tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Jumat, 01 Juni 2012

Koki feminim dan maskulin


Profesi koki seiring dengan makin maraknya dunia kuliner di Indonesia, maka juga semakin naik daun. Bisa dikatakan tidak kalah dengan profesi selebriti. Dan ini bukan hal baru lagi, tapi sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun. Salah satu stasiun televisi di Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi bahkan akan menggelar sebuah ajang kompetisi pencarian Master Chef. Ini adalah untuk yang kedua kalinya. Setelah sukses untuk kali yang pertama di tahun lalu.

Dunia yang oleh orang awam dianggap sebagai dunia milik wanita dan biasanya didalam rumah  diletakkan dibagian belakang di area servis dan cenderung disembunyikan,  tapi dalam bisnis ternyata  banyak juga digeluti oleh kaum adam. Bahkan ada anggapan kalau profesi koki sebetulnya lebih cocok untuk pria, karena pria lebih stabil emosinya dan lebih mementingkan rasio. Jadi kemungkinan cita rasa masakannya lebih stabil akan lebih besar.

Ada suatu kejadian di suatu kompetisi memasak dimana para kontestan di putaran final diadu juga dengan seorang chef profesional. Hasilnya waktu chef profesionalnya seorang wanita, ia dikalahkan oleh seorang kontestan yang seorang pria. Sebaliknya waktu chef profesionalnya seorang pria, ia tidak bisa dikalahkan oleh para kontestan. Penilaian dilakukan oleh para chef profesional tanpa mengetahui pembuat dari masakan yang dinilai.

Para chef lelaki ini pun tidak kalah terkenalnya bila dibandingkan dengan para chef wanita. Acara show mereka di televisi juga tidak kalah menariknya bila dibandingkan dengan acara show dari para chef wanita. Gaya merekapun bermacam-macam. Mulai dari yang lucu, feminim, maskulin, macho sampai yang akrobatik.

Rudy Choirudin

Salah satu chef senior di Indonesia bisa dibilang memiliki gaya yang agak feminim. Anehnya gaya ini makin menjadi-jadi bila dibandingkan dengan gayanya pada waktu dahulu yang lebih berkesan formal. Gayanya sekarang agak kegenit-genitan. Terutama  bibirnya waktu berkata-kata. Apakah ini lantaran terbawa oleh profesi, menjiwai profesi atau karena memang disengaja ? Sekarang ia mempunyai acara tetap yang bernama Foody with Rudy di stasiun televisi AnTV.



Chef Harada

Chef yang orang Jepang ini menikah dengan orang Indonesia dan memiliki restauran yang bernama Ajihara di Jakarta. Gayanya genit nggak ketulungan mirip cewek selain jenaka. Bicaranya pélo dengan logat Jepang yang masih kental. Ia berusaha memadukan budaya Jepang dan Indonesia. Barusan ia punya acara tetap di stasiun televisi TransTV yang bernama Fun Cooking. Di acara ini dia selalu tampil dengan kimono.

Edwin Lau

Punya acara tetap Good Living di MetroTV. Tapi berbeda dengan kedua chef diatas, Edwin memiliki postur tubuh yang macho. Badannya kekar seperti binaragawan. Gaya bicaranya gentle, tapi tidak feminim. Bila melihat dia memasak dengan baju yang berlengan pendek akan terlihat suatu pemandangan yang kontras. Lengan yang kekar, tapi mengolah bahan makanan menjadi masakan.

Juna Rorimpandey

Tampangnya sekarang macho banget. Berkumis dan berjenggot. Lengannya bertatoo. Berbeda dengan dulu sebelum memelihara kumis dan jenggot, walaupun sudah bertatoo di lengannya. Pada waktu menjadi juri di acara Master Chef Indonesia, gayanya arogan dan sombong. Berbeda dengan gaya waktu menjadi host di acara Master Class Ramadhan yang tentu saja gentle.

Billy Kalangi

Sama dengan Juna, Billy juga memelihara kumis dan jenggot. Tapi biarpun demikian, kesannya tidak segarang Juna. Mungkin karena garis bibirnya yang cenderung seperti  tersenyum. Punya acara Resep Rahasia di KompasTV yang bertema mengeksplorasi kekayaan kuliner nusantara . Sebelumnya punya acara masak yang bernama Cooking 911.

Kungfu Chef Muto

Kungfu Chef adalah salah satu acara masak yang bisa dibilang berbeda dari yang lainnya. Kokinya  mengolah bahan makanan dan memasak dengan gaya akrobatik kungfu. Pakaian yang dikenakan pun bergaya China. Wajan yang dipakai memasak berbentuk meja bulat yang besar. Kesannya macho banget.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar