Yuk, dik. Kita tamasya yuk. Sama kakak ke Thailand. Negeri gajah putih. Nanti kita makan enak disana. Sarapan tom yam. Habis itu makan pencuci mulut. Durian bangkok, tapi jangan kebanyakan entar bisa mabuk. Kalau masih kurang nanti kita makan jambu Bangkok sama pepaya Thailand.
Malamnya lihat-lihat pemandangan keliling kota. Banyak cewek-cewek cantik disana lho dik. Entar kamu jangan tegang-tegang ya. Apalagi sampai ngiler.
Dik, tau ndak ? Orang bilang kalau ada wanita cantik Thailand itu bukan wanita dari lahir lho dik. Tapi dia itu ladyboy. Adik tau ladyboy ? Entar kakak ceritain lebih detail lagi.
Tapi dik, kakak mau terus terang sama adik. Tujuan utama kakak ke sini mau menyapih adik. Dik buyung jangan takut lagi. Adik kan sudah besar. Habis disapih nanti, kakak sudah tidak bisa lagi kasih kamu cairan.
Adik harus tabah lho dik. Soalnya penyapihannya nanti mungkin terasa sakit bagi kita berdua. Adik jangan nangis ya. Biar seneng entar malam sebelum besok disapih, adik mau kakak bawa lihat-lihat cewek cantik. Adik boleh deh tegang sepuas-puasnya sampai muntah-muntah. Lampiaskan semua hawa nafsumu, dik. Tidak usah ragu-ragu apa malu-malu. Soalnya ini mungkin terakhir kalinya kamu bisa berdiri tegak gagah perkasa.
Kain wiron adalah kain batik yang salah satu ujungnya di wiru atau
dilipat-lipat seperti kipas. Biasanya dipakai sebagai setelan dari
kebaya. Walaupun juga bisa dipakai tanpa kebaya, tapi hanya dengan
kemben.
Wiru berjumlah ganjil 3, 5, 7, 9 dan seterusnya. Lebar
wiru untuk perempuan adalah sekitar 2 cm. Semakin banyak jumlah
wirunya, maka akan semakin kelihatan indah waktu dipakai. Tapi otomatis
juga memerlukan lebih banyak waktu pada waktu membuat wirunya. Selain
itu kain wiron dengan jumlah wiru yang banyak juga hanya bisa dipakai
oleh mereka yang berbadan langsing.
Tentang wiru ini ada juga yang
kebiasaan membuat sampai mencapai 1/3 dari panjang kain. Maksudnya
supaya kalau dipakai akan terlihat bekas lipatan-lipatan wirunya. Karena
sebagian wiru akan dibuka dan dililitkan ke kaki. Sehingga akan nampak
indah.
Wiru bisa dibedakan menjadi gaya Jogya dan Solo. Pada wiru
gaya Jogya, pinggiran batik yang disebut tumpal tidak dilipat ke dalam
tapi diperlihatkan atau dilipat keluar. Sedang tumpal batik pada wiru
gaya Solo dilipat kedalam dan tidak diperlihatkan. Baru sesudah itu
lipatan-lipatan selanjutnya akan sama, yaitu kearah luar.
Pada
waktu mau memakai kain, kaki terlebih dahulu harus mengenakan sandal
jinjit. Maksudnya supaya nanti ujung kain sebelah bawah jatuhnya bisa
pas. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Kain wiron dipakai
dengan cara melilitkannya ke kaki dari kiri ke kanan. Pada waktu mulai
melilitkan kain wiron ada 2 versi dari posisi kaki. Pertama, sebelah
kaki yaitu kiri atau kanan agak maju kedepan. Versi yang lain mengatakan
kalau kedua kaki harus disilangkan dan merapat.
Kemudian kain
dipegang dengan membentuk segitiga meruncing keatas hinggga ujung
bawahnya dalam posisi yang lebih tinggi dari sisa kain yang akan
diilitkan. Ujung bawah kain dijepit diantara kedua kaki. Kemudian kain
baru dililitkan ke kaki.
Kain diatur agar meruncing kebawah dan
sebagai akibatnya akan melebar dan kendor dipinggang. Untuk itulah kain
kita ikat erat-erat dengan tali dipinggang supaya nanti lama-lama tidak
kedodoran. Setelah terlebih dahulu merapikan kainnya.
Ujung luar
yang berwiron diatur supaya jatuh di sebelah depan agak ke kanan
kira-kira sekitar dua jari dari titik pusar. Apabila masih tidak tepat,
maka kain bisa digeser atau diulangi lagi dari awalnya yaitu dari ujung
kain yang tidak berwiru yang dibentuk segitiga.
Hal ini
dimaksudkan supaya waktu berjalan, kain wiron tidak tertarik terlalu ke
belakang. Dengan demikian sewaktu berhenti dari keadaan berjalanpun kain
wiron tidak akan terlalu tersingkap ke belakang atau kedodoran, tapi
masih tetap rapi dengan posisi masih menutup. Wiru hanya akan terbuka
waktu berjalan.
Cara berjalan pada waktu memakai kain adalah
melangkah dengan pendek-pendek supaya kain tidak cepat kendor atau
kedodoran disamping wirunya tidak cepat rusak
.
Selanjutnya kain bisa ditutup dengan kemben atau korset atau long torso. Sesudah itu barulah kebaya dikenakan.
Hampir
setiap hari saya selalu sign in di wordpress dan memeriksa "Search
Engine Terms" untuk mengetahui apa yang dicari pengunjung situs saya.
Suatu hari saya mendapatkan kalimat ini "kalau kain mau di wiru apakah
boleh di cuci" di "Search Engine Terms". Maka lewat posting ini saya
sekaligus ingin menjawab kalimat atau pertanyaan itu. Tentu saja kain
boleh di cuci kalau mau diwiru.
Tidak ada larangan untuk mencuci
kain kalau mau diwiru. Selain kain dicuci dan diangin-anginkan terlebih
dahulu sampai kering, baru kemudian di wiru. Tidak disarankan untuk
menjemur kain batik ditempat yang terpapar sinar matahari secara
kangsung, karena akan memperbesar kemungkinan luntur.
Hubungan
yang ada antara mencuci kain dan mewiru kain adalah jika kain sudah
terlalu lama, sering dipakai dan terlalu sering dicuci hingga menjadi
tipis dan lemas, maka akan sulit untuk di wiru. Bahkan mungkin tidak
bisa diwiru lagi. Karena begitu dilipat, maka kain akan membuka
kembali.
This article is written in 2 languages : English and Indonesian. Artikel ini ditulis dalam 2 bahasa : Inggris dan Indonesia.
English
One complement of crossdressing is female voice. For me, it's the most difficult part of crossdressing. Change our voice into a female voice. It's almost like impossible to me. I have seen the video of it on internet. It takes months and years. Yes sometimes I also practice it, but my voice is still too far from perfect. It still likes falsetto. I have funny stories about it.
It was when I recently opened an account in facebook. I still didn't dare to upload my photos until my face. I just upload my photos until my neck. And one of my male friend maybe because he thought that I am a girl, wanted to call me on the phone. But when I answered his call in my normal voice, he said "a male ?".
Before that, because of boring and want some variations while crossdressing, I called any places with my female voice. The reactions that I got are varied.
When I called a radio station, a female radio broadcaster received my call and said "Miss, are you cold ? Your voice is trembling". I couldn't reply her. I was just hanging on the telephone for a while. Then I put the phone. My heart beat faster. It was totally failed.
The other time I called another radio station, the radio broadcaster knew that I am male. So he said "Sir, not madam, right ? Please, admit it. Don't be afraid". Once again I couldn't do anything. Just hanging on the telephone and my heart beat faster again. It didn't get better than the first.
One day I got an idea to pretend asking about cloth at a shop. But unfortunately when I made a call, apparently a relative of the owner is my friend and she coincidently who received my call. I know exactly from her voice, so I put the phone immediately.
When my electricity at home was off, I called the state electricity company. The operator was a female. She tried to be polite to me and said "Is it madam, right ?". She continued to ask me where was my position, my address with polite and suggested me to wait in patience while the technicians fix it. I was so satisfied that time though I didn't know the truth whether she knew me that I am a male or not.
It happened again another time when I was crossdressing. My electricity was off, so I called the state electricity company with my female voice again. And I got the same respond from them. They tried to be polite to me and call me "madam".
When I called a salon and asked how much the cost and whether they can dress me up in a traditional Javanese custom called kain kebaya with hair bun. The operator that a female answered my call with polite. She asked "For what event ?". I answered "Family event". After she said a certain amount then she said "We can do it, madam. Just come here ". That time I felt a sensation and happy.Although it never done, because I just do it fad.
After I read my own article, I get a conclusion. Companies or institutions that don't receive any financial from us don't respect us as those that will receive any financial from us.
Bahasa Indonesia
Salah satu pelengkap crossdressing adalah suara wanita. Bagi saya, itu bagian paling sulit dari crossdressing. Mengubah suara kita menjadi suara wanita. Hal ini seperti tidak mungkin untuk saya. Saya telah melihat videonya di internet. Perlu waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Ya kadang-kadang saya juga berlatih, tapi suara saya masih terlalu jauh dari sempurna. Masih seperti falsetto. Saya punya cerita lucu tentang hal ini.
Ketika saya baru saja membuka account di facebook. Saya masih tidak berani meng-upload foto saya sampai ke wajah. Saya hanya meng-upload foto saya sampai leher. Dan salah satu teman laki-laki saya mungkin karena dia berpikir bahwa saya seorang gadis, ingin menelepon saya. Tapi ketika saya menjawab panggilannya dalam suara normal saya, ia berkata "laki-laki ?".
Sebelum itu, karena bosan dan ingin beberapa variasi waktu crossdressing, saya menelepon suatu tempat dengan suara wanita saya. Reaksi yang saya dapatkan bervariasi.
Ketika saya menelepon sebuah stasiun radio, seorang penyiar radio perempuan menerima telepon saya dan berkata "Nona, apakah anda kedinginan ? Suara anda gemetar". Saya tidak bisa menjawabnya. Saya hanya menunggu dengan gagang telepon di tangan sebentar. Lalu saya meletakkan telepon. Jantungku berdetak lebih cepat. Gagal total.
Di lain waktu saya menelepon stasiun radio yang lain, penyiar radio tahu bahwa saya laki-laki. Jadi ia berkata "ini bapak kan ?, bukan ibu. Akui saja. Jangan takut.". Sekali lagi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya menggantungkan gagang telepon di tangan dan jantung saya berdetak lebih cepat lagi. Tidak lebih baik dari yang pertama.
Suatu hari saya mendapat ide untuk berpura-pura bertanya tentang kain di toko. Tapi sayangnya ketika saya membuat panggilan, ternyata kerabat pemilik adalah teman saya dan dia kebetulan yang menerima panggilan saya. Saya tahu persis dari suaranya, jadi saya langsung meletakkan telepon.
Ketika listrik di rumah mati, saya menelepon perusahaan listrik negara. Operatornya seorang wanita. Dia mencoba untuk bersikap sopan kepada saya dan berkata "Ini ibu, ya?". Dia terus bertanya kepada saya di mana posisi saya, alamat saya dengan sopan dan menyarankan saya untuk menunggu dengan sabar sementara para teknisi memperbaikinya. Saya begitu puas saat itu meskipun saya tidak mengetahui kebenarannya apakah dia tahu saya bahwa saya seorang laki-laki atau tidak.
Itu terjadi lagi lain waktu ketika saya crossdressing. Listrik saya mati, jadi saya menelepon perusahaan listrik negara dengan suara wanita lagi. Dan saya menerima respon yang sama dari mereka. Mereka mencoba untuk bersikap sopan kepada saya dan memanggil saya "ibu".
Ketika saya menelepon salon dan bertanya berapa biayanya serta apakah mereka dapat mandandani saya dengan pakaian wanita Jawa yang disebut kain kebaya dengan rambut disanggul. Operator yang seorang wanita menjawab panggilan saya dengan sopan. Dia bertanya "Untuk apa acara?". Saya menjawab "Acara keluarga". Setelah ia mengatakan jumlah tertentu kemudian dia mengatakan, "Kami bisa melakukannya, ibu. Datang saja di sini.". Waktu itu saya merasakan sebuah sensasi dan saya sangat senang. Meskipun tidak pernah kejadian, karena saya hanya melakukannya dengan iseng.
Setelah saya membaca artikel saya sendiri, saya mendapatkan kesimpulan. Perusahaan atau lembaga yang tidak menerima uang dari kita tidak menghormati kita sebagaimana mereka yang akan menerima uang dari kita.
Dik, kenapa kamu sekarang jadi mudah bosan ? Adikku si buyung, kamu kalau lihat cewek cantik kok sekarang sulit gairah. Loyo terus. Kakak kuatir jangan-jangan kamu punya kelainan.
Sekarang kalau liat kakak pakai kain kebaya apa pakaian sexy, kamu juga sulit bergairah. Paling kamu gairah sebentar saja. Habis itu loyo lagi. Ada apa dik ? Kamu sakit ya ?
Apa perlu kakak beliin vitamin sama obat-obatan biar kamu bisa gagah perkasa ? Apa kamu minta dipijitin biar mudah terangsang sama bisa tahan lama ? Dik, kakak sayang banget sama kamu lho.
Apa adik baru ngambek ya ? Minta dielus-elus, dibelai-belai, diciumi sama kakak. Ya kakak nggak keberatan kok dik, demi adikku sayang.
Dik, jangan diam terus dong. Kakak jadi mulai bingung sama kuatir nih. Jangan-jangan sekarang kamu sudah tidak berdaya.
Kamu perkasanya kok malah kalau malam waktunya orang pada tidur. Gimana sih ?
Dik, sudah bertahun-tahun kakak tidak perhatikan ternyata kamu sudah besar. Kakak tidak mengira, padahal kita tiap hari ketemu terus.
Adikku si buyung, kamu sudah bisa berdiri tegak. Kamu itu rajin sekali. Pagi-pagi kakak masih males bangun dari tidur, kamu sudah berdiri tegak. Apa kamu mau mbangunin kakak ya ? Kakak, kamu paksa-paksa ya ngantar kamu ke kamar mandi buat pipis.
Malah kadang-kadang tengah malam, kamu tau-tau sudah berdiri tegak. Padahal kakak masih tidur sampai terbangun gara-gara kamu, dik. Jadi orang yang lumrah saja. Jangan terlalu rajin, masak tengah malam enak-enaknya orang tidur, kamu malah bangun.
Kamu juga sudah tau yang namanya cewek cantik. Cuma kamu ini termasuk aneh. Hari gini kamu sukanya sama cewek cantik yang pakai kain kebaya. Kalau sama cewek cantik saja, kamu keliatannya kurang nafsu.
Apalagi kalau liat kakak pakai kain kebaya, kamu keliatan tegang dan nafsu sekali dik. Kamu selalu memaksa-maksa untuk melihat kakak dandan pakai kain kebaya, Kakak baru mulai melilitkan kain wiron di kaki, kamu sudah mulai keliatan tegang. Begitu kakak sudah berpakaian lengkap kain kebaya, kamu semakin menjadi-jadi.
Ingat lho dik, ini kakakmu sendiri. Masak sih kamu mau sama kakakmu sendiri, itu namanya kurang ajar. Apalagi nanti kalau sampai jadi, itu namanya pernikahan sedarah. Resikonya besar lho dik buat keturunan kita.