tJeSiLC_vQ4EjbqutLiN10g1b3k

Jumat, 03 Juni 2011

Betul-betul mirip ?

Waktu kecil dulu, kami sekeluarga mempunyai kebiasaan untuk ziarah ke makam leluhur. Pada suatu ketika  saat itu saya masih duduk di SMP dan kami sekeluarga sedang berziarah, penjaga makam berkata pada orang tua saya : ” wah anaknya putri semua ya “. Kejadian itu hanya saya simpan dalam hati.

Selang beberapa waktu kemudian kejadian ini berlangsung. Keluarga dari ibu kami adalah keluarga besar,  sebagian tinggal sekota dengan kami dan sering berkunjung ke rumah kami.  Termasuk salah satunya adalah kakak perempuan sepupu kami. Waktu itu melihat saya dan berkata kepada kakak saya kalau saya mirip dengan anak perempuan tapi dibantah oleh kakak saya. Kejadian itu terjadi lebih dari sekali.  Saya hanya berpikir dalam hati apakah betul yang dikatakan kakak sepupu saya.

Setelah saya dewasa dan bekerja, saya hidup mandiri dan keperluan harian serta bulanan saya beli di supermarket, kadang sekalian membeli lauk di supermarket juga. Pada waktu itulah saya beberapa kali dipanggil ibu oleh pelayan supermarket, walaupun pada akhirnya saya dipanggil bapak juga. Saya senang-senang saja dengan kekeliruan itu.

Dilain waktu pas saya dirumah, malam-malam tapi lampu depan rumah saya nyalakan sehingga keadaan cukup terang.  Ada orang bertanya dimanakah rumah seseorang yang bernama X dan saya pun dipanggil ibu.

Juga waktu saya naik travel malam-malam, saya ditanya oleh seseorang yang duduk dibelakang,  katanya : ” mau kemana, bu ? “. Padahal waktu itu lampu dalam mobil hidup dan rambut saya tidak terlalu panjang.

Serta terakhir teman kerja saya  seorang cewek juga mengatakan kalau saya mirip seorang cewek entah cuma bercanda entah serius.  Mungkin karena perawakan saya yang kecil dan ramping.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar