Kalau asal jangan usul. Kalau usul nggak boleh asal. Éh kok malah jadi iklan acara tv Trans7 ya ?. Maksud saya asal usul grup ini. Saya dapat ide pakai nama LBH, terus juga dapat kepanjangannya Lintas Busana Hermaprodit. Daripada saya anggurkan tidak dipakai, saya pakai buat nama grup di facebook. Begitu ceritanya. Kalau artinya per kata, Lintas= cross, Busana=dress atau dresser, Hermaprodit itu melambangkan perpaduan antara pria dan wanita.

Namanya keren nggak ya ? Kayak Lembaga Bantuan Hukum ya ? Sorry lho buat para pengacara. Bukannya mau menyaingi, cuma kebetulan saja singkatannya sama. Kalo sekedar numpang beken sedikit gak apa-apa kan ?

Dengan grup ini sesuai dengan namanya, saya berharap bisa mencontoh keahlian para pengacara dalam berdalih dan berdebat. Syukur-syukur bisa ahli bersilat ...lidah dan plesetan. Dengan catatan tidak kepleset sendiri. Biar semakin sesuai saya mau pakai gelar SH dibelakang nama saya. ( SH artinya Sedikit Hermaprodit bok )

Selasa, 20 September 2011

Kontributorku


Dia adalah teman kerjaku sendiri. Cewek, lebih tua dari saya. Sudah berkeluarga dan keluarganya harmonis. Orangnya ramai dan kalau bicara suka ceplas-ceplos. Tapi orangnya baik hati. Sebetulnya dia sendiri tidak tahu kalau dia secara tidak sengaja menjadi bahan untuk blogku ini, bahkan saya kira dia tidak tahu kalau yang saya ketik dan saya edit di layar LCD itu adalah blog saya sendiri. Maklum dia agak gaptek. Jadi saya malah bisa agak bebas untuk membuka, mengedit dan mengetik serta mengutak-atik blog saya asalkan tidak terlalu menyolok. Berhubung kursi dan meja saya dengan dia bersebelahan. Jadi saya kira apa yang ada di layar LCD akan terlihat oleh dia, kecuali tulisan-tulisan yang agak kecil dan juga dia suka melihat-lihat apa yang ada di layar LCD saya. Jadi  saya harus bisa mengira-ngira apa yang kira-kira menyolok dan terlihat jelas oleh dia ataupun yang tidak menyolok dan tidak terlihat jelas.
Saya menulis tentang dia disini sebagai rasa terimakasih saya, karena omongan-omongannya yang blak-blakan itu bisa menjadi bahan untuk postingan saya walaupun ringan-ringan saja. Beberapa kali omongannya menjadi ide dalam postingan saya. Dimulai dari "Viveri-veri coloso" yang menanyakan fotonya siapa, kemudian di "Penasaran" yang mengatakan tentang kebiasaan saya membuka facebook pada waktu siang. Terus muncul sedikit di "My guardian angel".  Lalu di "Grafik (saham)ku ?" yang mengira kalau grafik pengunjung blog saya adalah grafik saham.  Kemudian mengomentari foto saya di  "Pengakuan jujur seorang wanita" dan akhirnya berkomentar tentang nama Priajelita di  "Sebuah komentar dari teman atas nama situs ini".
Terimakasih banyak cece. Besok kalau ada omongan-omongan dan komentar-komentar yang menarik akan saya masukkan lagi diposting saya.

Minggu, 18 September 2011

Pengakuan jujur seorang wanita

Tadi pagi waktu saya melihat foto ini di facebook, tidak sengaja teman kantor cewek yang disebelah saya ikut melihat dan bilang " foto siapa itu ? waria ? keliatan kalau waria, tapi memang cantik kok." Dia itu termasuk primadona dikantor saya

Minggu, 28 Agustus 2011

Mau ke PKK apa ke LBH

Kok pertanyaannya aneh sih ? Itu bukan PKK tempat perkumpulan ibu-ibu atau LBH tempat meminta bantuan hukum, tapi itu nama group di Facebook. PKK itu singkatan dari Pemakai Kain Kebaya, sedangkan LBH itu singkatan dari Lintas Busana Hermaprodit. Kalau ditelusur lebih jauh, ujung-ujungnya ya sama juga isinya crossdressing semua.
Bermula dari perasaan geli karena saya dimasukkan oleh teman saya ke dalam 3 grup di facebook yang isinya sama saja yaitu seputar crossdressing dan anggotanya juga putar-putar ketemunya sama teman-teman yang itu juga. Saya jadi iseng cari-cari singkatan nama yang agak berbeda dan bisa terdengar aneh serta kontroversial dengan isinya. Akhirnya ketemu LBH yang artinya Lintas Busana Hermaprodit dan PKK yang artinya Pemakai Kain Kebaya. Kemudian saya buat jadi nama grup di facebook. Saya ada ide nama grup lagi yaitu CSI plesetan dari Crime Scene Investigation tapi bisa diartikan sebagai Crossdresser Shemale Indonesia. Dan satu lagi, CIA yang bisa diartikan sebagai Crossdresser Indonesia Asli. Kedua nama ini belum saya pakai sebagai nama grup di facebook. Kalau ada yang mau pakai silahkan.
 Sekarang saya sudah menjadi anggota dari 7 grup yang isinya semua crossdresser, shemale, ladyboy dan waria.


Minggu, 31 Juli 2011

Lebih indah dari warna aslinya

Ingat iklan film Fuji yang antara lain berkata :  lebih indah dari warna aslinya ?  Kelihatannya akhir-akhir ini apa-apa yang ada didunia ini yang indah-indah kelihatannya ternyata bukan yang aslinya.  Sebetulnya sudah dari dulu hal yang demikian berlaku. Kita sebagai warganegara Indonesia yang beragama meyakini kalau apa-apa yang ada di dunia ini sekalipun indah ternyata bersifat semu dan sementara.
Apa-apa yang kurang baik dapat ditutup-tutupi sehingga bisa terlihat baik bahkan sempurna, apalagi dengan teknologi yang semakin hari semakin berkembang.  Bukan hanya body mobil yang habis kecelakaan yang dapat dipermak di bengkel hingga kelihatan seperti baru lagi. Tapi wajah yang cacatpun  dapat ditutupi dengan makeup. Kalaupun masih kurang puas bisa operasi plastik. Jangankan hanya wajah, kelamin yang tidak cocokpun  ( … ups ) juga bisa dioperasi hingga yang bersangkutan bisa merasa cocok dengan alatnya. Di bidang ekonomi keuangan, usaha melipat gandakan uang dengan kedok investasi yang menggiurkan banyak orang sehingga menjadi korban ujung-ujungnya pun ternyata juga semu.
Begitupun dengan saya. Saya sebagai diri saya yang asli  ( mungkin ) sungguh tidak menarik  bagi lawan jenis saya. Saya akui sendiri bahwa postur badan saya tidak atau kurang mendukung  saya dalam mencari pasangan. Saya jadi kuper.
Kebetulan saya mempunyai kebiasaan yang juga kelainan seperti yang terlihat di situs ini. Kemudian sekedar iseng  saya membuka account di facebook, setelah mengetahui bahwa ternyata banyak orang-orang yang mempunyai kelainan seperti saya.  Saya sekedar ingin berbagi dengan sesama yang juga senasib dengan saya. Tapi lama kelamaan  saya setengahnya jadi tertantang untuk tampil lebih baik,  bahkan kalau mungkin sesempurna mungkin dengan identitas saya yang seperti sekarang ini. Identitas saya yang kedua, yang baru dan yang semu tentu saja. Dan hasilnya ternyata seperti iklan fllm Fuji yang lebih indah dari warna aslinya.
Awal-awalnya saya hanya berani upload foto dari leher ke bawah. Itupun sudah mengundang pujian entah cuma bercanda atau serius. Kemudian make up saya perbaiki sedikit demi sedikit. Baru setelah itu saya berani upload foto saya sampai ke wajah. Dan semakin banyak orang-orang yang meminta saya menjadi teman mereka. Sebagian dari mereka malah kelihatan berhasrat pada saya ( maaf ). Jadi sewaktu saya menjadi diri saya yang asli sejati, tidak banyak atau bahkan mungkin tidak ada yang mengagumi saya, tapi begitu saya menjadi diri saya yang lain hasilnya seperti berbanding terbalik.
Ternyata bagi saya selama di dunia ini, yang semu, maya,  imaginer,  virtual ternyata lebih baik , lebih indah daripada yang aslinya. Tapi mungkin memang yang maya itu lebih baik daripada yang nyata. Bukankan maya, Luna Maya itu indah. Tapi nyata, Nyoto,  Pak Gatot Sunyoto masak indah ? Kalau ganteng mungkin.

Kamis, 28 Juli 2011

My guardian angel

Bermula dari keisengan membalas posting di indocrossdresser.lefora.com yang isinya kurang lebih khayalan kalau para cder masuk sorga, saya mengkombinasikan 2 foto atau gambar. Gambar pertama yaitu foto seluruh badan saya dan gambar kedua adalah gambar sayap malaikat. Kebetulan foto saya memakai pakaian putih dan saya bergaya dengan posisi merentangkan lebar-lebar kedua tangan saya. Jadi saya pikir mirip atau cocok kalau saya tambahi dengan sayap malaikat dibelakangnya. Setelah  mengkombinasi 2 foto/gambar, saya segera posting dan upload foto saya ks situs tersebut.
Baru kemudian saya lihat-lihat dan saya amati lagi foto tersebut. Dan semakin saya amati, ternyata saya aemakin kagum dengan foto itu hingga akhirnya foto itu saya jadikan profil di facebook saya dan juga avatar di indocrossdresser.  Tidak itu saja gambar tersebut juga saya jadikan wallpaper di komputer kantor. Sampai teman kantor ada yang tanya itu fotonya siapa ? Malaikat pembimbing ? Mungkin maksudnya malaikat penjaga  ( guardian angel ). Ya semoga saja gambar itu bisa menjadi pelindung saya. Teman saya yang lain malah menebak kalau itu foto saya yang ditempel ditubuh orang lain.
Kebetulan juga ada 3 foto dengan pakaian dan gaya yang serupa. Maka sayapun mengkombinasi 2 foto yang lainnya lagi dengan sayap malaikat.
Kemudian timbul ide kreatif,  latar belakangnya saya ambil gambar foto langit yang berawan-awan. Jadi saya mengkombinasi 3 foto, pertama gambar langit yang berawan-awan, kemudian foto / gambar sayap malaikat dan yang terakhir adalah foto saya.

Minggu, 24 Juli 2011

Betul-betul ironis

Saya mempunyai kamera digital, tetapi saya hampir tidak pernah mengambil gambar sebagai diri saya sendiri. Saya selalu mengambil gambar diri saya dalam keadaan seperti yang sekarang ini.

Kemudian ketika saya menjadi diri saya sendiri dan membuka account facebook sepertinya sangat sedikit orang-orang yang meminta saya menjadi teman mereka. Tetapi ketika saya menjadi seperti sekarang ini dan saya membuka account di facebook, maka banyak orang-orang yang meminta saya menjadi teman mereka.

Kamis, 07 Juli 2011

Nia ku menghilang

Sudah beberapa tahun terakhir ini sesudah saya punya rumah sendiri, hampir tiap malam menjelang hari libur saya selalu tidak bisa tidur. Walaupun badan sudah capai. Bawaannya tidak bisa ngantuk sampai mata rasanya pedas tetap saja saya tidak bisa tidur. Saya sendiri heran dan bahkan jengkel dengan keadaan ini. Ujung-ujungnya setelah berguling ke sana berguling ke sini di ranjang, sayapun bangun dengan perasaan sedikit jengkel dan akhirnya cding lagi. Dari kebiasaan ini saya sampai bisa membuat tulisan yang berjudul “Insomnia”  dan “Ironi”.
Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kebiasaan cding tengah malam yang biasanya berlanjut sampai pagi hari. Karena saya tahu akan berdampak buruk bagi kesehatan saya. Tapi seakan-akan saya seperti terjebak dalam perangkap nafsu. Saya seperti ditakdirkan untuk tidak bisa mengelak dari kebiasaan buruk ini. Saya seperti menjadi budak dari nafsu saya. Padahal pada tahun-tahun pertama saya punya rumah sendiri sayapun tetap bisa tidur pulas pada malam menjelang hari libur.
Sebagai seorang warga negara republik yang tercinta ini saya juga adalah seorang yang beragama sebagaimana  warga negara pada umumnya. Tiap malam menjelang tidur sayapun selalu berdoa kepada Tuhan supaya sudi memberi hambanya yang penuh dosa ini istirahat yang cukup. Tapi mungkin lantaran dosa saya yang menjadi penghalang doa saya atau saya berdoanya tidak khusuk, tetap saja tiap malam menjelang libur hampir selalu saya tidak bisa tidur.
Sementara keadaan ini tetap berlangsung terus sampai tahun ini, di tahun ini juga saya semakin mengembangkan cding saya dengan membuka account di facebook dan indocrossdresser.lefora.com. Kemudian juga situs blog saya sendiri ini. Ketiga account ini saya maksudkan untuk mencurahkan uneg-uneg saya tentang cding dan juga sharing dengan temen-teman seputar cding.  Cerita yang berhubungan dengan ini  ada di posting saya yang berjudul “Metamorfosa yang sempurna”.
Pada keadaan  ini dimana saya semakin getol bercding, lucunya secara perlahan-lahan nafsu saya sedikit demi sedikit semakin bisa saya kendalikan. Mungkin lantaran sudah tersalurkan lewat tulisan-tulisan di posting saya atau chat dengan sesama cder atau bahkan ML secara imaginer lewat fb. Kalau biasanya setiap cding selalu diakhiri dengan masturbasi dan seringnya saya buat supaya bisa berlama-lama. Maka akhir-akhir ini kadang-kadang saya tidak perlu masturbasi dan tidak perlu berlama-lama. Jadi malam sebelum libur saya cding tidak terlalu lama. Kemudian saya pergi tidur sebelum tengah malam, walaupun tidurnya tidak lelap dan bangunnya kepagian. Tapi sedikit demi sedikit secara tidak sengaja saya mulai bisa tidur pada malam menjelang hari libur walaupun besok paginya saya cding lagi. Tapi keadaan ini saya anggap lebih sehat daripada saya begadang sambil cding semalaman.
Lama kelamaan malam menjelang libur sayapun tidak cding dan tidur sayapun semakin bisa lebih pulas. Cding kemudian saya lakukan pada pagi harinya. Mungkin inilah jalan yang diberikan oleh yang Mahakuasa untuk menghilangkan insomNIA saya. Terimakasih Tuhan. Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihiNya. Saya tahu bahwa saya masih saja tetap berada dilembah dosa yang paling dalam dan paling gelap tapi saya juga tahu bahwa Tuhan mengasihi umatNya yang berdosa sekalipun.

Sabtu, 04 Juni 2011

Deja Vu atau Utopia ?

Di masa sekarang ini, komputer dan internet adalah sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk komunikasi dan informasi. Mulai dari untuk keperluan penting bisnis, informasi berita sehari-hari, kebutuhan sosial sampai untuk kesenangan. Salah satunya yang merebak untuk kebutuhan sosial adalah facebook.  Dengan situs ini kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita dimanapun mereka berada.

Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya   berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto  saya dari leher kebawah.  Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif  entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini  membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka.  Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.

Keadaan ini yang berlangsung terus menerus  membuat saya seakan hidup dalam dua dunia.  Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul  pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?

Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu.  Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan,  samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya.  Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi  betul-betul saya nikmati.

Jumat, 03 Juni 2011

Penasaran

Setelah beberapa hari kemarin teman kerja yang duduk disebelah saya sempat memergoki foto profil saya di facebook waktu saya OL dan tanya : “foto siapa itu ? ibu-ibu ?”. Éh, tadi siang dia tanya lagi katanya : “nék awan-awan ngéné kowé kan biasa buka facebook sing gambar wong wédhok jarikan, kuwi sopo to ? ( kalo siang-siang gini kamu biasanya kan buka facebook yang ada fotonya wanita pakai kain kebaya, itu siapa  ?) ” padahal waktu itu saya lagi tidak buka facebook. Wah rupanya masih penasaran juga dia, belum tau atau jangan-jangan  malah dia sudah tau… Saya jadi bingung. Sekedar informasi.  Dia itu wanita normal yang sudah berkeluarga dan kelihatannya berniat  mau mencarikan saya jodoh

Viveri veri coloso

Nyerempet-nyerempet bahaya.  Orang bilang kalau belum nyerempet-nyerempet bahaya belum asyik. Malah ada pepatah dalam bahasa Inggeris yang berbunyi : “danger is my business”.
Suatu siang waktu saya membuka facebook  di profilku yang ada foto wajahku, teman kerja yang duduk disebelahku sempat melihat sekilas dan bertanya : “foto siapa itu ? ibu-ibu ?”.  Saya hanya tersenyum dan sedikit deg-degan juga.