tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Minggu, 30 Desember 2012

Lintas busana di televisi

Beberapa tahun kemarin ada kritik tentang pembawa acara lelaki di televisi yang tampil sebagai wanita atau tampil kewanita-wanitaan. Para pengritik yang umumnya dari kalangan orang tua, pendidik dan agamawan kuatir kalau acara yang dibawakan oleh host yang bersangkutan ditonton oleh anak-anak kecil. Padahal anak kecil adalah peniru yang hebat dari apa yang dilihat.

Hal ini sempat membawa dampak dengan menurunnya bahkan sempat menghilangnya host atau pembawa acara lelaki yang tampil kewanita-wanitaan. Tapi tampaknya sekarang keadaan sudah berbalik dan hampir kembali normal lagi seperti dulu ketika kritik itu belum ada.

Beberapa acara di Trans7 secara tidak sengaja bahkan menjadi arena untuk berlintas busana. Salah satu diantaranya adalah Kepo quiz yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu malam sekitar pukul 7. Ini adalah acara quiz sesuai dengan namanya, tapi bisa dijadikan sebagai arena untuk berlintas busana. Karena ada satu segmen yaitu segmen dimana kontestan harus berdandan dalam hal ini berpakaian dan bermakeup ala artis terkenal tertentu. Artis itu bisa laki, wanita atau kebencong-bencongan. Kemungkinan pertama adalah jika kontestan cowok harus berdandan ala artis yang kebencong-bencongan. Kemungkinan kedua adalah jika kontestan cowok harus berdandan sebagai artis cewek dan kebalikannya jika kontestan cewek harus berdandan ala artis cowok. Dan sesudah segmen itu selesai masih ditambahi dengan aturan dandanan tidak boleh dilepas sampai acara selesai, padahal sesudah segmen itu selesai masih ada segmen lainnya.

Acara selanjutnya adalah Hitam Putih yang dibawakan oleh Dedy Corbuzier. Kalau untuk acara ini yang jadi korbannya adalah pengiring musiknya yaitu Anu dan Billy the beatbox. Belum lagi artis bintang tamu cowok yang kadang-kadang juga tampil berdandan ala cewek. Seperti misalnya pelawak Wendy. Kalau untuk Wendy mungkin keadaan ini boleh dibilang sebagai sudah biasa, karena ia kadang-kadang tampil sebagai cewek waktu pentas melawak. Tapi untuk Anu dan Billy, keadaan ini apakah sudah biasa untuk mereka ? Kita tidak tahu. Paling tidak sudah 2 kali mereka tampil dengan dandanan setengah wanita atau tidak full crossdressing. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, penari tradisional cilik yang sedang mengikuti kontes IMB dan episode dengan bintang tamu Syahrini. Pada episode dengan bintang tamu Sandrina, mereka tampil dengan makeup wanita dan rambut di sanggul serta memakai kebaya walaupun bawahannya tidak memakai kain panjang, tapi tetap memakai celana. Tapi untungnya pada episode dengan bintang tamu Syahrini, mereka hanya tampil dengan makeup dan wig, Selebihnya pakaian mereka masih normal pakaian lelaki.

Hal ini belum terhitung untuk acara-acara yang bersifat lawak seperti Tahan Tawa Transtv dan OVJ Trans7 dimana para pelawaknya kadang-kadang tampil berdandan sebagai lawan jenisnya. Dan seperti diketahui bersama acara-acara diatas semua ditayangkan pada waktu malam begitu larut.

Apakah ini tanda akhir jaman ? Atau kebebasan pers di Indonesia yang sudah menguat ? Atau para orang tua sudah cukup mempunyai strategi, cara, pelindung, perisai atau penangkal untuk menjaga anak-anak mereka dari mencontoh adegan-adegan yang ada di televisi ? Bagaimana menurut anda ?
Anu berdandan ala Syahrini
Anu berdandan ala Syahrini

Jumat, 28 Desember 2012

Orbituary : indocrossdresser.lefora.com

Tak dapat dipungkiri lagi kalau situs ini telah sangat berjasa terhadap diriku khususnya terhadap hobbyku berlintas busana. Harus kuakui kalau sebelum aku menemukan situs itu, aku sama sekali tidak tahu istilah cding, cder dan mungkin juga crossdresser. Dulu sewaktu kecil dan internet belum semarak sekarang memang aku pernah tahu dan membaca istilah itu, crossdress. Tapi kemudian karena tidak pernah dipakai, setelah sekian lama akhirnya aku lupa dengan istilah itu. Baru setelah aku membaca itu di internet dan juga di situs itu akhirnya ingatanku kembali lagi.

Selain itu lewat situs ini juga aku juga mengetahui kalau orang-orang yang mempunyai hobby crossdressing ternyata juga banyak. Bukan itu saja, orang-orang yang hobbynya lebih khusus dan lebih jarang yaiu berlintas busana khusus busana Jawa kain kebaya ternyata juga tidak sedikit.

Awal mulanya aku mengetahui situs ini adalah lewat google.com. Waktu itu Sabtu malam Minggu dan seperti kebiasaanku dulu aku selalu berlintas busana sambil online mencari artikel dan gambar yang berhubungan dengan "kain, kebaya dan jarik" serta yang semacamnya. Biasanya aku tidak pernah mendapatkan situs indocrossdresser.lefora.com. Tapi malah situs-situs lain yang bukan pelintas busana yang isinya juga gambar-gambar wanita memakai kain kebaya dan artikel-artikel yang berhubungan dengan itu. Sampai suatu saat akhirnya aku mendapatkan situs itu lewat google.com dengan kata kunci pencarian yang kurang lebih sama. Pertama kali waktu itu aku jadi heran. Ternyata ada juga cowok yang hobby pakai kain kebaya sampai masturbasi. Kemudian karena tertarik maka aku ikut mendaftarkan diri menjadi member di situs itu.

Setelah disetujui menjadi member, aku pun menulis postingan di situs itu dan juga mengupload foto-fotoku. Setelah kulakukan beberapa kali, aku jadi kepikiran untuk membuat blog sendiri. Aku ingat waktu itu beberapa artikel awal ku antara lain trilogiku "Gara-gara selimut", "Dari selimut menjadi kain kebaya" dan "Metamorfosa yang sempurna". Di situs itu dulu ada bagian yang kurang lebih isinya top posts atau beberapa postingan yang paling banyak dilihat oleh pengunjung dan postinganku ternyata juga ikut masuk kedalam daftar top posts. Tentu saja aku merasa senang bukan main.

Suatu ketika di situs itu dimuat pendaftaran untuk menjadi member premium dengan harga promosi. Karena ongkosnya tidak mahal, maka iseng-iseng aku mentransfer sejumlah uang untuk pendaftarannya. Selang beberapa hari aku mendapat email yang menyatakan kalau aku sudah menjadi member premium. Maka aku pun semakin semangat untuk membuat postingan dan mengupload foto-fotoku.

Sampai suatu saat ketika hendak login, aku mendapat pesan aneh di layar monitor. Isinya kurang lebih aku tidak bisa login, karena keanggotaanku sedang menunggu persetujuan dari admin. Ini terjadi beberapa hari. Kemudian sesudah itu aku bisa login lagi. Dan kebetulan di situs itu ada yang membicarakan soal keanggotaan premium dan keistimewaannya. Maka aku pun juga ikut nimbrung dan mengkritik kejadian yang aku alami selama beberapa hari. Tak dinyana selang beberapa hari ketika aku browsing di situs itu, namaku tertera menjadi salah satu moderator di situs itu. Ternyata itu sebagai kompensasi atas gangguan yang aku alami. Maka aku pun mengucapkan terimakasih kepada administrator situs itu.

Selang beberapa lama, aku mendapat respon dari salah satu member atas salah satu postinganku. Isinya kurang lebih postinganku kurang menarik, mungkin saja kurang sensasional. Maka sejak itu aku mulai kurang aktif hingga akhirnya aku tidak aktif lagi membuat postingan dan mengupload foto. Di samping itu blogku juga sudah mulai berkembang, maka aku pikir lebih baik aku mengurus blogku sendiri.

Tapi setelah untuk waktu yang lama, aku sekali-kali masih menyempatkan diri untuk melihat situs itu walaupun untuk sepintas saja. Dan aku masih terus secara berkala mendapatkan email dari situs itu. Hingga suatu saat ketika aku ingin melihat situs itu, browser komputerku bukannya mengakses alamat itu, tapi malah mengakses alamat lefora.com dan di layar monitor ada tulisan yang isinya kurang lebih menyatakan kalau alamat itu sudah tidak ada lagi. Karena masih penasaran, maka aku berulang-ulang mengulang hal itu dan itu kulakukan selama beberapa hari. Hingga akhirnya aku dapat kesimpulan kalau situs itu memang sudah tidak ada lagi. Maka aku iseng-iseng menulis di facebook dan twitterku, isinya "rest in peace indocrossdresser.lefora.com ..."

Tapi selang beberapa hari kemudian ketika aku iseng-iseng mengakses indocrossdresser.lefora.com
, ternyata alamat itu bisa diakses lagi untuk beberapa waktu dan aku kembali mendapat email secara berkala dari situs itu. Tapi kemudian selama beberapa hari atau minggu aku tidak mendapat email dari situs itu, maka aku pun jadi penasaran. Aku pun mencoba mengakses situs itu dan kembali situs itu tidak bisa diakses. Sebagai gantinya ada situs lain yang namanya kalau tidak salah forum.indocrossdresser.com. Dan juga ada beberapa nama dari member yang sama dengan member di situs yang lama. Selain itu lewat sebuah blog yang merupakan milik dari administrator situs indocrossdresser,lefora.com juga dimuat sebuah tulisan yang mengatakan kalau forum sekarang pindah di alamat baru tersebut. Maka aku pun menarik kesimpulan kalau sekarang benar-benar situs indocrossdresser,lefora.com sudah tamat. Kalau betul memang begitu keadaannya, maka aku ingin ( kembali ) mengucapkan "Rest in peace indocrossdresser.lefora.com. May God forgive you and accept you at His side. Ashes to ashes. Dust to dust". Beristirahatlah dengan tenang indocrossdresser.lefora.com. Biarlah tunas-tunas muda bermunculan untuk menggantikanmu. Long live crossdresser !

Lewar posting ini aku juga ingin mengucapkan salam kepada member di indocrossdresser.lefora.com. Bagaimana kabarnya ? Sis Andini, Desi Sukaff, Devina Angelina, Jenny Id, Yuanita dan semuanya saja termasuk yang aku  sudah lupa namanya.

Kamis, 27 Desember 2012

Belanja natal

Seperti pada umumnya seorang wanita, maka akupun  juga belanja di hari Natal. Yang pertama tentu saja, kue-kue dan biskuit. Kemudian seperti pada umumnya seorang wanita juga, maka aku juga belanja pakaian. Tapi pakaian yang kubeli bukannya rok, baju, atau celana dan sejenisnya. Melainkan 3 lembar kain jarik batik.

Bukannya aku tidak punya atau tidak suka rok dan semacamnya. Aku punya beberapa. Dan bukannya aku tidak tertarik untuk membelinya lagi. Tapi entah kenapa aku hari itu malah membeli 3 lembar kain jarik batik. 1 lembar corak sogan, 1 lembar corak garutan dan 1 lembar corak pekalongan.

Mungkin aku seorang yang konservatif atau kolot atau malah seorang yang ndeso dan kampungan. Atau seorang yang berpura-pura menyukai kain batik.

Tapi itulah yang terjadi padaku dan keesokan harinya aku mencoba memakai salah satu kain jarik baruku yang bercorak sogan setelah terlebih dahulu aku wiru. Kain batik itu tebal dan wangi batiknya membangkitkan gairahku untuk memakainya. Akupun menciuminya dan meletakkannya dipangkuanku yang sudah terlebih dahulu memakai kain kebaya tapi dengan kain jarik yang lama. Kainnya terasa dingin di pangkuanku dan si adik jadi sedikit terangsang. Setelah aku menimang-nimang ketiga kain jarik batik yang kubeli kemarin satu demi satu, baru aku memutuskan untuk memakai yang berwarna sogan. Aku pun mewirunya, kainnya yang tebal menjadikannya gampang untuk diwiru, karena kain yang tebal menjadikannya kaku dan tidak membuka kembali ketika diwiru.

Setelah selesai mewiru, maka aku segera melepas kebaya, bra dan stagen kemudian kain jariknya. Kemudian kain jarik baru itu aku lilitkan di kakiku. Setelah selesai dan dirapikan serta berpakaian lengkap, aku mengaca dan mematut-matut didepan cermin. Aku merasa sangat puas. Kain jarik baruku yang aku beli di hari Natal. Sungguh terasa sangat romantis dan syahdu. Foto-fotonya ada dibawah ini.

Sebetulnya aku sudah punya yang motifnya hampir sama dengan yang baru ini, tapi yang lama lebarnya lebih sempit dan juga agak tipis kainnya.










Selasa, 25 Desember 2012

Pakai kebaya jadi nggak bisa pipis

Suatu hari ketika aku melihat search term untuk views kemarinnya, aku mendapati kalimat di atas.  Pakai kebaya jadi nggak bisa pipis.

Tantu saja kalimat itu salah. Pakai kebaya tetap bisa pipis dengan bebas dan leluasa seperti biasa. Kecuali bawahannya pakai kain jarik wiron yang dipakai dengan sangat rapat dan singset hingga ke mata kaki  terus masih diikat dengan tali dipinggang dan ditutup dengan stagen plus corset hingga tidak bisa dicincing atau dinaikkan keatas sampai ke pantat. Itu baru jadi masalah.

Solusi satu-satunya kain jarik memang harus dipaksakan untuk dicincing atau dinaikkan hingga ke pantat  kalau memang mau pipis. Tapi akibatnya kain jarik nanti bisa  jadi kurang rapi dan kurang singset lagi begitu diturunkan ketika habis pipis.

Tapi sebetulnya hal ini seperti pisau yang bermata dua. Pakai kain kebaya jadi tidak bisa pipis. Di satu sisi hal ini akan menyiksa si pemakainya, tapi di sisi lain justru disinilah tantangan dan sekaligus kenikmatannya. Terutama untuk para pelintas busana. Ini adalah sengsara yang membawa nikmat. Tersiksa karena tidak bisa pipis, tapi justru dengan begitu si adik jadi bisa bergairah dan membantu untuk berdiri tegak gagah perkasa.

Pernah suatu ketika aku sedang online sambil pakai kain kebaya dan chatting dengan teman, kebetulan dia tahu kalau aku pakai kain kebaya. Dia bilang begini "Pipis dulu jeng, nanti kalau sudah pakai kain kebaya tidak bisa pipis lagi". Aku pun menjawab begini "justru disitulah kenikmatannya". Dia pun menambahi "rasanya senggring senggring".

Tapi ada juga temanku yang lain yang juga maniak sama kain jarik.  Dia punya kebiasaan yang beda dengan kebiasaanku. Dia bisa pipis di kain jariknya waktu pakai jarik. Pipis bukannya mastubasi. Hal itu tidak pernah sekalipun terjadi padaku. Walaupun kebelet pipis, tapi tetap saja tidak bisa keluar pipisnya. Yang sering terjadi akhirnya malah masturbasi. Baru sesudah selesai berlintas busana,  pipisnya bisa keluar dengan lancar dan banyak.

Temanku yang pipis di jarik itu pun memberitahu aku kalau pipis tapi ditahan-tahan itu tidak baik bagi syaraf si adik. Aku tau maksudnya, tapi  mau dipipiskan tidak bisa dan memang rasa kebeletnya kurang kuat. Mungkin kalah dengan  gairahnya si adik yang sedang menggebu-gebu waktu sedang berlintas busana. Tapi bagaimanapun juga lewat posting ini aku sekaligus ingin mengucapkan terimakasih atas infonya.

Akhirnya daripada kebelet pipis tidak bisa dipipiskan lebih baik berfantasi dengan pisang seperti dibawah ini. Selamat menikmati !









Jumat, 21 Desember 2012

Selamat hari ibu


Ibu adalah salah satu figur penting dari suatu keluarga yang lengkap. Walaupun ia tidak diakui sebagai kepala keluarga. Tapi ia adalah salah satu dari orang tua kita dan ia juga yang melahirkan kita ke dunia. Serta jangan lupa pula dengan pepatah yang mengatakan kalau dibelakang pria hebat selalu ada wanita hebat.

Namun dibalik keagungan seorang ibu, ia adalah tetap seorang wanita yang anggun. Khususnya untuk para wanita Indonesia. Para pahlawan wanita kita telah memberi contoh tersebut. RA Kartini, Dewi Sartika dan lainnya.

Khususnya untuk para wanita Jawa. Keagungan dan keanggunan itu akan lebih tampak lagi dengan pakaiannya yang berupa kain kebaya. Pakaian yang membuat seorang wanita terlihat anggun.

Terlebih dengan rambut yang tersanggul laksana  mahkota yang harus dijagai dengan seksama dan hati-hati. Walaupun terasa berat di kepala, tapi layaknya seperti tugas berat nan mulia yang harus dijalani dengan tulus dan iklas.

Kemudian kebayanya yang pas dibadan akan membentuk siluet dari badan pemakainya. Keanggunan pun akan tampak di sini. Dada yang laksana dua gunung di sela sebuah lembah menampilkan panorama yang indah. Kemudian lekuk tubuh dari pinggang ke pinggul yang terlihat jelas. Laksana indahnya sebuah guitar klasik yang mewah dan mahal yang dapat melantunkan nada-nada yang merdu. Walaupun untuk semua itu si pemakai harus rela berkorban menghimpit tubuhnya dengan stagen dan korset yang membebat tubuh dengan ketatnya. Nafas pun bisa-bisa jadi agak sesak dibuatnya. Tapi demi sebuah penampilan yang anggun, pengorbanan yang cukup sepadan rela dilakukan.

Turun kebawah, kain panjang yang depannya di wiru dengan indah membebat dan menghimpit kaki dengan ketatnya. Kaki pun harus rela berjalan dengan pelan-pelan  dan langkah-langkah yang kecil bahkan mungkin terhuyung-huyung demi suatu istilah berjalan dengan pantas layaknya wanita Indonesia yang anggun.

Terakhir, telapak kakipun harus rela dipakaikan sandal jinjit yang semakin  mempersulit berjalan selain juga bisa mengakibatkan sakit pinggang.

Tapi itu adalah citra wanita Indonesia di jaman dahulu, di jaman sekarang para wanita Indonesia sudah mengganti pakaian kain kebayanya dengan pakaian modern yang lebih praktis berupa rok dan celana. Kecuali untuk kalangan-kalangan tertentu yang masih berdarah biru, adat itu masih terjaga.

Jadi bagaimana sekarang ? Mengikuti jaman dengan pakaiannya dengan mengatas namakan emansipasi wanita. Karena memang sekarang begitulah keadaannya, wanita sekarang juga ikut menjadi pekerja dan profesional serta bukan tidak mungkin juga menjadi tulang punggung keluarga seperti layaknya seorang pria.

Atau ketat mempertahankan tradisi menguri-uri busana tradisional kita ? Seperti pemkot Surakarta yang mewajibkan seluruh pegawainya mengenakan busana Jawa pada hari tertentu.


Rabu, 19 Desember 2012

Santa Claus is coming to town


Ini adalah cerita masa kecilku dulu sewaktu aku masih duduk di Sekolah Dasar. Waktu itu aku sering mendengar cerita dari teman-teman sekelasku tentang Santa Claus. Mereka bilang kalau mereka waktu itu disuruh orang tua mereka untuk meletakkan sepatu dan rumput beserta air putih dalam suatu tempat dan meletakkannya di bawah tempat tidur mereka pada tanggal 4 Desember malam hari sebelum tidur. Soalnya pada malam itu Santa Claus akan datang ke rumah mereka dan memberi mereka hadiah. Dan teman-temanku yang melakukan itupun mendapat hadiah mereka masing-masing. Hadiah itu rata-rata semacam alat tulis dan sekolah atau jam tangan.

Waktu pertama kali aku mendengar cerita itu, aku tidak langsung ikut mengerjakannya. Baru tahun berikutnya aku juga melakukan itu.  Ketika itu aku masih percaya kalau yang memberi hadiah betul-betul Santa Claus. Maka akupun menyertakan selembar surat di tempat itu. Isinya permintaan akan barang-barang yang aku inginkan pada waktu itu yaitu beberapa cassette dari artist yang aku idolakan waktu itu. Tapi besok harinya ternyata aku tidak mendapat barang-barang yang aku inginkan melainkan  mendapat hadiah berupa alat-alat tulis.

Ketika kita sudah dewasa, kita pun tahu kalau itu adalah hadiah dari orangtua kita. Dan sebagai orang Kristiani, kita tahu bahwa hadiah Natal yang paling indah dan bermakna bagi kita adalah bayi Yesus yang telah lahir bagi kita.

English

This is a story from my childhood when I was sitting in primary school. At that time, I often heard stories from my classmates about Santa Claus. They said that they were told by their parents to put shoes and lawn with water in one place and put it under their bed on December 4 at night before bed. Because on that night  Santa Claus is coming to their house and give them gifts. And my friends who did that too got their reward. The prize was commonly stationery  or watches.

When I first heard the story, I did not directly participate.  But the  next year I also did it. That time  I still believed that the  gifts really  given by Santa Claus. So I  included a letter in that place. It contained the demand for the goods that I wanted at that time that was some cassettes from the artists that I admired that time. But the next day, it turned out that I did not get the things I wanted but I got the gift of writing instrument.

As we've grown, we also know that it is a gift from our parents. And as Christians, we know that Christmas gift that  is  most beautiful and meaningful for us is the baby Jesus that was born for us.













Minggu, 16 Desember 2012

Tomboi, Maria Selena Sulit Jalan di Catwalk



Ternyata selain jengkel dengan busana batik yang menurutnya mirip dengan  busana tradisional Indonesia, Maria Selena juga tomboi hingga kesulitan berjalan dengan high heels, karena tidak terbiasa pakai high heels. Lalu bagaimana jika suatu saat ia harus berbusana tradisional Jawa atau berbusana nasional kain kebaya, sedangkan  biasanya pada saat yang bersamaan juga harus memakai sandal jinjit ?

Mungkin bagi dia ini akan menjadikan kesulitan dan kejengkelan yang menjadi satu. Pertama, kesulitan melangkah karena memakai sandal jinjit dan masih harus dihambat dengan kain wiron yang ketat. Kedua, mungkin kejengkelannya  akan bertambah, karena pertama jengkel terhadap busana kain kebaya yang dipakainya dan kemudian ditambah dengan kejengkelan karena tidak biasa memakai high heels.

Mungkin ia harus belajar ngadi salira ngadi busana dengan busana kain kebaya seperti yang biasa diadakan pada kontes pemilihan duta wisata atau pemilihan putera puteri daerah khususnya daerah Jawa Tengah. Belajar berjalan dengan perlahan-lahan, lemah gemulai sambil memasang senyum  hingga menimbulkan kesan anggun. Istilahnya berjalan dengan pantas seabagai seorang wanita Indonesia atau seorang  yang menjunjung tinggi adat-adat keTimuran.