tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k
Tampilkan postingan dengan label sandal jinjit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sandal jinjit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

sepakbola bondage atau PERSIKABO ?


PERSIKABO :  PERsatuan Sepakbola Indonesia berKAin kebaya & BOndage

Sepakbola gajah ? Tentu anda sudah tahu. Baik dalam arti yang sebenarnya yaitu gajah yang bermain sepakbola atau sepakbola yang saling mengalah. Sepakbola daster ? Ini biasa dimainkan oleh para lelaki dengan memakai daster dalam rangka peringatan kemerdekaan RI. Sepakbola sarung ? Ini juga hampir sama dengan sepakbola daster, dimainkan para lelaki dengan memakai sarung dalam rangka peringatan kemerdekaan RI.

Memang bermain sepakbola dengan memakai daster atau sarung akan menambah kesulitan bagi para pemainnya, karena kaki mereka terhambat oleh daster dan sarung. Tapi sebetulnya untuk daster kurang begitu menghambat kaki pemain, karena daster panjangnya tidak sampai ke mata kaki dan juga lebar. Paling hanya menambah faktor kelucuan dan faktor psikologis seorang lelaki memakai pakaian perempuan. Berbeda dengan sepakbola sarung, karena sarung panjangnya bisa sampai ke mata kaki dan juga bisa melorot. Tentu ini akan menyulitkan para pemain.

Kemudian ada lagi sepakbola dimana yang bermain adalah  wanita. Ini juga sudah umum. Tapi bagaimana jika para wanita bermain sepakbola dengan mengenakan kain kebaya lengkap dengan sanggul dan sandal jinjitnya ? Tentu ini lebih sulit jika dibandingkan dengan sepakbola sarung. Karena kain jarik bisa dipakai dengan lebih ketat daripada sarung dan masih ditambah lagi dengan sandal jinjit.

Bagaimana pula jika ditambah dengan tangan yang diikat ke belakang seperti video diatas ? Tentu menambah kesulitan bagi pare pemain dan bagi para penontonnya terutama yang suka kain kebaya dan bondage tentu saja ini merupakan tontonan yang betul-betul syur.

Tapi sudah tahukah anda aturan-aturan dalam sepakbola bondage ? Aturan-aturan dalam sepakbola bondage adalah sebagai berikut  :
  1. Protes terhadap keputusan  wasit, maka mulut akan digagged
  2. Hands ball, tangan akan diikat kebelakang
  3. Tackling terlalu keras, kaki akan diikat
  4. Kartu kuning 2 kali, maka pemain  akan dihogtied
PERSIKABO

Sabtu, 20 April 2013

Jarik

aJA seRIK
Itu arti filosofi dari jarik.
Artinya jangan iri terhadap orang lain.
Tapi bisa juga diartikan menjadi jangan serik kalau dibilang kampungan ndeso.
Lantaran ketinggalan jaman dan ketinggalan mode.
Walaupun itulah yang dipakai para bangsawan Jawa.
Bahkan ada istilah lain yang lebih anggun yaitu aristokrat Jawa.

JArang diliRIK.
Memang itulah keadaannya.
Semakin ditinggalkan oleh kebanyakan dari kita.

JAngan diliRIK.
Kalau ini adalah peringatan  buat para penggemar berat busana Jawa.
Soalnya sekali lirik bisa-bisa tergoda dan hawa nafsu bisa naik sampai kepala.

diJAbarkan dan ditaRIK.
Itulah cara memakainya.
Dibuka dan ditarik mengelilingi pinggang  kuat-kuat.

kalau JAlan diliRIK.
Kalau sudah memakai busana ini, kain kebaya.
Bisa-bisa orang lain pada ngelirik begitu lihat kita berjalan.

kalau JAlan meliRIK.
Sementara buat pemakainya sendiri bisa-bisa jalan sambil lirak-lirik.
Soalnya malu terlihat begitu anggun dan lain daripada yang lain.

rela diJAjah asal menaRIK
Seluruh badan dari kaki sampai kepala rela dipakaikan sandal jinjit, jarik,  corset, kebaya dan sanggul.
Asal akhirnya bisa tampil cantik dan anggun.

JAdilah putRI Kartini
Inilah yang biasa didengungkan di hari yang bertanggal 21 April.
Meneladani pahlawan emansipasi wanita Indonesia.
Entah cuma soal pakaiannya  ataupun sampai ke ideologinya.
Sekali lagi, selamat hari Kartini !
bluewalk1 bluewalk2

Jumat, 21 Desember 2012

Selamat hari ibu


Ibu adalah salah satu figur penting dari suatu keluarga yang lengkap. Walaupun ia tidak diakui sebagai kepala keluarga. Tapi ia adalah salah satu dari orang tua kita dan ia juga yang melahirkan kita ke dunia. Serta jangan lupa pula dengan pepatah yang mengatakan kalau dibelakang pria hebat selalu ada wanita hebat.

Namun dibalik keagungan seorang ibu, ia adalah tetap seorang wanita yang anggun. Khususnya untuk para wanita Indonesia. Para pahlawan wanita kita telah memberi contoh tersebut. RA Kartini, Dewi Sartika dan lainnya.

Khususnya untuk para wanita Jawa. Keagungan dan keanggunan itu akan lebih tampak lagi dengan pakaiannya yang berupa kain kebaya. Pakaian yang membuat seorang wanita terlihat anggun.

Terlebih dengan rambut yang tersanggul laksana  mahkota yang harus dijagai dengan seksama dan hati-hati. Walaupun terasa berat di kepala, tapi layaknya seperti tugas berat nan mulia yang harus dijalani dengan tulus dan iklas.

Kemudian kebayanya yang pas dibadan akan membentuk siluet dari badan pemakainya. Keanggunan pun akan tampak di sini. Dada yang laksana dua gunung di sela sebuah lembah menampilkan panorama yang indah. Kemudian lekuk tubuh dari pinggang ke pinggul yang terlihat jelas. Laksana indahnya sebuah guitar klasik yang mewah dan mahal yang dapat melantunkan nada-nada yang merdu. Walaupun untuk semua itu si pemakai harus rela berkorban menghimpit tubuhnya dengan stagen dan korset yang membebat tubuh dengan ketatnya. Nafas pun bisa-bisa jadi agak sesak dibuatnya. Tapi demi sebuah penampilan yang anggun, pengorbanan yang cukup sepadan rela dilakukan.

Turun kebawah, kain panjang yang depannya di wiru dengan indah membebat dan menghimpit kaki dengan ketatnya. Kaki pun harus rela berjalan dengan pelan-pelan  dan langkah-langkah yang kecil bahkan mungkin terhuyung-huyung demi suatu istilah berjalan dengan pantas layaknya wanita Indonesia yang anggun.

Terakhir, telapak kakipun harus rela dipakaikan sandal jinjit yang semakin  mempersulit berjalan selain juga bisa mengakibatkan sakit pinggang.

Tapi itu adalah citra wanita Indonesia di jaman dahulu, di jaman sekarang para wanita Indonesia sudah mengganti pakaian kain kebayanya dengan pakaian modern yang lebih praktis berupa rok dan celana. Kecuali untuk kalangan-kalangan tertentu yang masih berdarah biru, adat itu masih terjaga.

Jadi bagaimana sekarang ? Mengikuti jaman dengan pakaiannya dengan mengatas namakan emansipasi wanita. Karena memang sekarang begitulah keadaannya, wanita sekarang juga ikut menjadi pekerja dan profesional serta bukan tidak mungkin juga menjadi tulang punggung keluarga seperti layaknya seorang pria.

Atau ketat mempertahankan tradisi menguri-uri busana tradisional kita ? Seperti pemkot Surakarta yang mewajibkan seluruh pegawainya mengenakan busana Jawa pada hari tertentu.


Minggu, 16 Desember 2012

Tomboi, Maria Selena Sulit Jalan di Catwalk



Ternyata selain jengkel dengan busana batik yang menurutnya mirip dengan  busana tradisional Indonesia, Maria Selena juga tomboi hingga kesulitan berjalan dengan high heels, karena tidak terbiasa pakai high heels. Lalu bagaimana jika suatu saat ia harus berbusana tradisional Jawa atau berbusana nasional kain kebaya, sedangkan  biasanya pada saat yang bersamaan juga harus memakai sandal jinjit ?

Mungkin bagi dia ini akan menjadikan kesulitan dan kejengkelan yang menjadi satu. Pertama, kesulitan melangkah karena memakai sandal jinjit dan masih harus dihambat dengan kain wiron yang ketat. Kedua, mungkin kejengkelannya  akan bertambah, karena pertama jengkel terhadap busana kain kebaya yang dipakainya dan kemudian ditambah dengan kejengkelan karena tidak biasa memakai high heels.

Mungkin ia harus belajar ngadi salira ngadi busana dengan busana kain kebaya seperti yang biasa diadakan pada kontes pemilihan duta wisata atau pemilihan putera puteri daerah khususnya daerah Jawa Tengah. Belajar berjalan dengan perlahan-lahan, lemah gemulai sambil memasang senyum  hingga menimbulkan kesan anggun. Istilahnya berjalan dengan pantas seabagai seorang wanita Indonesia atau seorang  yang menjunjung tinggi adat-adat keTimuran.

Rabu, 01 Juni 2011

Ironi

Aku hendak mendongak menatap langit, tapi kepalaku tertahan beratnya sanggul.
Aku hendak menggeliat menyegarkan tubuh, tapi badanku terbalut ketatnya stagen dan korset.
Aku hendak melangkahkan kaki, tapi kakiku terbebat sempitnya kain panjang.
Sekali lagi au mencoba melangkah, tapi aku malah kesrimpet jarik.
Inikah yang namanya burung dalam sangkar ?
Kepalaku dihias dengan indahnya sanggul, tapi aku tak leluasa mendongak.
Badanku dibalut dengan anggunnya kebaya, tapi aku tak leluasa  menggeliat.
Kakiku ditutup dengan indahnya kain panjang, tapi aku tak leluasa melangkah.
Belum lagi kakiku yang memakai sandal jinjit.
Inikah yang namanya emansipasi wanita ?
Dalam rangka hari Kartini tahun 2011.

Metamorfosa yang sempurna

Ini merupakan akhir dari trilogy tulisan saya. Yang pertama berjudul “Gara-gara selimut”. Kedua berjudul “Dari selimut menjadi kain kebaya“.
Setelah saya bekerja, sayapun membeli kain batik dan kebaya sendiri. Saya ingat betul pertama kali saya membelinya mula-mula hanya 1 kain batik dan 1 kebaya. Kemudian saya membeli 1kain batik, 1 kebaya dan 1 selendang. Berhubung saya masih tinggal dirumah ortu, maka sayapun memakainya masih terbatas di kamar tidur atau kalau pas orang rumah pergi semua. Jadi kalau saya cding kelengkapannya sudah bertambah menjadi kain, kebaya, dan selendang. Saya juga mengambil sandal jinjit kepunyaan ibu yang agak kekecilan dan juga tas tangan yang sudah tidak kepakai serta kipas. Begitulah cara saya cding. Saya sering mematut-matut didepan cermin dan berlenggang lenggok. Rasanya puas sekali.
Setelah bertahun-tahun saya kerja, akhirnya saya punya rumah sendiri. Rasanya senang sekali saat itu bisa beli rumah dari hasil keringat sendiri. Dan efek lainnya adalah saya jadi bisa bebas bercding kapan saja selama masih didalam rumah dan bahkan kadang-kadang secara sembunyi-sembunyi saya juga berjalan-jalan di halaman depan rumah tidak hanya di malam hari tapi juga kadang-kadang nekat di siang hari sambil  waspada. Beberapa hari setelah menempati rumah saya sendiri sayapun mulai membeli kebaya 4 buah. Pertama kali 2 buah dan selang beberapa hari 2 buah lagi. Setelah itu saya beli bh, sandal jinjit dan seterusnya saya jadi kebablasan membeli kain batik dan kebaya 1 demi 1 saya kumpulkan hingga sekarang kira-kira ada 1 lusin kain batik dan 9 kebaya.
Pertama kali hari Minggu saya dirumah sendiri , saya merasa senang sekali karena bisa saya gunakan untuk cding seharian dari pagi sampai sore. Saya merasa puas sekali. Saya bahkan dalam sehari kadang sampai berganti-ganti kebaya ataupun kain. Berhubung saya di rumah sendiri, maka saya masak dan  mencuci sendiri dan dihari itu saya lakukan sambil berkain kebaya.  Rasanya bahagia dan feminin sekali.
Setelah berulang-ulang hal itu saya kerjakan, sayapun semakin menuntut diri saya sendiri untuk menjadi wanita yang sesempurna mungkin dalam hal lahiriah waktu bercding. Maka sayapun membeli kelengkapan yang belum saya punyai yaitu  stagen dan sanggul serta peralatan makeup walaupun yang murahan mulai dari bedak, lipstick, eye shadow, pensil alis hingga yang terakhir adalah bulu mata palsu. Saya kadang-kadang merasa kagum pada diri saya sendiri waktu berkaca setelah bermakeup, betapa cantik nian diriku. Kemudian saya amati-amati diri saya dalam cermin seluruh tubuhku yang terbalut kain kebaya dilengkapi dengan sandal jinjit, selendang dan memakai sanggul. Alangkah mirip diriku dengan perempuan cantik yang anggun dan njawani. Betul-betul sebuah metamorfosa yang sempurna.
Setelah itu sayapun masih merasa ada yang kurang yaitu dokumentasi. Maka sayapun membeli kamera digital. Kemudian setiap cding saya sempatkan untuk mengambil foto diri dengan selftimer dengan aneka macam gaya bak foto model. Setelah saya punya foto-foto diri waktu cding, sayapun tertantang untuk menunjukkan kepada dunia luar tapi dengan tetap menyembunyikan identitas asli saya. Kebetulan dirumah ada computer dan internet. Maka sayapun mencari-cari situs mana yang kira-kira cocok  dan salah satunya adalah situs indocrossdresser. Dari situs ini juga saya baru tahu kalau saya ternyata tidak sendirian mempunyai kelainan ini, tapi banyak rekan-rekan saya di situs ini. Terimakasih untuk situs ini karena bisa menjadi tempat untuk kita saling curhat dan tukar info.