tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label masturbasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masturbasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Hubungan pendek atau korsleting

Hubungan pendek atau korsleting (dari bahasa Belanda kortsluiting) adalah suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil, mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar dan bila tidak ditangani dapat mengakibatkan ledakan dan kebakaran.  ( wikipedia ) Kemungkinan yang paling tidak berbahaya untuk keadaan ini adalah listrik menjadi mati. Hubungan menjadi putus.

Kemarin saya mendapat teman  facebook cewek dari luar negeri.  Dia lebih dahulu meminta saya menjadi temannya.  Setelah  membaca sepintas informasinya, saya tahu kalau dia adalah teman dari teman saya dan  seorang lesbian.  Sayapun mengkonfirmasi permintaan pertemanannya.

Kamipun mulai chatting. Dimulai dari hal-hal yang umum dulu. Tapi tidak begitu lama, pertanyaan-pertanyaannya mulai menjurus. Pertanyaan-pertanyaan meluncur begitu cepat seperti seorang polisi sedang menginterogasi tersangka. Dimulai dengan bertanya apakah saya seorang pria atau wanita dan saya jawab sejujurnya. Ia bertanya apakah saya punya payudara. Apakah saya suka sex dan kemudian mengajak main webcam, tapi saya tolak. Lalu ia bertanya apakah saya mempunyai foto dalam keadaan bugil, saya jawab adanya dengan pakaian dalam. Sayapun memberinya link. Ia bertanya lagi apakah adik saya besar, tapi saya jawab adik saya tidak begitu besar. Dia terus bertanya apakah saya sering masturbasi dan menonton film begituan.

Setelah saya jawab, saya tanya balik bagaimana dengan kamu ? Tiba-tiba ada peringatan dari facebook kalau saya tidak mempunyai ijin untuk mengirimkan pesan kepada yang bersangkutan.  Setelah kaget dan berpikir sejenak, saya segera tahu kalau ia memblok saya. Mungkin saya tidak seperti tipe yang diinginkannya. Atau jangan-jangan saya hanya dijadikan obyek sex sekali pakainya.

Sayapun menarik kesimpulan kalau  telah terjadi hubungan pendek, korsleting  dan kamipun putus hubungan. Mungkin  pertahanan kami terlalu lemah sehingga menyebabkan aliran hawa nafsu yang terlalu besar.  Untungnya hubungan kami cuma terputus tidak sampai meledak atau terbakar.

Kamis, 07 Juli 2011

Nia ku menghilang

Sudah beberapa tahun terakhir ini sesudah saya punya rumah sendiri, hampir tiap malam menjelang hari libur saya selalu tidak bisa tidur. Walaupun badan sudah capai. Bawaannya tidak bisa ngantuk sampai mata rasanya pedas tetap saja saya tidak bisa tidur. Saya sendiri heran dan bahkan jengkel dengan keadaan ini. Ujung-ujungnya setelah berguling ke sana berguling ke sini di ranjang, sayapun bangun dengan perasaan sedikit jengkel dan akhirnya cding lagi. Dari kebiasaan ini saya sampai bisa membuat tulisan yang berjudul “Insomnia”  dan “Ironi”.
Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kebiasaan cding tengah malam yang biasanya berlanjut sampai pagi hari. Karena saya tahu akan berdampak buruk bagi kesehatan saya. Tapi seakan-akan saya seperti terjebak dalam perangkap nafsu. Saya seperti ditakdirkan untuk tidak bisa mengelak dari kebiasaan buruk ini. Saya seperti menjadi budak dari nafsu saya. Padahal pada tahun-tahun pertama saya punya rumah sendiri sayapun tetap bisa tidur pulas pada malam menjelang hari libur.
Sebagai seorang warga negara republik yang tercinta ini saya juga adalah seorang yang beragama sebagaimana  warga negara pada umumnya. Tiap malam menjelang tidur sayapun selalu berdoa kepada Tuhan supaya sudi memberi hambanya yang penuh dosa ini istirahat yang cukup. Tapi mungkin lantaran dosa saya yang menjadi penghalang doa saya atau saya berdoanya tidak khusuk, tetap saja tiap malam menjelang libur hampir selalu saya tidak bisa tidur.
Sementara keadaan ini tetap berlangsung terus sampai tahun ini, di tahun ini juga saya semakin mengembangkan cding saya dengan membuka account di facebook dan indocrossdresser.lefora.com. Kemudian juga situs blog saya sendiri ini. Ketiga account ini saya maksudkan untuk mencurahkan uneg-uneg saya tentang cding dan juga sharing dengan temen-teman seputar cding.  Cerita yang berhubungan dengan ini  ada di posting saya yang berjudul “Metamorfosa yang sempurna”.
Pada keadaan  ini dimana saya semakin getol bercding, lucunya secara perlahan-lahan nafsu saya sedikit demi sedikit semakin bisa saya kendalikan. Mungkin lantaran sudah tersalurkan lewat tulisan-tulisan di posting saya atau chat dengan sesama cder atau bahkan ML secara imaginer lewat fb. Kalau biasanya setiap cding selalu diakhiri dengan masturbasi dan seringnya saya buat supaya bisa berlama-lama. Maka akhir-akhir ini kadang-kadang saya tidak perlu masturbasi dan tidak perlu berlama-lama. Jadi malam sebelum libur saya cding tidak terlalu lama. Kemudian saya pergi tidur sebelum tengah malam, walaupun tidurnya tidak lelap dan bangunnya kepagian. Tapi sedikit demi sedikit secara tidak sengaja saya mulai bisa tidur pada malam menjelang hari libur walaupun besok paginya saya cding lagi. Tapi keadaan ini saya anggap lebih sehat daripada saya begadang sambil cding semalaman.
Lama kelamaan malam menjelang libur sayapun tidak cding dan tidur sayapun semakin bisa lebih pulas. Cding kemudian saya lakukan pada pagi harinya. Mungkin inilah jalan yang diberikan oleh yang Mahakuasa untuk menghilangkan insomNIA saya. Terimakasih Tuhan. Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihiNya. Saya tahu bahwa saya masih saja tetap berada dilembah dosa yang paling dalam dan paling gelap tapi saya juga tahu bahwa Tuhan mengasihi umatNya yang berdosa sekalipun.

Rabu, 01 Juni 2011

Gara-gara selimut

Dirumah kami waktu kecil dulu adalah beberapa selimut yang warnanya garis-garis hitam putih yang kami gunakan untuk tidur jika cuaca dingin. Kami tiga bersaudara, saya adalah yang bungsu. Kami adalah anak-anak yang normal dari keluarga yang harmonis. Sebagaimana  layaknya anak-anak, maka kami juga bermain-main.  Kadang-kadang kami bermain rumah-rumahan dan biasanya kakak-kakak saya kedua-duanya atau salah satunya memakai selimut tersebut seperti memakai kain jarik dengan ketatnya.  Dan saya melihatnya dengan perasaan yang sedikit aneh, sebetulnya saya ingin meniru kakak saya itu tapi saya malu. Jadi keinginan itu saya pendam dalam hati.
Disamping bermain-main sebagaimana layaknya kanak-kanak.  Kami juga hobby nonton tv. Waktu itu yang ada hanya stasiun televisi  milik pemerintah dan kebanyakan acaranya adalah fragmen. Didalam fragmen tersebut biasanya  wanita-wanita yang berstatus ibu muda berpakaian kain kebaya dan secara tak sengaja saya memperhatikan tingkah laku dan gerak-gerik  tokoh-tokoh ibu muda yang berpakaian kain kebaya tersebut. Saya perhatikan betapa terbatasnya gerak-gerik ibu tersebut, mau  jalan harus pelan-pelan. Begitu pula kalau mau duduk.
Pikiran itu terus  mengganggu pikiran saya. Hingga akhirnya saya  secara sembunyi-sembunyi di kamar mulai mencoba  memakai selimut tersebut  seperti layaknya memakai kain. Dari hari ke hari sampai minggu ke  minggu mungkin sampai berbulan-bulan saya beberapa kali melakukannya. Hingga kali yang kesekian akhirnya saya masturbasi dengan selimut itu. Tapi waktu itu saya tidak tahu kalau itu masturbasi. Yang saya tahu adalah alat vital rasanya sakit bukan main. Saya kira alat vital saya keluar darahnya. Saya jadi takut. Tapi setelah saya lihat sendiri kalau yang keluar adalah bukan darah tapi cairan putih. Maka sayapun jadi lega. Dan kemudian akhirnya saya tahu kalau itu adalah masturbasi. Malah setelah itu saya jadi seperti ketagihan setiap beberapa hari saya melakukannya dengan sembunyi-sembunyi